Rahang bengkak sering kali dikaitkan dengan pembengkakan kelenjar getah bening, seperti yang terjadi pada penyakit gondongan. Kondisi ini memang dapat menyebabkan pembesaran area sekitar rahang dan leher disertai dengan rasa nyeri serta demam. Namun, tidak semua kasus rahang bengkak berhubungan dengan gondongan. Ada banyak faktor lain yang bisa menjadi pemicunya.
Salah satu penyebab yang sering diabaikan adalah masalah pada gigi atau gusi. Infeksi, peradangan, atau kondisi lain yang berkaitan dengan kesehatan mulut dapat berujung pada pembengkakan rahang. Oleh karena itu, penting untuk memahami berbagai masalah gigi yang bisa menyebabkan rahang bengkak agar dapat segera mengambil tindakan yang tepat. Simak penjelasan berikut ini!
5 Masalah Gigi yang Menyebabkan Rahang Bengkak
Banyak orang tidak menyadari bahwa kondisi gigi dan gusi yang bermasalah dapat menyebabkan rahang bengkak. Berikut adalah beberapa masalah gigi yang bisa menjadi pemicunya:
1. Abses Gigi
Abses gigi adalah infeksi yang terjadi di dalam gigi atau di sekitar gusi akibat bakteri. Infeksi ini menyebabkan terbentuknya kantung nanah yang dapat menimbulkan nyeri hebat serta pembengkakan di area rahang. Biasanya, abses gigi terjadi akibat gigi berlubang yang tidak ditangani, sehingga bakteri masuk ke dalam pulpa gigi dan menyebar ke jaringan sekitarnya.
Jika tidak segera diobati, infeksi dapat menyebar lebih luas ke bagian wajah atau bahkan ke dalam aliran darah yang bisa menyebabkan komplikasi serius. Gejala lain yang menyertai abses gigi meliputi demam, bau mulut, dan nyeri saat mengunyah. Oleh karena itu, jika mengalami tanda-tanda ini, segera periksakan diri ke dokter gigi.
2. Infeksi Gusi (Periodontitis)
Infeksi gusi atau periodontitis adalah peradangan serius yang menyerang jaringan penyangga gigi akibat penumpukan plak dan bakteri. Jika tidak diatasi, infeksi ini bisa menyebabkan gusi berdarah, nyeri, dan pembengkakan hingga ke area rahang.
Pada tahap lanjut, periodontitis dapat mengakibatkan gigi goyang dan bahkan lepas. Infeksi yang menyebar ke tulang rahang juga bisa menyebabkan nyeri kronis dan kesulitan saat mengunyah. Oleh karena itu, menjaga kebersihan gigi dan gusi sangat penting untuk mencegah kondisi ini.
3. Gigi Bungsu yang Tertanam (Impaksi Gigi Bungsu)
Gigi bungsu yang tumbuh tidak sempurna atau terjebak di dalam gusi (impaksi) bisa menyebabkan nyeri serta pembengkakan di rahang. Kondisi ini sering terjadi karena gigi bungsu tidak memiliki cukup ruang untuk tumbuh, sehingga menekan gigi di sekitarnya dan memicu peradangan.
Selain menyebabkan rahang bengkak, impaksi gigi bungsu juga bisa memicu infeksi gusi dan bahkan pembentukan kista di sekitar gigi yang terjebak. Jika rasa sakit semakin parah atau terjadi infeksi, dokter gigi biasanya akan menyarankan pencabutan gigi bungsu.
4. Kista atau Tumor di Rahang
Meskipun jarang, kista atau tumor yang tumbuh di sekitar gigi atau rahang juga bisa menyebabkan pembengkakan. Kista rahang biasanya terbentuk akibat gigi yang tidak tumbuh sempurna, sementara tumor bisa bersifat jinak maupun ganas.
Gejalanya bisa meliputi benjolan yang semakin membesar, nyeri, serta kesulitan dalam mengunyah. Diagnosis dini sangat penting untuk menangani kondisi ini sebelum menjadi lebih serius. Oleh karena itu, pemeriksaan rutin ke dokter gigi dapat membantu mendeteksi kelainan ini sejak dini.
