gigi perokok

Gigi perokok sebenarnya bisa mengalami berbagai masalah kesehatan. Sebab, kebiasaan merokok berpotensi mempengaruhi warna gigi, menyebabkan bau mulut yang tak kunjung hilang, hingga risiko penyakit serius seperti kanker mulut. Jadi, efek merokok terhadap kesehatan oral tidak bisa dianggap sepele.

Kandungan zat kimia berbahaya dalam rokok seperti nikotin dan tar dapat merusak jaringan mulut, mengganggu produksi air liur, serta meningkatkan risiko infeksi bakteri. Akibatnya, perokok lebih rentan mengalami berbagai masalah kesehatan mulut yang dapat berdampak jangka panjang.

Rekap Singkat!

  • Merokok dapat mempengaruhi warna gigi karena kandungan nikotin dan tar yang menempel pada enamel gigi.
  • Kebiasaan merokok dapat memicu bau mulut akibat penurunan produksi air liur dan penumpukan bakteri di rongga mulut.
  • Risiko penyakit gusi dan kehilangan gigi meningkat karena merokok melemahkan sistem kekebalan tubuh dan memperlambat penyembuhan luka.
  • Kandungan karsinogen dalam rokok dapat meningkatkan risiko kanker mulut yang sering kali terdeteksi pada tahap lanjut.

Mari kita bahas secara mendalam kondisi gigi yang perlu diwaspadai oleh Anda sebagai perokok!

1. Perubahan Warna Gigi Perokok

Nikotin dan tar dalam rokok dapat menyebabkan gigi berubah warna menjadi kuning atau bahkan cokelat. Zat-zat ini menempel pada enamel gigi dan menciptakan noda yang sulit dihilangkan meskipun dengan perawatan rutin. Perubahan warna ini dapat mempengaruhi kepercayaan diri dan estetika senyuman seseorang.

Selain itu, perubahan warna gigi pada perokok lebih sulit diatasi dibandingkan noda dari makanan atau minuman. Ini karena partikel tar yang lebih pekat dan melekat kuat. Untuk itu, prosedur pemutihan gigi profesional sering kali menjadi satu-satunya solusi untuk mengembalikan warna alami gigi.

2. Bau Mulut (Halitosis)

Merokok dapat menyebabkan bau mulut yang tidak sedap. Sebab, partikel rokok yang tertinggal di rongga mulut berkontribusi pada aroma yang kurang menyenangkan. Merokok juga mengurangi produksi air liur dan menciptakan lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan bakteri penyebab bau mulut. 

Air liur berfungsi sebagai pembersih alami yang membantu menghilangkan sisa makanan dan bakteri. Ketika produksinya menurun akibat merokok, risiko bau mulut kronis meningkat secara signifikan. Hal ini membuat perokok rentan mengalami halitosis meskipun menjaga kebersihan mulut secara rutin.

3. Penyakit Gusi (Periodontal)

Perokok memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit gusi. Sebab, merokok melemahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga sulit melawan infeksi gusi. Akibatnya, peradangan gusi dapat berkembang menjadi periodontitis, yang dapat merusak tulang penyangga gigi dan berujung pada kehilangan gigi.

Tanda awal penyakit gusi meliputi gusi merah, bengkak, mudah berdarah saat menyikat gigi, dan bau mulut kronis. Jika tidak diobati, infeksi ini dapat menyebar ke jaringan penyangga gigi lainnya, mempercepat kerusakan, bahkan meningkatkan risiko kehilangan gigi.

4. Penyembuhan Luka yang Lambat

Merokok menghambat aliran darah ke jaringan mulut. Hal ini akan memperlambat proses penyembuhan setelah prosedur dental seperti pencabutan gigi atau operasi gusi. Hal ini meningkatkan risiko komplikasi pasca operasi dan infeksi.

Nikotin juga menyebabkan penyempitan pembuluh darah, mengurangi aliran oksigen dan nutrisi ke jaringan yang sedang dalam proses pemulihan. Akibatnya, perokok sering mengalami proses penyembuhan yang lebih lama dan berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi.

5. Peningkatan Risiko Kanker Mulut

Kandungan karsinogen dalam rokok seperti nikotin dan tar dapat meningkatkan risiko berkembangnya kanker mulut. Kanker mulut dapat berkembang secara diam-diam tanpa gejala yang mencolok hingga mencapai tahap lanjut. Gejala awal mungkin termasuk luka yang tidak sembuh-sembuh, bercak putih atau merah di mulut, dan pembengkakan. 

6. Menurunkan Indra Pengecap dan Penciuman

Merokok dapat mengurangi sensitivitas indera pengecap dan penciuman. Zat kimia dalam asap rokok merusak sel-sel pengecap di lidah dan reseptor penciuman di hidung, mengakibatkan penurunan kemampuan mendeteksi rasa dan bau. Hal ini membuat perokok kurang dapat menikmati rasa makanan dan aroma. Sehingga, dapat mempengaruhi nafsu makan dan kualitas hidup secara keseluruhan.

7. Pembentukan Karang Gigi

Plak yang tidak dibersihkan dapat mengeras menjadi karang gigi. Perokok cenderung memiliki penumpukan karang gigi lebih banyak, yang dapat menyebabkan iritasi gusi dan memperburuk kondisi periodontal. Karang gigi yang tidak dihilangkan dapat menyebabkan infeksi dan memperparah peradangan gusi.

Pembersihan karang gigi oleh dokter gigi diperlukan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Selain itu, perokok disarankan untuk melakukan pemeriksaan gigi secara rutin guna memantau kondisi kesehatan mulut.

Hindari Risiko Kesehatan Gigi Akibat Merokok!

Jika Anda ingin menjaga kesehatan gigi dan mulut tetap optimal, langkah terbaik adalah mengurangi atau bahkan berhenti merokok. Merokok dapat menyebabkan berbagai masalah, mulai dari perubahan warna gigi, bau mulut yang tidak sedap, hingga risiko penyakit serius seperti kanker mulut.

Untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut Anda juga bisa rutin melakukan pemeriksaan serta perawatan gigi di Damessa Family Dental Care yang sudah dipercaya banyak orang selama lebih dari 16 tahun dan memiliki dokter gigi profesional. Damessa siap membantu Anda dalam perawatan kesehatan gigi dan layanan berkualitas.

Kunjungi cabang Damessa Family Dental Care yang tersebar di wilayah Jakarta Selatan, Bekasi, Bogor, Depok, dan Tangerang Selatan. Dapatkan konsultasi dan solusi terbaik untuk kesehatan gigi Anda!

Yuk, rawat gigi Anda bersama Damessa! Untuk info lebih lanjut dan konten menarik lainnya, follow juga Instagram @damessa.dentalclinic.

Referensi:

Reibel, J. (2003). Tobacco and oral diseases. Update on the evidence, with recommendations. Medical Principles and Practice, 12(Suppl 1), 22–32. https://doi.org/10.1159/000069845

Ditinjau oleh: drg. Brenda Regina Christy

Dokter gigi lulusan pendidikan Dokter Gigi Universitas Airlangga yang merupakan seorang Supervisor Dentist Human Capital di Damessa Dental Care.