
Rekap singkat!
- Gigi tidak hanya berfungsi untuk mengunyah, tetapi juga berperan dalam berbicara, menjaga struktur wajah, dan menunjang kepercayaan diri.
- Kehilangan gigi yang dibiarkan dapat menyebabkan pergeseran gigi lain, gangguan gigitan, serta perubahan struktur wajah.
- Implan gigi menjadi solusi jangka panjang dengan tingkat keberhasilan tinggi untuk menggantikan gigi hilang dan mengembalikan fungsi serta estetika secara optimal.
Halo, Sahabat Damessa. Tahun baru identik dengan berbagai macam resolusi baru yang ingin kita raih, bukan? Hidup lebih sehat dan tampil lebih percaya diri juga menjadi bagian dari resolusi tersebut. Salah satu cara untuk meningkatkan kepercayaan diri adalah dengan menggantikan gigi-gigi kita yang sudah hilang dengan implan gigi.
Gigi hilang bisa disebabkan oleh seringnya mengonsumsi makanan manis hingga berlubang dan perlu dicabut, kecelakaan, maupun karena faktor usia. Lantas, bagaimana cara mengganti gigi yang hilang dengan implan gigi? Apakah fungsi gigi sepenting itu hingga bisa meningkatkan kepercayaan diri? Yuk, Sahabat Damessa, simak di artikel berikut ini, ya!
Apa Saja Fungsi dari Gigi?
Sering kali kita berpikir bahwa gigi hanya berfungsi untuk mengunyah nasi, menggigit daging, serta makanan keras lainnya. Pada intinya, fungsi gigi yang kita tahu adalah untuk membantu mempermudah kita memakan sesuatu (fungsi mastikasi). Namun, apakah Sahabat Damessa tahu bahwa fungsi gigi kita lebih dari itu? Gigi ternyata juga membantu kita untuk berbicara (fungsi fonetik), menjaga saluran napas tetap terbuka, serta menjadi dasar atau fondasi bagi struktur wajah (fungsi estetika) kita, lho!
1. Mastikasi
Gigi, tepatnya struktur dari gigi itu sendiri, yakni enamel merupakan struktur yang paling kuat dalam tubuh mengalahkan kuatnya tulang tubuh. Hal ini dikarenakan enamel memiliki kandungan mineral yang sangat tinggi, lho, Sahabat Damessa! Setiap harinya gigi harus mempertahankan kemampuan untuk tahan terhadap patahan dan mampu menahan gaya serta tekanan yang sangat besar untuk menjalankan fungsi utamanya dalam pengunyahan. Fungsi ini melibatkan pemotongan (cutting), pencampuran (mixing), dan penggilingan (grinding) makanan agar lidah dan orofaring dapat membentuknya menjadi bolus sehingga mudah untuk ditelan.

2. Fonetik
Pada kenyataannya, selain memiliki fungsi mastikasi, gigi juga memainkan peran yang penting dalam menghasilkan suara-suara tertentu. Proses memproduksi suatu suara merupakan proses yang sangat rumit dan melibatkan gerakan terkoordinasi dari berbagai struktur mulut, termasuk lidah, bibir, rahang, dan otot-otot pengunyahan. Dalam hal ini gigi berfungsi sebagai landasan bagi lidah. Gigi dan lidah beserta bibir menghalangi dan mengatur aliran udara yang masuk sehingga kita bisa mengartikulasikan huruf-huruf konsonan. Ketika ada gigi yang hilang, koordinasi antar berbagai struktur rongga mulut akan terganggu, lho!
3. Estetika
Selain memiliki fungsi untuk mengunyah dan berbicara, nyatanya gigi juga memiliki peran penting dalam mendukung estetika wajah, lho, Sahabat Damessa! Studi menunjukkan ketika terjadi gigi ompong terutama pada gigi bagian depan, banyak orang cenderung menjadi lebih minder untuk bersosialisasi, melakukan pekerjaan, dan aktivitas sehari-hari dikarenakan turunnya rasa percaya diri. Hal ini dikarenakan gigi merupakan elemen yang penting pada wajah seseorang. Adanya gigi pada rongga mulut juga menahan struktur jaringan lunak, seperti kulit agar tidak turun dan memberikan kesan kerutan pada wajah.
