Kista gigi adalah kantung berisi cairan yang terbentuk di jaringan gigi atau tulang rahang. Kondisi ini sering kali berkembang tanpa gejala yang jelas, namun jika tidak ditangani, dapat menyebabkan komplikasi serius seperti infeksi, kerusakan struktur gigi, hingga kehilangan gigi. 

kista gigi

Kista ini bisa muncul akibat infeksi yang tidak diobati, trauma gigi, atau pertumbuhan gigi yang tidak normal. Oleh karena itu, memahami penyebab, gejala, serta pilihan perawatan kista gigi sangat penting untuk mencegah dampak yang lebih buruk.

Rekap Singkat!

  • Kista gigi adalah kantung berisi cairan yang terbentuk di jaringan gigi atau tulang rahang.
  • Penyebab utama meliputi infeksi gigi yang tidak diobati, trauma pada gigi, dan impaksi gigi.
  • Gejala umumnya meliputi gusi bengkak, gigi bergeser, sensitivitas gigi, dan benjolan kecil di gusi.

Apa Itu Kista Gigi?

Kista gigi adalah jenis kista odontogenik yang ditandai dengan kantung berisi cairan di jaringan lunak dan tulang rahang. Kista ini dapat terbentuk di atas gigi yang belum erupsi atau gigi yang mengalami infeksi.

Meskipun bersifat jinak, kista gigi dapat membesar dan menekan jaringan sekitarnya, menyebabkan pergeseran gigi atau bahkan kerusakan tulang. Jika tidak diatasi, kista dapat terinfeksi dan berkembang menjadi abses yang menimbulkan rasa sakit yang lebih parah.

Penyebab Kista Gigi

1. Infeksi Gigi yang Tidak Diobati 

Infeksi gigi adalah salah satu penyebab utama terbentuknya kista gigi. Infeksi ini dapat terjadi akibat gigi berlubang yang dibiarkan tanpa perawatan. Bakteri yang masuk ke dalam gigi dapat menyebabkan peradangan, dan tubuh membentuk kista sebagai respons untuk mengisolasi infeksi tersebut.

2. Trauma pada Gigi 

Cedera atau benturan pada gigi dapat memicu pembentukan kista. Trauma ini dapat merusak jaringan di sekitar gigi, dan sebagai mekanisme perlindungan, tubuh membentuk kantung berisi cairan yang berkembang menjadi kista.

3. Impaksi Gigi 

Gigi yang tidak tumbuh sempurna atau impaksi gigi sering dikaitkan dengan pembentukan kista. Gigi impaksi terjadi ketika gigi tidak memiliki cukup ruang untuk tumbuh normal dan tetap terjebak di bawah gusi. Hal ini sering terjadi pada gigi bungsu dan dapat menyebabkan kista folikular, yang berkembang di sekitar mahkota gigi yang belum erupsi.

Gejala dan Dampak Kista Gigi

1. Gusi Bengkak 

Pembengkakan gusi sering kali menjadi tanda awal adanya kista gigi. Gusi mungkin terasa lunak atau keras tergantung pada tingkat pertumbuhan kista.

2. Gigi Bergeser atau Longgar 

Kista yang membesar dapat menekan gigi di sekitarnya, menyebabkan pergeseran posisi gigi atau bahkan membuat gigi menjadi longgar.

3. Sensitivitas Gigi 

Rasa tidak nyaman atau nyeri saat mengunyah makanan panas atau dingin bisa menjadi indikasi adanya kista yang menekan saraf gigi.

4. Benjolan Kecil di Gusi 

Dalam beberapa kasus, kista dapat terlihat sebagai benjolan kecil di gusi. Jika kista terinfeksi, benjolan tersebut bisa menjadi abses dan menimbulkan rasa sakit yang hebat.

Pilihan Perawatan Kista Gigi

1. Penggunaan Obat-Obatan 

Jika kista masih dalam tahap awal dan belum menyebabkan komplikasi serius, dokter mungkin akan meresepkan antibiotik atau obat antiinflamasi untuk mengurangi peradangan dan mencegah infeksi lebih lanjut.

2. Perawatan Saluran Akar 

Jika kista berkembang akibat infeksi di dalam gigi, perawatan saluran akar dapat dilakukan untuk membersihkan infeksi dari dalam gigi dan mencegah kista membesar.

3. Pencabutan Gigi 

Dalam kasus tertentu, jika kista sudah menyebabkan kerusakan yang parah pada gigi dan tidak dapat diperbaiki, pencabutan gigi mungkin menjadi solusi terbaik untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

4. Operasi Pengangkatan Kista 

Untuk kista yang sudah besar atau berisiko menimbulkan komplikasi, prosedur pembedahan dilakukan untuk mengangkat kista dari tulang rahang. Operasi ini bertujuan untuk mencegah kista tumbuh kembali dan mengurangi risiko infeksi.

Pencegahan Kista Gigi

  • Menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan menyikat gigi dua kali sehari dan menggunakan benang gigi.
  • Rutin memeriksakan gigi ke dokter gigi untuk mendeteksi masalah sejak dini dan mencegah terbentuknya kista.
  • Menghindari trauma pada gigi, misalnya dengan menggunakan pelindung mulut saat berolahraga.
  • Mengatasi masalah gigi berlubang atau infeksi segera sebelum berkembang menjadi kista.

Kista gigi adalah kondisi yang dapat berkembang tanpa gejala yang jelas tetapi bisa menimbulkan dampak serius jika tidak ditangani. Penyebabnya bervariasi, mulai dari infeksi yang tidak diobati, trauma gigi, hingga impaksi gigi. Gejala yang muncul bisa berupa pembengkakan gusi, pergeseran gigi, hingga benjolan kecil di gusi.

Untuk mengatasi kista gigi, tersedia berbagai pilihan perawatan mulai dari penggunaan obat-obatan, perawatan saluran akar, hingga operasi pengangkatan kista. Pencegahan terbaik adalah dengan menjaga kebersihan mulut, menghindari trauma gigi, dan rutin memeriksakan gigi ke dokter.

Jika Anda mengalami tanda-tanda kista gigi seperti gusi bengkak, rasa nyeri, atau benjolan di gusi, segera lakukan pemeriksaan ke dokter gigi untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Klinik Gigi Damessa siap membantu Anda dengan layanan profesional untuk memastikan kesehatan gigi Anda tetap terjaga.

Jangan abaikan masalah gigi Anda! Segera jadwalkan konsultasi dengan dokter gigi di Klinik Gigi Damessa untuk diagnosis dan perawatan yang optimal.

Ingin tahu lebih banyak informasi dan tips seputar kesehatan gigi? Temukan dan follow juga Instagram kami di @damessa.dentalclinic!

Referensi

Mayo Clinic. (n.d.). Jaw Tumors & Cysts: Symptoms, Causes, and Treatment. Retrieved from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/jaw-tumors-cysts/symptoms-causes/syc-20350973

Ditinjau oleh: drg. Brenda Regina Christy

Merupakan dokter gigi lulusan pendidikan Dokter Gigi Universitas Airlangga yang merupakan seorang Supervisor Dentist Human Capital di Damessa Dental Care.