Gigi Berubah Warna

Rekap singkat!

  • Gigi berubah warna dapat disebabkan oleh penuaan, gaya hidup seperti merokok dan konsumsi minuman berwarna, serta faktor intrinsik seperti trauma dan paparan obat.
  • Bleaching masih bisa dilakukan jika gigi dalam kondisi vital dan perubahan warna bersifat ringan hingga sedang, terutama akibat faktor ekstrinsik.
  • Jika perubahan warna disebabkan oleh saraf gigi yang mati atau kerusakan internal, diperlukan perawatan lain seperti saluran akar, veneer, atau mahkota gigi.

Halo, Sahabat Damessa! Meskipun terlihat dengan jelas, tetapi nyatanya gigi masih sering menjadi komponen dari tubuh yang disepelekan oleh banyak orang. Tanpa disadari, gigi berubah warna dan tidak menjadi seputih dulu. Bahkan dalam beberapa kasus, gigi berubah warna menjadi hitam! Pikiran untuk melakukan bleaching pasti akan muncul dalam keadaan seperti ini. Nah, kalau menurut Sahabat Damessa sendiri, kira-kira masih bisa bleaching atau tidak, ya? Kalau mau tahu baca di artikel berikut, yuk!

Kenapa Gigi Berubah Warna?

Ketika melihat orang-orang dengan gigi yang tampak mulai menguning, terkadang terbesit rasa penasaran. Namun, ternyata warna gigi alami memang bervariasi dari kuning muda hingga putih keabu-abuan, lho!

Hal ini dikarenakan salah satu struktur penyusun gigi, yakni dentin umumnya memiliki rona kekuningan, sedangkan enamel (struktur paling luar dari gigi) memiliki sifat translusensi atau tembus cahaya sehingga dari luar gigi akan tampak sedikit memiliki rona kuning. Ketebalan enamel ini juga akan memengaruhi sifat tembus cahayanya. Pada umumnya, gigi bisa berubah warna karena beberapa hal, di antaranya:

1. Penuaan

Seiring bertambahnya usia, lapisan enamel pada gigi secara alami akan mengalami penipisan akibat proses abrasi dan erosi yang terjadi bertahun-tahun. Ketika enamel menipis, lapisan dentin yang berwarna lebih kuning di bawahnya menjadi lebih terlihat, sehingga gigi berubah warna lebih gelap atau kusam.

2. Gaya Hidup

a. Merokok

Kebiasaan merokok menjadi salah satu penyebab utama perubahan warna gigi secara ekstrinsik. Kandungan nikotin dan TAR dalam rokok mudah menempel pada permukaan enamel dan membentuk noda kuning hingga kecoklatan yang sulit hilang hanya dengan menyikat gigi biasa.

b. Minuman Kromogenik

Minuman-minuman kromogenik atau minuman yang mengandung warna, seperti kopi, teh, dan anggur merah, serta beberapa buah-buahan yang berwarna mampu menyebabkan terjadinya diskolorisasi atau gigi berubah warna secara ekstrinsik.

3. Faktor Intrinsik

Faktor intrinsik dalam hal ini adalah paparan tetrasiklin selama proses pembentukan gigi, adanya trauma gigi sehingga saraf gigi menjadi mati, maupun fluorosis yang mampu menyebabkan perubahan pada struktur internal gigi. Ketika gigi berubah warna dikarenakan faktor intrinsik, maka perawatannya akan lebih susah.

Apa Artinya Kalau Warna Gigi Sampai Menghitam?

Jika gigi depan berubah menjadi kehitaman seperti pada gambar, ada beberapa kemungkinan penyebab yang perlu diwaspadai, ya, Sahabat Damessa. Salah satunya adalah kondisi saraf gigi yang sudah mati atau tidak lagi vital. Hal ini dapat terjadi akibat trauma lama, seperti benturan yang mungkin tidak langsung menimbulkan rasa sakit tetapi perlahan merusak jaringan di dalam gigi.

Baca juga: Jenis Gigi Palsu dan Harganya Lengkap Berdasarkan Metode Pemasangan

Selain itu, gigi yang berlubang dan tidak segera ditambal juga dapat menyebabkan gigi berubah warna. Jika bakteri sudah mencapai pulpa atau saraf gigi, infeksi dapat mengganggu suplai darah dan nutrisi ke jaringan tersebut. Akibatnya, gigi kehilangan vitalitasnya dan berubah warna menjadi lebih gelap atau kehitaman.

Diskolorasi gigi depan
Gambar 1. Diskolorasi gigi depan (Zhu & Guan, 2017)

Jadi, Masih Bisa Bleaching atau Tidak?

Keputusan apakah gigi masih bisa dilakukan bleaching atau tidak harus ditentukan melalui pemeriksaan langsung oleh dokter gigi, ya, Sahabat Damessa. Secara umum, prosedur bleaching masih dapat dilakukan apabila gigi dalam kondisi vital atau sarafnya masih hidup dan sehat. Selain itu, perubahan warna yang terjadi sebaiknya masih dalam kategori ringan hingga sedang agar respons terhadap bahan bleaching optimal. Bleaching juga lebih efektif jika penyebab perubahan warna berasal dari faktor ekstrinsik, seperti kebiasaan merokok atau konsumsi minuman kromogenik seperti kopi dan teh.

Ketika kondisi-kondisi tersebut tidak terpenuhi dikarenakan adanya perubahan warna dari dalam (faktor intrinsik), seperti saraf gigi yang mati dan adanya tambalan yang bocor sehingga bakteri masih bisa tetap masuk, bleaching tidak disarankan lagi. Pada kondisi-kondisi seperti ini, biasanya perawatan saluran akar yang dilanjutkan dengan pembuatan mahkota gigi, penggantian tambalan lama, dan pembuatan veneer lebih direkomendasikan. 

Jadi, sekarang Sahabat Damessa sudah tahu, kan, kalau tidak semua gigi bisa bleaching? Artikel ini hanya membahas mengenai keadaan umum gigi yang masih bisa melakukan tindakan bleaching, tetapi Sahabat Damessa tidak boleh self diagnose, ya! Untuk tahu keadaan pastinya, yuk kunjungi Klinik Damessa terdekat untuk mendapatkan perawatan bleaching profesional! Sahabat Damessa juga bisa mendapatkan informasi lainnya dengan cek Instagram @damessa.dentalclinic.

Referensi:

  • Pustina, T., Salihu, B., Stavileci, M., Lila, Z., & Veronneau, J. (2025). Evaluation of Tooth Color Changes at Different Concentrations of Zirconia Toothpaste: A Pilot In Vitro Study. Dentistry journal, 13(10), 452. https://doi.org/10.3390/dj13100452
  • Zhu, X., & Guan, W. (2017). One Case of Root Tip Foreign Body of Anterior Tooth Trauma. Open Journal of Stomatology, 07, 353-360.