Gigi yang Dicabut Tanpa Pengganti

Rekap singkat!

  • Gigi yang dicabut tanpa pengganti akan menyebabkan gigi di sekitarnya bergerak mengisi ruang kosong sehingga dapat menyebabkan masalah gigi.
  • Tanpa tekanan dari akar gigi, tulang rahang akan menyusut perlahan sehingga dapat memengaruhi struktur wajah dan menyulitkan perawatan di masa depan.
  • Kehilangan satu gigi dapat mengubah pola mengunyah dan berpotensi menyebabkan nyeri otot rahang atau gangguan sendi rahang (TMD).

Pernah merasa, “Ah, gigi yang dicabut kan cuma satu. Ya sudah, biarin kosong dulu aja gak sih?”. Kelihatannya memang sepele, tapi kenyataannya… ruang kosong dari gigi yang dicabut tanpa pengganti bisa memicu banyak perubahan diam-diam di dalam mulut. Perubahannya pelan, tidak terasa hari ini tapi muncul beberapa bulan hingga bertahun-tahun kemudian.

Akibat Membiarkan Gigi yang Dicabut Tanpa Pengganti

Supaya tidak menyesal di masa depan, yuk pahami apa saja yang bisa terjadi kalau membiarkan gigi yang dicabut tanpa pengganti!

1. Gigi di Sekitar Mulai Bergerak

Gigi tidak berdiri sendiri, mereka saling menahan satu sama lain. Ketika satu hilang, gigi di sebelahnya akan cenderung bergerak mengisi ruang yang kosong. Pergeseran ini biasanya tidak terasa, tapi lama-lama posisinya berubah, miring, atau keluar jalur.

Efeknya bisa membuat gigitan tidak nyaman, makanan lebih mudah terselip, dan pada akhirnya gigi yang tadinya sehat ikut bermasalah. Literatur prostodontik menyebutkan bahwa pergerakan ini dapat mulai terjadi hanya dalam hitungan bulan setelah pencabutan.

2. Gigi Lawan Kehilangan Penopang Sehingga Posisinya Turun

Jika gigi bawah dicabut, gigi atas yang tadinya menggigit ke area itu akan terus turun karena tidak ada lagi lawan kunyah. Kondisi ini disebut supereruption. Gigi yang turun ini bisa menjadi lebih panjang, lebih sensitif, atau bahkan merusak jaringan sekitarnya. Pada beberapa kasus, gigitan jadi tidak stabil sehingga memengaruhi seluruh rahang.

3. Tulang Rahang Menyusut

Inilah perubahan paling besar yang sering diabaikan. Tulang rahang membutuhkan tekanan kunyah dari akar gigi untuk tetap kokoh. Setelah gigi dicabut, rangsangan itu hilang, dan tulang mulai menyusut secara perlahan.

Penelitian menunjukkan bahwa dalam 3 tahun pertama, tulang rahang dapat kehilangan hingga setengah dari volumenya. Penyusutan ini tidak hanya membuat pipi tampak lebih cekung, tetapi juga menyulitkan perawatan di masa depan, misalnya pemasangan implan akan membutuhkan tambahan tulang terlebih dahulu.

Baca juga: Kapan Waktu Ideal untuk Kunjungan Pertama ke Dokter Gigi Anak?

4. Fungsi Kunyah Tak Lagi Seimbang

Meski hanya satu gigi hilang, pola mengunyah bisa berubah drastis. Banyak orang secara tidak sadar lebih sering mengunyah di satu sisi yang masih lengkap. Kebiasaan ini membuat otot rahang bekerja tidak seimbang dan berpotensi menimbulkan rahang sakit, pegal, atau bahkan gangguan sendi rahang (temporomandibular disorder).

5. Area ‘Kosong’ Ini Dapat Menjadi Sumber Masalah

Ruang kosong cenderung mudah mengumpulkan sisa makanan. Tanpa gigi yang menjadi penahan, makanan dapat terselip lebih sering dan lebih dalam. Hal ini memicu radang gusi, bau mulut, hingga kerusakan pada gigi di sebelahnya. Sering kali pasien baru menyadari masalah dari gigi yang dicabut tanpa pengganti setelah muncul keluhan, padahal semuanya bermula dari satu ruang kecil yang dibiarkan begitu saja.

Jadi, Mengapa Mengganti Gigi yang Hilang Itu Penting?

Tujuannya bukan sekadar mengisi celah agar terlihat rapi, tetapi untuk menjaga stabilitas seluruh sistem mulut. Ada beberapa pilihan yang bisa dipertimbangkan seperti implan gigi, bridge, atau gigi tiruan. Masing-masing memiliki kelebihan dan pemilihannya harus disesuaikan dengan kondisi tulang, susunan gigitan, dan kesehatan gigi lainnya. Semakin cepat ruang kosong digantikan, semakin kecil risiko perubahan besar yang terjadi di mulut.

Membiarkan gigi yang dicabut tanpa pengganti bukanlah keputusan kecil. Ada perubahan posisi gigi, pergerakan gigi lawan, penyusutan tulang, penurunan fungsi kunyah, dan potensi masalah gusi yang bisa muncul. Sebagian besar perubahan ini berjalan perlahan lho, di awal memang tidak terasa sama sekali, tetapi dampaknya muncul bertahun-tahun kemudian.

Kalau kamu baru saja mencabut gigi atau punya ruang kosong yang sudah lama dibiarkan, konsultasikan pada dokter gigi di Damessa Dental Care untuk mencari solusi terbaik. Senyum yang sehat selalu dimulai dari keputusan kecil yang tepat waktu! Kamu juga dapat mengikuti Instagram Damessa di @damessa.dentalclinic untuk informasi seputar konsultasi dan kesehatan gigi.