
Rekap singkat!
- Bawang putih untuk sakit gigi dapat mengurangi bakteri mulut sementara, tetapi tidak mengobati penyebab sakit gigi.
- Penggunaan bawang putih yang langsung ditempelkan pada gigi berisiko menimbulkan iritasi jaringan mulut jika tidak dilakukan dengan tepat.
- Pemeriksaan dokter gigi tetap menjadi cara paling aman dan efektif dalam mengetahui penyebab sakit gigi dan melakukan penanganan yang sesuai.
Banyak orang mencari cara cepat meredakan nyeri gigi di rumah sebelum pergi ke dokter. Salah satu cara yang paling sering dicoba adalah menggunakan bawang putih untuk sakit gigi. Informasi tentang bawang putih untuk sakit gigi mudah ditemukan di internet, media sosial, hingga saran dari orang sekitar. Tidak sedikit pula yang menempelkan bawang putih untuk sakit gigi secara langsung karena dipercaya mampu membunuh kuman penyebab nyeri.
Penggunaan bawang putih untuk sakit gigi memang bukan hal baru. Sejak lama, bahan dapur ini digunakan sebagai pertolongan pertama ketika nyeri muncul tiba-tiba. Bahkan sebagian orang percaya bahwa bawang putih untuk sakit gigi bisa menjadi pengganti perawatan dokter gigi. Namun, apakah klaim tersebut benar secara medis?
Sebelum Anda memutuskan mencoba bawang putih untuk sakit gigi, penting untuk memahami bagaimana cara kerjanya, apa efek yang terjadi di jaringan mulut, serta kapan kondisi gigi memerlukan penanganan profesional.
Mengapa Bawang Putih Dipercaya Bisa Mengatasi Sakit Gigi?
Bawang putih dikenal memiliki kandungan allicin yang bersifat antibakteri. Senyawa ini mampu menghambat pertumbuhan mikroorganisme tertentu di rongga mulut. Inilah alasan mengapa banyak orang menganggap bawang putih dapat membantu meredakan sakit gigi.
Penelitian dari Universitas Brawijaya menunjukkan bahwa ekstrak bawang putih efektif dalam mengurangi bakteri mulut, dengan tingkat penghambatan yang bergantung pada konsentrasi yang digunakan. Dalam praktiknya, masyarakat menggunakan beberapa metode seperti mengonsumsi bawang putih dengan telur, menempelkan bawang putih langsung pada gigi, atau menumbuknya dengan bahan tambahan lain.
Efek yang dirasakan biasanya berupa berkurangnya nyeri sementara. Hal ini terjadi karena jumlah bakteri di area tersebut menurun dan jaringan mengalami sensasi hangat hingga sedikit kebas. Namun perlu dipahami, efek ini hanya membantu meredakan gejala, bukan menghilangkan penyebab utama sakit gigi seperti lubang gigi atau infeksi saraf.
Penggunaan Bawang Putih untuk Sakit Gigi
Banyak orang menempelkan bawang putih langsung ke gigi yang sakit dengan harapan nyeri hilang. Saat bawang putih bersentuhan dengan jaringan mulut, allicin bekerja sebagai antibakteri ringan. Akibatnya, rasa nyeri dapat terasa berkurang untuk sementara waktu.
Namun, penggunaan yang tidak tepat justru dapat menimbulkan masalah baru. Bawang putih bersifat cukup kuat dan dapat menyebabkan iritasi pada gusi serta mukosa mulut jika ditempelkan terlalu lama. Pada beberapa kasus, jaringan bisa mengalami luka kimia ringan sehingga rasa perih bertambah.
Selain itu, perlu diingat bahwa sakit gigi umumnya berasal dari infeksi di dalam struktur gigi. Bawang putih tidak mampu menutup lubang gigi, membersihkan saraf yang terinfeksi, ataupun memperbaiki jaringan keras gigi. Artinya, meskipun rasa nyeri berkurang, sumber masalah tetap ada dan berpotensi semakin parah.
Baca juga: Nyeri Saat Menggigit Setelah Implan Gigi: Normal atau Tanda Masalah?
Kapan Sakit Gigi Tidak Boleh Ditunda Penanganannya?
Meskipun nyeri dapat mereda sementara, ada kondisi tertentu yang menandakan Anda perlu segera ke dokter gigi. Penanganan tidak boleh ditunda apabila muncul gejala berikut:
- Nyeri berdenyut hebat dan menetap
- Bengkak pada gusi atau pipi
- Demam atau badan terasa tidak enak
- Keluar cairan atau nanah dari gusi
- Sulit membuka mulut atau mengunyah
Gejala tersebut menandakan infeksi sudah berkembang lebih dalam. Jika hanya mengandalkan bahan rumahan seperti bawang putih, infeksi dapat menyebar dan memperburuk kondisi jaringan penyangga gigi.
Perawatan Dokter Gigi yang Sebenarnya Dibutuhkan
Setelah pemeriksaan, dokter gigi akan menentukan penyebab utama sakit gigi dan memberikan terapi yang sesuai. Perawatan yang dilakukan dapat berupa penambalan pada lubang gigi yang masih dangkal, perawatan saluran akar apabila infeksi telah mencapai saraf, scaling untuk mengatasi radang gusi akibat penumpukan plak, hingga pencabutan jika gigi tidak dapat dipertahankan.
Tujuan utama perawatan adalah menghilangkan sumber infeksi, bukan hanya meredakan nyeri. Inilah perbedaan penting antara perawatan profesional dan penggunaan bahan rumahan. Penggunaan bawang putih yang kurang tepat dapat mengurangi efektivitas penanganan awal dan bahkan menimbulkan iritasi baru.
Bawang putih memang memiliki sifat antibakteri yang dapat membantu mengurangi bakteri di rongga mulut sehingga nyeri bisa mereda sementara. Namun, bawang putih tidak mengatasi penyebab utama sakit gigi dan penggunaan langsung berisiko menimbulkan iritasi jaringan. Pemeriksaan dokter gigi tetap menjadi solusi paling tepat untuk mengetahui penyebab keluhan dan mendapatkan perawatan yang sesuai.
Apabila Anda mengalami sakit gigi, jangan menunda pemeriksaan. Segera lakukan konsultasi dan perawatan di Damessa Family Dental Care agar kondisi dapat ditangani secara aman dan tepat. Untuk mendapatkan konten menarik lainnya, Anda juga bisa cek Instagram kami di @damessa.dentalclinic.
Referensi:
- Batoro J. 2012. Etnobiologi Masyarakat Tengger di Bromo Tengger Semeru Jawa Timur. Published doctoral thesis. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
- Maula, Rahardian Akbar (2018) Studi Etnofarmasi Tumbuhan Obat untuk Sakit Gigi yang Berpotensi sebagai Antibakteri pada Suku Tengger Desa Ngadas Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.