Gigi Anak Renggang

Ringkasan singkat!

  • Gigi anak renggang biasanya merupakan bagian dari proses pertumbuhan alami, seperti saat gigi susu mulai tanggal dan gigi permanen tumbuh.
  • Celah yang tidak menutup setelah usia 8–9 tahun, atau disertai kebiasaan buruk, bisa menandakan masalah struktural atau perkembangan gigi yang membutuhkan perhatian ortodontis.
  • Pemeriksaan ortodontis pada usia 7 tahun dianjurkan untuk mencegah gigi anak renggang bermasalah dan memastikan perkembangan gigi yang sehat dan teratur.

Banyak orang tua yang panik ketika melihat gigi anak renggang, terutama setelah gigi susu mulai tanggal satu per satu. Padahal, tidak semua kasus gigi anak renggang adalah tanda masalah. Dalam banyak kasus, justru renggang itu normal dan bagian dari proses pertumbuhan rahang!

Tapi bagaimana caranya membedakan mana gigi anak renggang yang normal dan mana yang butuh diperiksakan ke ortodontis? Simak informasi berikut ini!

Kenapa Gigi Anak Renggang Terjadi? 

Pada fase gigi campuran atau yang biasa disebut dengan mixed dentition (usia 6–12 tahun), rahang anak sedang bertumbuh pesat. Gigi susu ukurannya lebih kecil, sementara gigi permanen yang akan tumbuh setelahnya tentu berukuran lebih besar. Karena itu, gigi susu sengaja memiliki celah alami yang disebut dengan primate space atau developmental spacing.

Ini bukan suatu kelainan ya! Tetapi memang ada untuk memberi tempat agar gigi permanen yang lebih besar bisa tumbuh dengan rapi.

Menurut American Academy of Pediatric Dentistry (AAPD, 2023), keberadaan “spacing” pada gigi susu adalah tanda pertumbuhan rahang yang baik dan membantu mencegah gigi tetap berjejal di kemudian hari.

Kondisi Gigi Anak Renggang yang Normal 

Gigi anak renggang merupakan fase perkembangan yang umum dan normal. Berikut adalah beberapa kondisi gigi anak yang renggang yang masih termasuk dalam batas aman.

1. Gigi Anak Renggang Saat Gigi Susu Masih Lengkap

Pada tahap ini, gigi anak renggang biasanya terjadi ketika masih memiliki gigi susu lengkap. Hal ini merupakan hal yang normal karena ukuran gigi susu lebih kecil dibandingkan gigi permanen. Proses ini memungkinkan ruang bagi gigi permanen yang lebih besar untuk tumbuh dengan tepat. Oleh karena itu, jika gigi anak terlihat renggang pada usia ini, tidak perlu khawatir, karena ini adalah bagian dari perkembangan alami.

2. Gigi Depan Bergeser dengan Celah Kecil

Pada beberapa anak, gigi depan dapat bergeser sedikit dan meninggalkan celah kecil di antara mereka. Hal ini sering kali terjadi saat gigi kaninus permanen mulai tumbuh. Celah ini biasanya akan menutup dengan sendirinya begitu gigi permanen lainnya tumbuh dan posisi gigi kembali rapat. Jadi, meski ada sedikit celah, ini juga termasuk hal yang wajar dalam perkembangan gigi anak.

3. Gigi Depan Atas Renggang Saat Baru Tumbuh (Usia 6–8 Tahun)

Ketika anak memasuki usia sekitar 6 hingga 8 tahun, gigi depan atas sering kali mulai tampak renggang. Ini adalah fase yang dikenal sebagai “Ugly Duckling Stage,” di mana gigi depan tampak tidak rata atau renggang seiring dengan pertumbuhan akar gigi permanen. Fase ini sepenuhnya normal dan akan menghilang seiring waktu saat gigi permanen berkembang sepenuhnya dan akar gigi kaninus mulai tumbuh.

Kondisi Gigi Anak Renggang yang Justru Menjadi Tanda Masalah

Meskipun normal, namun tetap ada beberapa kondisi yang harus diperhatikan ketika gigi anak renggang. Berikut ini adalah tanda-tanda yang harus diwaspadai.

