Pernahkan kalian melihat iklan yang berseliweran di media sosial tentang obat kumur atau pasta gigi yang diklaim dapat merontokkan karang gigi? Klaim seperti itu tentunya terdengar menarik, terutama bagi orang-orang yang ingin menghilangkan karang gigi tanpa perlu ke dokter gigi. Tetapi, apakah produk tersebut benar-benar works atau itu hanya strategi pemasaran belaka? Yuk simak penjelasan berikut ini!

menghilangkan karang gigi

Rekap Singkat!

  • Menyikat gigi dan berkumur tidak bisa menghilangkan karang gigi itu mitos, menyikat dan berkumur hanya efektif untuk plak lunak, bukan plak yang telah mengeras.
  • Karang gigi yang dibiarkan dapat menyebabkan penyakit gusi, bau mulut, dan bahkan gigi tanggal akibat infeksi bakteri yang merusak jaringan penyangga gigi.
  • Satu-satunya cara menghilangkan karang gigi adalah dengan pembersihan profesional menggunakan ultrasonic scaler di dokter gigi.


Apa Itu Karang Gigi dan Bagaimana Bisa Terbentuk?

Karang gigi adalah lapisan atau deposit yang terbentuk dari plak yang mengeras pada permukaan gigi. Plak sendiri merupakan lapisan lunak yang lengket pada gigi, terdiri dari sisa makanan yang bercampur dengan bakteri. Jika plak tidak dibersihkan dengan baik saat menyikat gigi, lama-kelamaan plak akan mengeras akibat tercampur dengan mineral yang terkandung pada air liur dan terbentuklah karang gigi. 

Coba Anda bercermin dan lihat, apakah ada karang gigi pada gigi-geligi Anda? Jika Anda melihat ada lapisan kuning, atau kuning-kecoklatan atau bahkan kehitaman di sekitar leher gigi atau di sela-sela gigi, itu bisa jadi merupakan penumpukan karang gigi. Mungkin, pada beberapa orang, penumpukan karang gigi tidak menimbulkan gejala sakit atau rasa tidak nyaman. Namun, apakah itu artinya penumpukan karang gigi dibiarkan saja? Tentu tidak ya!

Bahaya Jika Penumpukan Karang Gigi Dibiarkan 

Apa sih yang akan terjadi kalau karang gigi tidak kunjung dibersihkan?  Penumpukan karang gigi dapat menyebabkan berbagai hal, salah satunya adalah peradangan pada gusi gusi atau gingivitis dimana gusi jadi lebih mudah berdarah dan dapat membengkak. 

Di dalam karang gigi, terdapat bakteri yang terus-menerus berkumpul dan berkembang biak, bakteri tersebut dapat “menggerogoti” tulang serta jaringan penyangga gigi dan menyebabkan peradangan atau yang biasa disebut dengan periodontitis. Tulang penyangga gigi lama-kelamaan akan turun sehingga dapat menyebabkan kegoyangan gigi, bahkan pada kasus yang parah, gigi sudah sangat goyang dan sudah tidak bisa dipertahankan lagi sehingga perlu dicabut atau tanggal dengan sendirinya 

Selain itu, penumpukan karang gigi juga dapat menimbulkan bau mulut yang tentunya tidak nyaman bagi pasien dan dapat menurunkan rasa percaya diri. Ditambah lagi, karang gigi dapat menyerap warna dari makanan dan minuman ataupun rokok, perubahan warna tersebut tentunya kurang enak dipandang

Bisakah Menhilangkan Karang Gigi dengan Menyikat Gigi dan Berkumur?

Jawabannya tidak ya teman-teman. Sikat gigi dan obat kumur memang efektif untuk  membersihkan sisa makanan dan plak yang sifatnya masih lunak dan belum mengeras. Namun, jika sudah mengeras menjadi karang gigi, tidak bisa dihilangkan dengan sikat gigi bahkan dengan pasta gigi khusus sekalipun. Berkumur pun demikian, sekalipun Anda berkumur dengan antiseptik, karang gigi tidak akan rontok

Menghilangkan karang gigi membutuhkan alat khusus yaitu ultrasonic scaler yang memang didesain khusus untuk merontokkan karang gigi. Getaran yang dihasilkan ultrasonic scaler mampu merontokkan karang yang menempel erat pada gigi tanpa merusak struktur gigi Anda. Selain itu, air yang dihasilkan dari ultrasonic scaler juga membantu meringankan rasa ngilu selama prosedur. Dengan demikian, satu-satunya cara yang efektif dan efisien untuk menghilangkan karang gigi adalah dengan perawatan profesional oleh dokter gigi. 

Cara Mencegah Pembentukan Karang Gigi

Tentunya, mencegah lebih baik daripada mengobati. Mencegah pembentukan karang gigi itu simple loh! Ikuti langkah-langkah berikut 

  • Sikat gigi secara teratur, yaitu 2x sehari (30 menit setelah sarapan & malam sebelum tidur) dan pastikan gunakan pasta gigi yang mengandung fluoride. Selain itu, pastikan untuk menyikat seluruh permukaan gigi, permukaan gigi yang menghadap pipi/bibir, menghadap lidah/langit-langit, dan permukaan kunyah. Pastikan juga sikat gigi menjangkau sampai gigi yang paling belakang ya!
  • Membersihkan sela-sela gigi dengan dental floss (bagi yang giginya berjejal) atau interdental brush (bagi yang giginya renggang-renggang). Sela-sela gigi seringkali menjadi tempat penumpukan plak dan karang, untuk itu jangan lupa dibersihkan juga ya! Terkadang, bulu-bulu sikat gigi kurang menjangkau area tersebut, sehingga perlu dibantu dengan floss atau interdental brush agar pembersihan lebih optimal
  • Berkumur dengan obat kumur antiseptik. Obat kumur antiseptik bisa membantu mematikan bakteri penyebab plak. Tapi, ingat ya, berkumur tidak dapat menggantikan sikat gigi
  • Kurangi makan/minum yang manis atau bertepung. Memang makanan/minuman yang manis sangatlah menggoda, namun bakteri pada mulut kita juga suka akan hal tersebut sehingga bakteri akan mudah berkembang dan mempercepat pembentukan plak
  • Hindari merokok. Rokok dapat mempercepat pembentukan karang gigi, perubahan warna pada gusi, menempelnya noda-noda/stain coklat kehitaman pada gigi, dan bau mulut
  • Kontrol rutin ke dokter gigi 6 bulan sekali. Pemeriksaan gigi setiap enam bulan sekali sangat disarankan agar dokter dapat membersihkan karang gigi yang mungkin sudah mulai terbentuk dan mendeteksi masalah gigi sejak dini.

Yuk bersihkan karang gigi Anda dengan dokter gigi Damessa Family Dental Care terdekat! Damessa Family Dental Care dilengkapi dengan alat dan fasilitas yang lengkap serta dokter giginya yang tentunya ramah dan profesional. Jadi, tunggu apalagi? Follow instagram kami untuk informasi promo atau informasi lainnya!

Ditulis oleh: drg. Safiyya Nurul Izza – Dokter Gigi Lulusan Universitas Airlangga

Ditinjau oleh: drg. Brenda Regina Christy

Merupakan dokter gigi lulusan pendidikan Dokter Gigi Universitas Airlangga yang merupakan seorang Supervisor Dentist Human Capital di Damessa Dental Care.