5. Cedera atau Trauma pada Rahang
Cedera akibat benturan keras pada rahang dapat menyebabkan pembengkakan dan nyeri yang menyerupai gejala infeksi gigi. Patah tulang rahang atau pergeseran sendi rahang juga bisa menimbulkan peradangan dan kesulitan dalam membuka mulut.
Dalam beberapa kasus, trauma pada rahang juga dapat merusak akar gigi atau jaringan gusi, yang kemudian memicu infeksi. Oleh karena itu, jika mengalami cedera pada area wajah atau rahang, sebaiknya segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.
Cara Mengatasi Rahang Bengkak
Jika mengalami rahang bengkak akibat masalah gigi, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meredakannya. Berikut adalah beberapa metode yang dapat membantu mengatasi pembengkakan:
1. Kompres Dingin
Salah satu cara paling sederhana yang bisa dilakukan di rumah adalah dengan mengompres area yang bengkak menggunakan es batu yang dibungkus kain. Kompres dingin dapat membantu mengurangi peradangan dan meredakan nyeri.
Lakukan kompres selama 15–20 menit setiap beberapa jam sekali. Jika nyeri berlanjut, bisa dikombinasikan dengan obat pereda nyeri seperti paracetamol atau ibuprofen sesuai anjuran dokter.
2. Berkumur dengan Air Garam
Berkumur dengan larutan air garam hangat dapat membantu membunuh bakteri penyebab infeksi di dalam mulut. Selain itu, metode ini juga dapat mengurangi pembengkakan dan mempercepat penyembuhan luka pada gusi.
Caranya cukup mudah, larutkan satu sendok teh garam dalam segelas air hangat, lalu berkumurlah selama 30 detik sebelum meludahkannya. Ulangi beberapa kali sehari untuk hasil yang lebih efektif.
3. Menggunakan Obat Kumur Antiseptik
Obat kumur yang mengandung antiseptik seperti chlorhexidine dapat membantu mengurangi jumlah bakteri di dalam mulut dan mencegah penyebaran infeksi lebih lanjut. Penggunaan obat kumur antiseptik sebaiknya dilakukan sesuai anjuran dokter atau petunjuk yang tertera pada kemasan. Jika terjadi iritasi atau efek samping lainnya, segera hentikan penggunaan dan konsultasikan dengan dokter.
4. Konsumsi Antibiotik Jika Diperlukan
Jika rahang bengkak disebabkan oleh infeksi bakteri seperti abses gigi atau periodontitis, dokter biasanya akan meresepkan antibiotik untuk membantu mengatasi infeksi tersebut. Namun, penggunaan antibiotik harus sesuai dengan resep dokter dan tidak boleh dihentikan sebelum dosisnya habis, agar infeksi tidak kembali kambuh.
5. Perawatan ke Dokter Gigi
Jika pembengkakan tidak membaik dalam beberapa hari atau disertai dengan gejala lain seperti demam tinggi, nyeri hebat, atau kesulitan membuka mulut, segera kunjungi dokter gigi untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Dokter mungkin akan melakukan pembersihan infeksi, perawatan saluran akar, atau bahkan tindakan bedah jika diperlukan. Pemeriksaan rutin ke dokter gigi juga penting untuk mencegah masalah ini terjadi di masa mendatang.
Rahang bengkak bukan hanya disebabkan oleh gondongan, tetapi juga bisa berasal dari berbagai masalah gigi dan gusi. Mulai dari abses gigi, infeksi gusi, hingga gigi bungsu yang impaksi, semuanya dapat menyebabkan peradangan pada rahang. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kesehatan gigi dan segera mengambil tindakan jika mengalami gejala yang mencurigakan.
Jika Anda mengalami rahang bengkak dan ingin mendapatkan perawatan terbaik, segera kunjungi Klinik Gigi Damessa. Dokter gigi profesional di Klinik Gigi Damessa siap membantu mengatasi masalah gigi dengan penanganan yang tepat dan nyaman. Jangan biarkan rahang bengkak mengganggu aktivitas, buat janji temu sekarang juga!
Referensi:
Douglass J.M., Li Y., Tinanoff N. (2008). Association of mutans streptococci between caregivers and their children. Pediatric Dentistry, 30(5), 375–387.
Ditinjau oleh: drg. Brenda Regina Christy
Dokter gigi lulusan pendidikan Dokter Gigi Universitas Airlangga yang merupakan seorang Supervisor Dentist Human Capital di Damessa Dental Care.