Rekap singkat!

  • Penyebab bau mulut bisa saja karena bakteri di lidah yang menghasilkan senyawa sulfur, sehingga penting untuk membersihkan lidah secara rutin.
  • Mulut kering karena kurangnya air liur dapat memicu pertumbuhan bakteri penyebab bau, sehingga penting untuk menjaga hidrasi tubuh.
  • Masalah gusi seperti penumpukan plak atau penyakit gusi bisa menyebabkan bau mulut, yang hanya bisa diatasi dengan perawatan profesional seperti scaling.

Kalian pernah nggak, sih, merasa sudah melakukan semua hal yang benar untuk menjaga kebersihan mulut tetapi napas tetap aja bau mulut? Bergumam “apa sih penyebab bau mulut tersebut?” Rasanya sebel, ya? Padahal sudah usaha banget biar percaya diri waktu ngobrol sama orang lain. Nah, kalau kalian juga pernah ngalamin, bisa jadi penyebabnya bukan cuma dari gigi, lho!

Penyebab Bau Mulut

Yuk, kita bahas satu per satu kenapa napas bisa tetap bau mulut meski sudah rajin sikat gigi.

1. Bakteri Nakal di Lidah

Banyak orang fokus membersihkan gigi, tapi lupa sama satu bagian penting yaitu lidah. Permukaan lidah itu seperti karpet, punya banyak “serat” kecil yang bisa menahan sisa makanan, bakteri, dan sel mati. Kalau nggak dibersihkan, bakteri ini menghasilkan senyawa sulfur yang baunya nggak sedap. Jadi, selain sikat gigi, jangan lupa bersihkan lidah pakai tongue scraper atau bagian belakang sikat gigi, ya! Cara kecil ini bisa bikin perubahan besar pada kesegaran napas.

2. Mulut Kering, Bakteri Jadi Gembira

Air liur pun punya peran penting menjaga mulut tetap bersih. Air liur membantu menetralkan asam dan menghalau pertumbuhan bakteri. Tapi kalau kamu jarang minum air putih, terlalu sering minum kopi, atau bernapas lewat mulut, produksi air liur bisa berkurang. Akibatnya, mulut jadi kering dan bakteri makin aktif menghasilkan bau. Solusinya sederhananya adalah dengan perbanyak minum air putih dan kurangi kebiasaan yang bikin mulut kering. Kadang, napas segar bukan soal pasta gigi mint, tapi dengan hidrasi yang cukup.

3. Gusi Bermasalah Bisa Jadi Biang Keladi

Penumpukan plak dan karang di bawah gusi dapat memicu peradangan (gingivitis) yang menghasilkan bau khas tidak sedap. Bau mulut karena masalah gusi biasanya tidak bisa hilang hanya dengan sikat gigi biasa. Maka dari itu, penting banget untuk rutin scaling ke dokter gigi setiap enam bulan sekali supaya karang gigi dan bakteri penyebab bau mulut bisa dibersihkan tuntas.

Baca juga: Apakah Menyikat Gigi dan Berkumur dapat Menghilangkan Karang Gigi? Ini Faktanya!

4. Bukan Cuma dari Mulut, Tapi dari Dalam Tubuh

Kadang, penyebab bau mulut bukan dari gigi sama sekali. Masalah seperti asam lambung naik (GERD) atau infeksi saluran pencernaan juga bisa membuat napas jadi berbau. Tanda-tandanya antara lain mulut terasa pahit, sering sendawa, atau dada terasa panas. Kalau kamu mengalami gejala ini, sebaiknya konsultasikan ke dokter supaya penyebabnya bisa diketahui lebih jelas ya!

5. Diatasi, Bukan Menutupi!

Banyak orang mencoba menutupi bau mulut dengan permen mint atau semprotan penyegar. Padahal, itu cuma solusi sementara. Supaya hasilnya benar-benar tahan lama, yuk ubah kebiasaan kecil sehari-hari kalian dengan melakukan hal-hal seperti: 

  • Sikat gigi minimal dua kali sehari dengan teknik yang benar
  • Hindari merokok dan konsumsi alkohol berlebihan
  • Periksa ke dokter gigi secara berkala

Dengan langkah sederhana ini, napas segar bukan lagi harapan, tapi kenyataan.

Jadi kalau napas kamu masih bau padahal sudah rajin sikat gigi, jangan langsung panik! Mungkin ada bagian dari rutinitas yang terlewat, seperti kebersihan lidah atau kondisi gusi. Ingat, napas segar bukan hanya soal penampilan, tapi juga tanda bahwa mulutmu benar-benar sehat. Jadi, yuk, rawat kebersihan mulutmu dengan lebih menyeluruh dan jangan lupa kontrol ke dokter gigi setiap enam bulan sekali di Klinik Damessa! Ikuti juga Instagram @damessa.dentalclinic untuk informasi menarik lainnya.

Referensi:

  • Khounganian RM, Alasmari ON, Aldosari MM, Alghanemi NM. Causes and Management of Halitosis: A Narrative Review. Cureus. 2023 Aug 19;15(8):e43742. doi: 10.7759/cureus.43742. PMID: 37727189; PMCID: PMC10506127.
  • Memon, Maaz Anwer, et al. “Aetiology and Associations of Halitosis: A Systematic Review.” Oral Diseases, 5 Mar. 2022, https://doi.org/10.1111/odi.14172.