1. Celah Besar di Gigi Depan yang Tidak Menutup Setelah Usia 8–9 Tahun

Jika anak memiliki celah besar di gigi depan yang tidak menutup setelah usia 8–9 tahun, hal ini bisa menjadi tanda adanya masalah struktural, seperti frenulum bibir atas yang terlalu tebal (dikenal sebagai maxillary midline diastema).

Frenulum adalah jaringan yang menghubungkan bibir atas dengan gusi di area tengah gigi depan. Jika frenulum ini terlalu tebal atau panjang, dapat menghambat penutupan celah di antara gigi depan. Jika dibiarkan tanpa penanganan, masalah ini bisa mengganggu penampilan dan keseimbangan posisi gigi.

2. Celah yang Disertai Kebiasaan Buruk

Gigi anak renggang yang disebabkan oleh kebiasaan buruk, seperti menjulurkan lidah (tongue thrust) atau mengisap jari, dapat mengalami permasalahan lebih lanjut kedepannya. Kebiasaan ini tidak hanya memperlebar celah yang ada, tetapi juga dapat memengaruhi perkembangan posisi gigi dan menyebabkan gigi bergerak ke posisi yang tidak diinginkan. Jika kebiasaan ini berlangsung dalam jangka waktu panjang, bisa berpengaruh buruk pada perkembangan susunan gigi permanen dan mengarah pada masalah gigi yang lebih besar di kemudian hari.

3. Celah yang Muncul Karena Kehilangan Gigi Susu Terlalu Dini

Kehilangan gigi susu terlalu dini, baik karena trauma atau kerusakan gigi, bisa menyebabkan pergeseran gigi tetangga. Akibatnya, celah abnormal bisa terbentuk atau bahkan mengakibatkan gigi yang berjejal. Gigi susu berfungsi untuk menjaga ruang yang dibutuhkan gigi permanen yang akan tumbuh. Ketika gigi susu hilang lebih awal, gigi tetangga bisa bergerak dan menyebabkan masalah pada posisi gigi permanen yang sedang berkembang. Kondisi ini bisa membuat proses pertumbuhan gigi lebih rumit dan memerlukan perhatian ortodontis lebih lanjut.

4. Renggang Disertai Bentuk Rahang Tidak Simetris

Kadang-kadang, gigi yang renggang bisa disertai dengan bentuk rahang yang tidak simetris. Ketidakseimbangan ini dapat menyebabkan posisi gigi yang tidak sejajar dan menciptakan celah atau ketidakteraturan dalam susunan gigi. Ketidaksesuaian rahang bisa mempengaruhi kemampuan untuk menggigit atau mengunyah dengan normal dan mempengaruhi kesehatan gigi jangka panjang. Jika gigi anak renggang disertai masalah simetri rahang, segera konsultasikan ke ortodontis untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Terkadang, masalah gigi yang tampak ringan atau normal bisa berkembang menjadi sesuatu yang lebih besar jika dibiarkan tanpa perhatian. Jika anak memiliki kondisi gigi yang tidak sesuai dengan perkembangan umumnya, lebih baik untuk segera berkonsultasi dengan ortodontis untuk mendapatkan evaluasi lebih lanjut.

Baca juga: 3 Kebiasaan Buruk yang Membuat Gigi Maju

Perlukah Langsung ke Ortodontis? 

Jawabannya adalah tidak selalu! Namun, untuk mencegah masalah gigi pada anak muncul, sangat direkomendasikan untuk melakukan pemeriksaan ortodonti anak pertama kali pada usia 7 tahun karena gigi permanen depan sudah muncul, pertumbuhan rahang mulai terlihat, pola celah sudah bisa dievaluasi, dan masalah dapat ditangani lebih dini. 

Tidak semua gigi renggang berarti bermasalah. Banyak kasus adalah bagian dari pertumbuhan alami yang akan rapi dengan sendirinya. Namun, celah yang terlalu besar, tidak menutup-menutup, atau disertai kebiasaan buruk perlu dievaluasi. Yuk, lakukan pemeriksaan si kecil dengan datang ke Damessa Clinic!