Bagaimana Jika Ada Gigi yang Hilang?
Ketika ada ruang kosong yang dibiarkan terlalu lama, maka gigi-gigi di sebelahnya akan mulai bermigrasi atau bergeser mengisi ruang kosong tersebut. Hal ini terjadi pula pada gigi yang berlawanan, lho! Sebagai contoh, ketika gigi geraham bawah sebelah kiri kita hilang, maka gigi geraham di sebelahnya bisa bergeser secara perlahan mengisi kekosongan ruang tersebut.
Gigi geraham atas pada sebelah kiri pun akan menjadi lebih turun ke bawah karena kehilangan kontak dengan gigi antagonisnya. Mengapa demikian, ya? Hal ini dikarenakan gigi selalu mencari oklusi atau gigitan dengan gigi yang berlawanan. Ketika gigitan yang tepat ini tidak ditemukan, maka gigi akan cenderung lebih ‘turun’ dibandingkan sebelumnya.
Apakah Gigi yang Hilang Bisa Digantikan Kembali?
Kabar baiknya, Sahabat Damessa, gigi yang hilang bisa digantikan kembali dengan beberapa pilihan perawatan. Salah satu solusi yang saat ini dianggap paling mendekati gigi asli adalah implan gigi. Implan gigi merupakan suatu perangkat medis yang digunakan secara fungsional dan estetika demi merehabilitasi kehilangan satu atau lebih gigi melalui dukungan tulang secara langsung. Implan gigi terdiri dari beberapa bagian, diantaranya implant fixture yang ditanam ke dalam tulang rahang sebagai pengganti akar gigi, abutment sebagai penghubung, dan mahkota gigi (crown) yang berfungsi menyerupai gigi asli secara bentuk dan warna.
Baca juga: Harga Gigi Palsu Permanen dan Faktor yang Mempengaruhinya

Mengapa Implan Gigi Perlu Menjadi Resolusi Tahun Baru?
Tahun baru sering dijadikan momen untuk memperbaiki kualitas hidup, termasuk kesehatan gigi dan kepercayaan diri. Mengganti gigi yang hilang dengan implan bukan hanya soal estetika, tetapi juga investasi jangka panjang bagi kesehatan rongga mulut. Berikut ini keunggulan-keunggulan yang dapat diperoleh dari implan gigi.
1. Tingkat kesuksesan yang tinggi
Studi menunjukkan bahwa penggunaan implan selama 10 tahun memiliki tingkat kesuksesan di atas 97%. Hal ini berati kegagalan yang terjadi pasca pemasangan implan, bahkan setelah 10 tahun pemakaian, sangatlah sedikit.
2. Risiko terjadinya karies rendah
Hal ini dikarenakan pada pemasangan implan tidak memerlukan keterlibatan gigi yang bersebelahan, sehingga risiko terjadinya karies dan masalah endodontik akan menurun, terutama pada gigi yang bersebelahan.
3. Pemeliharaan tulang yang lebih baik pada area gigi yang hilang
Implan dan teknik pendukungnya bukan hanya menggantikan gigi yang hilang, tetapi juga membantu mempertahankan volume dan struktur tulang di tempat gigi hilang agar fungsi dan estetika jangka panjang tetap optimal.
4. Penurunan sensitivitas pada gigi-gigi yang berdekatan
Hal ini dikarenakan pemasangan implan tidak perlu mengurangi gigi-gigi yang berdekatan, yang pada umumnya dilakukan pada pembuatan gigi jembatan untuk menopang mahkota tiruannya, sehingga sensitivitas pada gigi-gigi yang berdekatan tetap terjaga.
Apakah Implan Gigi Bisa Digunakan Semua Orang?
