
Ringkasan Singkat!
- Lem gigi permanen merupakan perekat khusus yang menjaga crown, veneer, dan bridge tetap stabil serta tahan terhadap tekanan kunyah.
- Terdapat beberapa jenis perekat seperti resin cement, GIC, RMGI, dan zinc phosphate yang dipilih sesuai kebutuhan klinis dan kondisi gigi.
- Perawatan dan kebiasaan setelah pemasangan berpengaruh pada daya tahan restorasi, sehingga konsultasi dokter gigi tetap diperlukan sebelum tindakan.
Keberhasilan tindakan dalam perawatan gigi tidak hanya ditentukan oleh material dan jenis perawatan yang digunakan. Ada komponen kecil namun sangat penting yang sering tidak disadari, yaitu perekat gigi. Perekat inilah yang memastikan crown, veneer, atau gigi tiruan tetap stabil saat digunakan berbicara maupun mengunyah.
Salah satu jenis perekat yang paling banyak digunakan adalah lem gigi permanen. Material ini berperan sebagai penghubung antara struktur gigi dengan restorasi buatan, sehingga hasil perawatan dapat bertahan lama dan nyaman digunakan.
Apa Itu Lem Gigi Permanen?
Lem gigi permanen adalah bahan perekat khusus dalam kedokteran gigi yang digunakan untuk menempelkan restorasi seperti crown, veneer, atau bridge ke permukaan gigi atau implan. Perekat ini dirancang untuk memiliki kekuatan ikatan tinggi dan tahan terhadap tekanan kunyah.
Studi The Journal of Adhesive Dentistry menunjukkan bahwa lem gigi permanen secara signifikan meningkatkan resistensi mekanis pada keramik dental dan memberikan ikatan yang sangat kuat, terutama untuk restorasi tipis seperti veneer.
Berbeda dengan perekat sementara, bahan permanen tidak dimaksudkan untuk dilepas kembali dalam waktu singkat. Perekat sementara biasanya digunakan saat masa percobaan sebelum pemasangan final, sedangkan perekat permanen digunakan setelah posisi dan bentuk restorasi dinilai sudah tepat.
Peran lem gigi permanen sangat luas dalam berbagai tindakan perawatan gigi. Berikut fungsi utama penggunaan lem gigi permanen pada prosedur restoratif.
- Menempelkan Crown Gigi
Crown gigi membutuhkan daya rekat kuat agar tidak bergeser saat menerima tekanan kunyah. Perekat permanen menjaga posisi crown tetap stabil dan mencegah celah yang dapat memicu karies sekunder. - Menahan Veneer
Veneer yang tipis memerlukan perekat dengan presisi tinggi. Lem gigi permanen membantu veneer melekat rapat pada permukaan email sehingga tampilan tetap natural. - Mengunci Bridge Gigi
Bridge menghubungkan beberapa gigi sekaligus, sehingga stabilitas sangat penting. Perekat memastikan struktur bridge tidak goyah saat digunakan sehari-hari. - Digunakan Pada Implan
Crown di atas implan tidak dapat berdiri sendiri tanpa perekat. Material ini berfungsi menghubungkan crown dengan struktur implan gigi secara aman.
Baca juga: Tips Jitu agar Gigi Palsu Awet & Tak Mudah Rusak
Jenis-Jenis Lem Gigi Permanen
Terdapat beberapa jenis perekat yang dipilih berdasarkan kebutuhan klinis, bahan restorasi, serta kondisi jaringan gigi pasien.
1. Resin Cement
Jenis ini memiliki kekuatan ikatan sangat tinggi dan estetika baik. Warna dapat disesuaikan dengan gigi sehingga cocok untuk veneer dan crown estetis. Lem gigi permanen tipe resin juga tahan terhadap tekanan kunyah tinggi.
2. Glass Ionomer Cement (GIC)
Material ini memiliki kemampuan melepaskan fluor yang membantu melindungi gigi dari karies. Biasanya digunakan pada kondisi tertentu yang membutuhkan perlindungan tambahan pada jaringan gigi.
3. Resin Modified Glass Ionomer (RMGI)
Merupakan kombinasi kekuatan resin dan perlindungan GIC. Banyak digunakan pada pemasangan crown karena memberikan stabilitas sekaligus perlindungan struktur gigi.
4. Zinc Phosphate Cement
Termasuk jenis klasik yang masih dipakai pada kondisi spesifik. Walaupun teknologi lebih modern tersedia, material ini tetap memiliki keandalan pada beberapa kasus restorasi.
Cara Kerja Lem Gigi Permanen
Agar dapat menempel dengan baik, perekat tidak langsung digunakan begitu saja. Ada beberapa tahapan penting yang harus dilakukan dokter agar hasilnya optimal. Berikut proses kerja lem gigi permanen secara umum.
- Persiapan Permukaan Gigi
Permukaan gigi dibersihkan dan dikeringkan terlebih dahulu. Tahap ini memastikan tidak ada kotoran atau kelembapan yang mengganggu daya rekat. - Proses Aplikasi Perekat
Perekat diaplikasikan secara merata pada bagian dalam restorasi atau gigi. Penempatan harus presisi agar tidak terjadi rongga udara. - Proses Pengerasan (Setting)
Material akan mengeras secara kimia atau dengan bantuan cahaya khusus. Pada tahap ini restorasi diposisikan dengan tekanan tertentu agar menempel sempurna. - Waktu Tunggu Sebelum Makan
Setelah pemasangan, pasien biasanya diminta menunggu beberapa waktu sebelum makan agar ikatan mencapai kekuatan maksimal.
Ketahanan lem gigi permanen juga dipengaruhi oleh beberapa kebiasaan sehari-hari, seperti tekanan gigitan, kebersihan mulut, dan jenis makanan yang dikonsumsi.
Hal Yang Perlu Diperhatikan Setelah Pemasangan
Setelah pemasangan selesai, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan agar hasil perawatan bertahan lama.
- Hindari Menggigit Benda Keras Dihindari
Hindari kebiasaan menggigit benda keras dalam beberapa hari pertama agar perekat beradaptasi dengan tekanan kunyah. - Makanan Yang Perlu Dihindari
Makanan sangat keras atau lengket sebaiknya dihindari sementara waktu karena dapat mengganggu stabilitas restorasi. - Cara Menjaga Kebersihan Gigi
Membersihkan gigi secara rutin menggunakan sikat lembut dan benang gigi membantu menjaga kekuatan ikatan serta kesehatan jaringan sekitar.
Perekat merupakan komponen penting dalam keberhasilan restorasi gigi. Lem gigi permanen berfungsi menjaga crown, veneer, maupun bridge tetap stabil dan nyaman digunakan dalam jangka panjang. Pemilihan jenis perekat harus disesuaikan dengan kondisi gigi serta kebutuhan perawatan agar hasilnya optimal. Sebelum menjalani tindakan restorasi, konsultasi dengan dokter gigi sangat dianjurkan untuk menentukan bahan dan metode yang paling sesuai.
Apabila menginginkan perawatan dengan penggunaan perekat berkualitas pada setiap prosedur, Damessa Dental Clinic dapat menjadi salah satu pilihan. Informasi kesehatan gigi lainnya juga tersedia melalui Instagram @damessa.dentalclinic. Yuk, cek sekarang juga!
Referensi:
- Heboyan, A., Vardanyan, A., Karobari, M. I., Marya, A., Avagyan, T., Tebyaniyan, H., Mustafa, M., Rokaya, D., & Avetisyan, A. (2023). Dental luting cements: An updated comprehensive review. Molecules, 28(4), 1619 . https://doi.org/10.3390/molecules28041619