Pertanyaan “gigi bawah ngilu pertanda apa?” adalah salah satu pertanyaan yang sering muncul dalam saat masalah gigi mulai merebak. Mengalami ngilu pada gigi bawah bisa menjadi pengalaman yang tidak nyaman, bahkan mengganggu aktivitas sehari-hari. Sensasi ini bisa muncul tiba-tiba saat Anda mengonsumsi makanan atau minuman dingin, panas, manis, atau asam. Rasa ngilu ini seringkali datang tanpa peringatan, membuat aktivitas sederhana seperti makan atau minum menjadi tidak menyenangkan.

Meski sering dianggap sepele, ngilu pada gigi bawah bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan gigi yang perlu diperhatikan. Kondisi ini dapat mengindikasikan gangguan pada lapisan email, gusi, atau bahkan adanya infeksi pada akar gigi. Memahami penyebab dan cara mengatasinya sangat penting untuk menjaga kesehatan gigi dan mencegah komplikasi lebih lanjut.

Mengapa Gigi Bisa Ngilu?

Ngilu pada gigi, dalam istilah medis dikenal sebagai dentin hypersensitivity, terjadi ketika lapisan pelindung gigi (email) menipis atau gusi menyusut, mengekspos dentin di bawahnya. Dentin memiliki saluran kecil yang terhubung langsung ke saraf gigi, sehingga mudah merespons rangsangan eksternal.

Namun, ngilu pada gigi bawah tidak selalu disebabkan oleh sensitivitas biasa. Ada beberapa kondisi lain yang dapat menjadi pemicunya.

Penyebab Ngilu pada Gigi Bawah

1. Sensitivitas Gigi (Dentin Hypersensitivity)

Sensitivitas gigi (dentin hypersensitivity) adalah kondisi umum yang ditandai dengan rasa ngilu tajam dalam waktu yang relatif singkat pada gigi yang terpapar rangsangan tertentu, seperti suhu dingin atau panas atau makanan asam. Sensitivitas gigi lebih sering terjadi pada mereka yang berusia antara 20 hingga 50 tahun karena penipisan enamel alami seiring waktu dan kebiasaan menyikat gigi yang keras..

Untuk mencegah dan mengatasi sensitivitas gigi, penting untuk menggunakan pasta gigi khusus yang mengandung bahan seperti potassium nitrate atau stannous fluoride. Sikatlah gigi dengan lembut menggunakan sikat berbulu halus dan hindari konsumsi makanan serta minuman yang terlalu asam atau ekstrem suhunya.

2. Karies Gigi (Gigi Berlubang)

Karies gigi adalah kondisi di mana akumulasi plak yang mengandung bakteri merusak enamel dan dentin, membentuk lubang kecil pada gigi. Kondisi ini menyebabkan saraf di dalam gigi lebih terpapar yang menimbulkan rasa ngilu tajam, terutama saat mengonsumsi makanan manis atau dingin. Karies gigi dapat terjadi pada segala usia, tetapi lebih sering ditemukan pada anak-anak, remaja, dan orang dewasa muda.

Untuk mencegah dan mengatasi karies gigi, penting untuk menjaga kebersihan mulut dengan menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride, menggunakan benang gigi secara teratur, serta mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis. Segera periksa ke dokter gigi terdekat untuk tambalan atau perawatan lanjutan jika ditemukan tanda-tanda gigi berlubang.

3. Gingivitis dan Periodontitis (Penyakit Gusi)

Gingivitis adalah peradangan pada gusi yang disebabkan oleh akumulasi plak di garis gusi. Jika tidak diobati, gingivitis dapat berkembang menjadi periodontitis, yaitu infeksi serius yang merusak jaringan penyangga gigi dan menyebabkan gusi menyusut, mengekspos akar gigi. Akar gigi yang tidak dilapisi enamel menjadi lebih rentan terhadap rangsangan. 

