Anak Suka Mengisap Jempol

Rekap singkat!

  • Kebiasaan anak suka mengisap jempol bisa mengganggu pertumbuhan gigi dan rahang jika berlangsung hingga usia lebih dari 4 tahun.
  • Untuk menghentikan kebiasaan ini, disarankan untuk memberi pengertian dengan cara yang lembut, memberikan pujian kecil, serta mencari tahu penyebabnya.
  • Jika kebiasaan anak sulit dihentikan, Bunda bisa berkonsultasi dengan dokter gigi anak agar bisa menggunakan alat ortodonti ringan.

Bunda, pernah nggak sih lihat anak suka mengisap jempol dan nggak bisa lepas dari kebiasaannya? Entah waktu ngantuk, bosan, atau sekadar mencari rasa nyaman. Sekilas memang terlihat lucu dan menggemaskan, tapi tahu nggak kalau kebiasaan ini bisa memengaruhi pertumbuhan gigi dan rahang  anak? Yuk, kita bahas bareng supaya Bunda tahu kalau kebiasaan ini perlu diperhatikan lebih serius!

Kebiasaan anak suka mengisap jempol sebenarnya hal yang alami, terutama pada bayi dan balita. Di usia ini, anak sedang belajar mencari rasa aman dan nyaman. Mengisap jempol bisa membuat mereka merasa tenang, mirip seperti saat menyusu. Biasanya seiring pertumbuhan, kebiasaan ini akan hilang dengan sendirinya.

Tapi kalau sudah lewat usia 4 tahun dan masih sering dilakukan, Bunda perlu mulai waspada ya! Tekanan jempol ke langit-langit mulut yang terjadi terus-menerus bisa bikin bentuk rahang dan posisi gigi berubah. Menurut penelitian dari British Dental Journal (2024) menjelaskan bahwa kebiasaan ini juga bisa mempersempit langit-langit mulut (narrowing of the palate) dan bikin anak kesulitan mengucapkan huruf tertentu seperti s atau t.

Open Bite
Gambar 1. Open Bite (Journal of Clinical Orthodontics, 2017)

Apa Bahayanya Kalau Membiarkan Anak Suka Mengisap Jempol?

Kalau kebiasaan anak suka mengisap jempol nggak berhenti sampai gigi tetap mulai tumbuh, beberapa masalah bisa muncul, seperti:

  • Gigi depan jadi maju bikin gigitan nggak rapat (open bite)
  • Mempersempit rahang atas dan berpotensi menyebabkan rahang bawah mundur yang dapat mempengaruhi pertumbuhan tulang rahang.
  • Gangguan bicara terutama pada pengucapan huruf depan.
  • Rasa minder karena bentuk gigi yang berbeda dari teman-temannya.

Dan kalau sudah parah, anak bisa butuh perawatan ortodonti (behel gigi) di kemudian hari, lho, Bun. Jadi makin cepat dicegah, makin baik.

Baca juga: Tumbuh Gigi pada Bayi, Kenali 11 Ciri dan Cara Menenangkannya!

Cara Menghentikan Kebiasaan Anak Mengisap Jempol

1. Ajak Ngobrol dan Beri Pengertian

Jelaskan dengan lembut mengapa kebiasaan mengisap jempol sebaiknya dihentikan, gunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh si kecil. Hindari marah, sebaliknya, bicarakan manfaat menghindari kebiasaan tersebut untuk kesehatan gigi dan mulut anak. Pendekatan yang penuh pengertian akan membuat anak merasa didukung, bukan ditekan.

2. Berikan Pujian Kecil

Setiap kali anak berhasil menghindari kebiasaan mengisap jempol, beri pujian atau hadiah kecil, seperti stiker atau pelukan. Hal ini akan memberi motivasi positif bagi anak untuk terus berusaha. Pujian lebih efektif daripada larangan keras dalam membantu anak berubah.

3. Cari Tahu Penyebabnya

Perhatikan apakah anak mengisap jempol karena rasa cemas, capek, atau bosan. Jika demikian, bantu alihkan perhatiannya dengan kegiatan seru seperti menggambar, bermain puzzle, atau membaca buku bersama. Mengidentifikasi penyebab utama dapat membuat proses penghentian menjadi lebih mudah.

4. Konsultasi ke Dokter Gigi Anak

Jika anak masih kesulitan menghentikan kebiasaan tersebut, Bunda bisa berkonsultasi dengan dokter gigi anak. Dokter mungkin akan menyarankan penggunaan alat ortodonti ringan seperti palatal crib untuk membantu mencegah jempol masuk ke mulut. Alat ini dapat menjadi langkah yang efektif untuk anak yang sangat sulit berhenti.

5. Coba Metode Kreatif

Salah satu cara unik yang dapat dicoba adalah metode “Baby on Baby’s Thumb”, di mana jempol anak ditempeli gambar bayi kecil. Penelitian dari India menunjukkan bahwa cara ini dapat membantu anak menjadi lebih sadar dan enggan mengisap jempolnya lagi. Metode ini tidak hanya kreatif, tetapi juga efektif dalam mengubah kebiasaan.

Bunda, kebiasaan anak suka mengisap jempol memang terlihat sepele, tapi bisa berdampak besar kalau dibiarkan. Dengan pendekatan lembut dan dukungan penuh dari orang tua, si kecil bisa berhenti tanpa merasa tertekan.

Kalau Bunda butuh bantuan, jangan ragu untuk konsultasi ke dokter gigi anak di Klinik Gigi Damessa terdekat agar bisa menentukan cara terbaik sesuai usia dan kebiasaan si kecil. Ikuti Instagram @damessa.dentalclinic untuk informasi menarik seputar kesehatan gigi lainnya!

Referensi:

  • “To Prevent Thumb or Finger Sucking in Children.” BDJ, vol. 237, no. 1, 12 July 2024, pp. 59–59, www.nature.com/articles/s41415-024-7665-4, https://doi.org/10.1038/s41415-024-7665-4. Accessed 24 Oct. 2025.
  • Staufert Gutierrez D, Carugno P. Thumb Sucking. [Updated 2023 May 8]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2025 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK556112/
  • Pattnaik, Jigyansa Ipsita, and Santosh Kumar Panda. “Baby on Baby’s Thumb: An Innovative Approach to Thumb Sucking Habits in Children.” Indian Journal of Pediatrics, 7 Nov. 2022, https://doi.org/10.1007/s12098-022-04388-6.