Dalam banyak kasus, implan gigi adalah salah satu alternatif untuk memudahkan perawatan dan menjaga kebersihan gigi dan mulut. Dalam Insisiva Dental Journal, Vol. 6 No.1 Bulan Mei Tahun 2017, disebutkan bahwa implan gigi memiliki beberapa kelebiha, diantaranya adalah mengganti gigi hilang dengan estetis dan membuat penampilan dan senyum seseorang menjadi lebih baik. Dengan implan gigi, mampu menggantikan gigi yang hilang atau tanggal dengan jumlah banyak. Memudahkan perawatan dan membersihkan gigi. Tidak mengorbankan gigi tetangga untuk dijadikan penyangga.

Biasanya, implan gigi dilakukan untuk memperbaiki atau mengembalikan kekuatann gigi untuk mengunyah makanan yang hilang karena ompong atau tanggal, selain mempercantik penampilan, dan mencegah timbulnya gigi geser.

Diyakini, implan gigi merupakan salah satu cara untuk perawatan gigi yang tengah populer dan efektif untuk menggantikan gigi yang hilang. Metode perawatan dengan sistem implan gigi  ini menggunakan sepotong logam yang terbuat dari titanium, kemudian dimasukkan atau ditanam ke dalam rahang.

Pasien harus menunggu, setidaknya dalam kurun waktu tiga hingga enam bulan terlebih dahulu, alasannya  agar sekrup dapat menyatu sepenuhnya dengan tulang. Proses ini disebut juga dengan osseointegration.

Proses implant gigi hendaknya melalui konsultasi dengan dokter ahli yang professional, dan bertanggungjawab atas proses implant gigi. Tentunya, merujuk pada diagnose, dan beberapa kali proses konsultasi yang memakan waktu yang cukup untuk meyakinkan pasien melakukan proses implan gigi.

Hal ini dirasa penting guna melihat kondisi kesehatan mulut dan gigi pasien, apakah memenuhi syarat atau aman dari sisi medis, atau ada permasalahan yang membahayakan jika impan gigi dilakukan.

Tak hanya itu, persoalan biaya pun menjadi salah satu hal yang krusial untuk dikonsultasikan, agar dapat direcanakan dengan baik dan maksimal.

Misalnya, tulang gusi Anda bermasalah, atau tidak memenuhi standar keamanan dari implan gigi, maka dokter akan merekomendasikan untuk tidak melakukan implan gigi. Jadi, soal kehatian-hatian dan kenyamanan konsumen akan jadi prioritas utama dari proses implan gigi, tergantung kondisi tulang rahang gigi Anda, kuat atau tidak.

Inilah kelebihan dan kekurangan melakukan implan gigi sebagai bagian dari bahan pertimbangan Anda sebelum memutuskan untuk melakukan implan gigi.

  1. Salah satu kelebihan implan gigi adalah membuat anda merasa percaya disi saat berbicara tanpa takut gigi Anda bergeser atau tergelincir.
  2. Secara medis, implan gigi disebut lebih nyaman dari pada pemasangan gigi palsu yang rawan patah atau pecah jika terjatuh. Bahkan secara umum, menjaga kebersihan gigi dan mulut lebih mudah dilakukan jika implant gigi.
  3. Lebih mudah untuk mengunyah makanan. Sedangkan gigi palsu dikhawatirkan mudah bergeser dan menyulitkan saat mengunyah makanan, dan bisa mengunyah makanan lebih leluasa tanpa takut gigi bergeser atau terasa sakit.
  4. Membuat tampil lebih percaya diri saat tertawa lepas atau sekedar tersenyum. Karena metode ini mengganti gigi yang tanggal atau ompong.
  5. Tahan lama, kuat dan awet, implan gigi dapat bertahan lama, bahkan banyak yang bertahan seumur hidup.
  6. Kesehatan mulut bisa lebih terjaga karena pola perawatannya cenderung lebih sederhana.

Adapun kekurangan atau resiko  dari implan gigi pasti ada. Semua resiko tetap ada dalam setiap proses atau prosedur kesehatan yang diambil.

Ada beberapa kekurangan atau resiko yang menghantui kita saat memutuskan untuk implan atau tanam gigi. Walaupun resikonya tergolong minor, namun beberapa hal ini wajib kita pertimbangkan dan konsultasikan ke dokter saat memutuskan implan gigi.

  1. Resiko terjadinya infeksi saat pemasangan atau paska pemasangan implan gigi
  2. Struktur rahang atau gusi yang dipasang implan mengalami kerusakan atau cedera, baik pada gigi atau pembuluh darah
  3. Terjadinya kerusakan saraf yang berimbasp pada rasa sakit, mati rasa, kesemutan pada gusi, gigi, bibir dan dagu.
  4. Jika implan gigi ditempatkan di rahang atas dan mengarah ke rongga sinus, dapat berakibat pada timbulnya penyakit sinus
  5. Butuh prosesnya lama. Implan gigi perlu waktu yang lama dibanding dengan pasang gigi konvensional, perlu waktu tiga atau enam bulan untuk dapat menyatu dengan rahang.
  6. Perlu prosedur tambahan, jika pasien tidak punya tulang yang cukup untuk implant gigi, perlu tambahan tulang atau cangkok tulang  agar proses implan dapat dilakukan dengan mulus.
  7. Biaya mahal, implan gigi perlu biaya yang tidak sedikit. Pembuatan implan gigi cenderung lebih mahal dari pada pembuatan gigi tiruan konvensional, karena bahan implan yang digunakan dan proses pemasangan implan terbilang cukup sulit. Karena itu perlu dokter spesialis.
  8. Kemungkinan gagal, jika tidak tepat proses dan pengerjannya. Kondisi medis lainya turut mempengaruhi sukses tidaknya proses implan gigi, seperti penyakit komorbid, diabetes atau rheumatoid arthiritis, kebersihan rongga mulut yang disebakan kebiasaan merokok juga dapat menjadi penyebab gagalnya implan gigi.

Walaupun terdapat banyak kekurangan metode implan gigi adalah pilihan yang aman dan tepat untuk Anda yang ingin menggantikan gigi yang hilang. Sebaiknya, sebelum memutuskan untuk melakukan implan gigi, anda harus konsultasikan dengan matang bersama dokter spesialis bedah mulut atau dokter gigi langganan anda. Hal ini dilakukan penting untuk menghindari bahaya implan gigi yang dapat terjadi dan menyebabkan kerusakan syaraf dan gangguan kesehatan lainnya. Ini pentignya berkonsultasi secara jujur dan terbuka dengan dokter gigi atau dokter spesialis di klinik Damessa yang terpercaya dan aman.