Penyakit ini lebih umum terjadi pada orang dewasa, terutama mereka yang jarang menjaga kebersihan mulut secara menyeluruh. Untuk mencegah dan mengatasi gingivitis dan periodontitis, lakukan pembersihan plak secara profesional (scaling), jaga kebersihan mulut dengan menyikat gigi dua kali sehari, menggunakan benang gigi, dan rutin memeriksakan diri ke dokter gigi.

4. Bruxism (Kebiasaan Menggertakkan Gigi)

Bruxism adalah kondisi di mana seseorang secara tidak sadar menggerakkan atau menggesekkan gigi, baik saat terjaga maupun saat tidur. Kebiasaan ini menyebabkan keausan enamel, meningkatkan sensitivitas gigi, serta dapat menyebabkan nyeri pada otot rahang dan sakit kepala. 

Bruxism sering dikaitkan dengan stres, kecemasan, atau gangguan tidur, dan dapat terjadi pada orang dewasa maupun anak-anak. Untuk mengatasi bruxism, gunakan pelindung gigi (mouthguard) saat tidur, kelola stres melalui teknik relaksasi atau terapi, serta konsultasikan dengan dokter gigi untuk perawatan lanjutan yang sesuai dengan kondisi Anda.

Bagaimana Cara Mengobati Gigi Bawah yang Ngilu?

Penanganan ngilu pada gigi bawah tergantung pada penyebabnya. Berikut beberapa langkah yang bisa Anda lakukan:

  • Gunakan Pasta Gigi Khusus untuk Gigi Sensitif

Pasta gigi ini mengandung bahan aktif seperti potassium nitrate atau strontium chloride yang membantu mengurangi sensitivitas saraf gigi.

  • Perbaiki Teknik Menyikat Gigi

Gunakan sikat gigi berbulu lembut dan sikat dengan gerakan ringan. Hindari menyikat gigi terlalu keras karena dapat merusak lapisan email.

  • Hindari Makanan dan Minuman Pemicu

Kurangi konsumsi makanan asam, manis, atau ekstrem dalam suhu untuk mencegah iritasi lebih lanjut.

  • Gunakan Obat Kumur Berfluoride

Obat kumur ini dapat membantu memperkuat enamel gigi dan mengurangi sensitivitas.

  • Perawatan di Klinik Gigi

Jika ngilu tidak membaik dalam beberapa minggu, segera konsultasikan ke dokter gigi. Perawatan yang mungkin dilakukan meliputi:

  • Aplikasi Fluoride Topikal: Untuk memperkuat email gigi.
  • Tambalan Gigi: Jika ada karies atau retakan.
  • Perawatan Saluran Akar (Root Canal): Jika saraf gigi terinfeksi.
  • Scaling dan Root Planing: Untuk membersihkan plak dan tartar di bawah garis gusi.

Secara garis besar, sangat disarankan untuk langsung mengunjungi dokter gigi jika Anda merasakan ngilu atau ada hal yang mengganggu dan berkaitan dengan gigi Anda. Jika Anda mengalami gigi bawah yang ngilu, Damessa hadir sebagai solusi terpercaya untuk perawatan kesehatan gigi Anda. 

Damessa Family Dental Care bisa menjadi pilihan untuk mendapatkan perawatan gigi yang komprehensif. Damessa memiliki lebih dari 15 tahun pengalaman di bidang perawatan gigi dengan jaringan klinik yang tersebar di Jabodetabek.

Di Damessa, Anda bisa mendapatkan berbagai layanan mulai dari pembersihan karang gigi (scaling), tambal gigi, perawatan saraf gigi, pencabutan, pemasangan behel, veneer, bleaching, hingga perawatan gigi untuk anak.

Jangan abaikan rasa ngilu yang terus berlanjut, karena penanganan dini dapat mencegah masalah yang lebih serius. Kunjungi Damessa untuk mendapatkan perawatan gigi yang profesional dan tepat.