Mulut Terasa Kering

Recap Singkat

  • Mulut terasa kering atau xerostomia bukan hanya membuat tidak nyaman, tetapi juga bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan mulut.
  • Beberapa kondisi gigi seperti infeksi, gigi berlubang, atau radang gusi dapat menyebabkan penurunan produksi air liur yang berdampak pada kekeringan mulut.
  • Kondisi mulut yang terlalu kering tidak hanya mengganggu saat makan atau berbicara, tetapi juga memicu berkembangnya bakteri dan memperburuk masalah gigi yang ada. 

Apakah Anda pernah merasa mulut terasa kering meskipun sudah cukup minum air putih? Kondisi ini bisa jadi bukan hanya karena dehidrasi, tapi merupakan tanda adanya gangguan pada gigi dan mulut yang harus segera diwaspadai. Mulut yang terasa kering dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menjadi pemicu masalah kesehatan lainnya jika dibiarkan terlalu lama.

Produksi air liur yang berkurang akan mempengaruhi keseimbangan flora di mulut, mempercepat pembentukan plak, dan meningkatkan risiko infeksi. Berikut ini akan dibahas beberapa masalah gigi yang dapat menyebabkan mulut terasa kering serta cara efektif mengatasinya.

5 Masalah Gigi yang Membuat Mulut Terasa Kering

Beberapa gangguan pada kesehatan gigi ternyata bisa menjadi penyebab utama mulut terasa kering. Berikut adalah lima masalah gigi yang patut diwaspadai:

1. Radang Gusi (Gingivitis)

Peradangan pada gusi dapat memengaruhi kelenjar air liur di sekitarnya. Saat gusi meradang, produksi air liur bisa terganggu sehingga mulut terasa lebih kering dari biasanya.

Selain itu, gingivitis juga menimbulkan bau mulut, gusi berdarah, dan ketidaknyamanan saat mengunyah. Jika tidak ditangani dengan benar, peradangan ini bisa berlanjut ke tahap periodontitis yang lebih serius.

2. Gigi Berlubang

Lubang pada gigi akibat karies bisa mengganggu saraf dan jaringan di sekitar gigi. Hal ini dapat berdampak pada fungsi normal rongga mulut, termasuk produksi air liur. Kondisi ini bisa membuat mulut terasa kering, lengket, dan tidak segar. Selain itu, gigi berlubang juga memicu rasa nyeri yang bisa memperparah gangguan makan atau bicara.

3. Infeksi Gigi atau Abses

Infeksi pada gigi biasanya menimbulkan peradangan yang menyebar hingga ke jaringan sekitar, termasuk kelenjar air liur. Akibatnya, produksi air liur menurun drastis. Abses gigi juga menyebabkan pembengkakan, nyeri hebat, dan terkadang disertai demam. Jika dibiarkan, infeksi ini bisa menyebar dan menimbulkan komplikasi serius di rongga mulut.

4. Penggunaan Kawat Gigi atau Alat Ortodontik

Beberapa pengguna behel atau alat ortodontik mengalami penurunan kenyamanan di mulut, salah satunya adalah mulut terasa kering akibat gesekan dan perubahan posisi gigi. Alat ini juga bisa mengganggu distribusi air liur secara merata di dalam mulut. Terlebih jika perawatan tidak diiringi dengan kebersihan mulut yang optimal.

5. Bernapas lewat Mulut (Mouth Breathing)

Bernapas lewat mulut, baik saat tidur atau dalam kondisi tertentu, dapat menyebabkan kekeringan karena aliran udara mengurangi kelembapan rongga mulut. Kebiasaan ini sering terjadi pada anak-anak atau orang dewasa dengan masalah pernapasan, dan dapat memperburuk kondisi gigi serta gusi jika tidak diatasi.

Mengatasi Mulut Kering karena Masalah Gigi

Menangani mulut kering perlu dilakukan sejak dini. Berikut beberapa cara mengatasinya mulai dari langkah sederhana hingga profesional:

1. Minum Air Secara Teratur dan Gunakan Humidifier

Langkah paling dasar untuk mengatasi mulut kering adalah mencukupi kebutuhan cairan setiap hari. Air membantu menjaga kelembapan alami mulut dan melarutkan sisa makanan.

Selain itu, menggunakan humidifier di kamar tidur dapat membantu menjaga kelembapan udara, terutama bagi yang sering bernapas lewat mulut saat tidur.

2. Gunakan Obat Kumur Bebas Alkohol atau Pelembap Mulut

Obat kumur khusus untuk mulut kering bisa membantu menjaga kelembapan rongga mulut dan mengurangi ketidaknyamanan. Pastikan memilih produk yang tidak mengandung alkohol agar tidak memperburuk kekeringan. Anda juga bisa kumur air garam untuk menghindari mulut terasa kering.

Pelembap mulut seperti gel atau semprotan juga bisa digunakan untuk menjaga mulut tetap basah, terutama bagi penderita gangguan produksi air liur kronis.

3. Konsultasi ke Dokter Gigi untuk Diagnosis dan Perawatan

Jika kondisi mulut kering tak kunjung membaik, sebaiknya segera periksa ke dokter gigi. Pemeriksaan menyeluruh akan membantu mengetahui akar masalah dan mendapatkan perawatan yang tepat. Dokter juga bisa menyarankan perawatan medis seperti pengobatan untuk infeksi gigi, pembersihan karang gigi, hingga tindakan ortodontik jika diperlukan.

Mulut kering memang sering dianggap sepele, padahal bisa menjadi tanda adanya masalah gigi yang serius seperti infeksi atau radang gusi. Untuk mencegah komplikasi lebih lanjut, penting mengenali penyebabnya sejak dini dan melakukan langkah penanganan yang tepat.

Jika Anda merasakan gejala mulut kering berkepanjangan disertai nyeri, segera periksakan diri ke Damessa Dental Clinic agar bisa mendapatkan penanganan profesional. Follow juga Instagram @damessa.dentalclinic untuk tips kesehatan gigi menarik lainnya!

Referensi 

Cleveland Clinic. (2023). Dry Mouth (Xerostomia). https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/10902-dry-mouth-xerostomia

Ditinjau oleh: drg. Brenda Regina Christy

Merupakan dokter gigi lulusan pendidikan Dokter Gigi Universitas Airlangga yang merupakan seorang Supervisor Dentist Human Capital di Damessa Dental Care.