Meski demikian, ketika Sahabat Damessa ingin menggantikan gigi yang hilang dengan menggunakan implan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dengan seksama, lho! Berikut di antaranya:
1. Kondisi kesehatan rongga mulut yang baik
Ketika kondisi kesehatan rongga mulut Sahabat Damessa cukup baik, meliputi kondisi rongga mulut, kondisi gusi, dan kondisi tulang rahang yang cukup baik, maka kemungkinan untuk melakukan perawatan implan juga semakin tinggi.
2. Ada tidaknya kebiasaan buruk
Kebiasaan buruk, yang meliputi bruxism dan merokok akan menjadi hal yang sangat dipertimbangkan sebelum pemasangan implan, lho! Hal ini dikarenakan kebiasaan buruk pasien akan memengaruhi bagaimana kondisi gusi dan jaringan pendukung gigi, serta kondisi tulang rahangnya.
3. Ada tidaknya penyakit sistemik
Adanya penyakit sistemik, seperti diabetes melitus menjadi hal yang paling dipertimbangkan oleh dokter gigi ketika akan melakukan perawatan implan. Alasannya pun tidak jauh berbeda dengan ada tidaknya kebiasaan buruk. Ketika seseorang memiliki riwayat penyakit diabetes melitus, umumnya tulang rahangnya akan mengalami penurunan.
Nah, saat ini Sahabat Damessa sudah mengerti, kan, mengapa implan bisa menjadi resolusi tahun baru untuk mendapatkan kembali kepercayaan diri yang hilang? Tahun baru adalah momen yang tepat untuk mulai berinvestasi pada kesehatan dan kualitas hidup. Jadi tunggu apa lagi, Sahabat Damessa, yuk segera gantikan gigi hilangmu dengan implan di Klinik Damessa terdekat dengan Spesialis Prostodonsia berpengalaman! Untuk info menarik lainnya, cek Instagram @damessa.dentalclinic juga, ya.
Referensi:
- AlRowis, R., Albelaihi, F., Alquraini, H., Almojel, S., Alsudais, A., & Alaqeely, R. (2025). Factors Affecting Dental Implant Failure: A Retrospective Analysis. Healthcare (Basel, Switzerland), 13(12), 1356. https://doi.org/10.3390/healthcare13121356
- Cinquini, C., Izzetti, R., Porreca, A., Iezzi, G., Nisi, M., & Barone, A. (2024). Alveolar ridge preservation and its impact on marginal bone level changes around dental implants: A retrospective, cohort comparative study. Clinical implant dentistry and related research, 26(6), 1162–1171. https://doi.org/10.1111/cid.13379
- Farci F, Soni A. Histology, Tooth. [Updated 2023 Jun 26]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2025 Jan-. [Figure, A cross-section of a permanent…] Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK572055/figure/article-131375.image.f2/
- Guo, D., Pan, S., Mühlemann, S., Zhou, Y., & E. Jung, R. (2020). The migration of neighboring and antagonist teeth three months after implant placement in healed single tooth‐missing sites. Clinical Oral Implants Research, 32(2), 233–241. https://doi.org/10.1111/clr.13694
- Gupta R, Gupta N, Weber, DDS KK. Dental Implants. [Updated 2023 Aug 8]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2025 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK470448/
- Solís Pinargote, N. W., Yanushevich, O., Krikheli, N., Smirnov, A., Savilkin, S., Grigoriev, S. N., & Peretyagin, P. (2024). Materials and methods for all-ceramic dental restorations using computer-aided design (CAD) and computer-aided manufacturing (CAM) technologies—a brief review. Dentistry Journal, 12(3), 47. https://doi.org/10.3390/dj12030047
- Kaur, P., Singh, S., Mathur, A., Makkar, D. K., Aggarwal, V. P., Batra, M., Sharma, A., & Goyal, N. (2017). Impact of Dental Disorders and its Influence on Self Esteem Levels among Adolescents. Journal of clinical and diagnostic research : JCDR, 11(4), ZC05–ZC08. https://doi.org/10.7860/JCDR/2017/23362.9515