Gigi Tambalan Sakit Lagi

Ringkasan Singkat!

  • Gigi tambalan sakit lagi bisa saja terjadi dan bukan hal langka
  • Penyebab umumnya adalah tambalan bocor, karies sekunder, dan saraf teriritasi
  • Nyeri bisa muncul langsung atau bertahun-tahun kemudian
  • Pemeriksaan dokter penting untuk menentukan perawatan tepat

Mengapa Gigi Tambalan Sakit Lagi?

Banyak pasien yang mengalami kondisi tambalan sakit lagi seringkali penambalan ulang adalah solusi satu-satunya. Setelah lubang ditutup, masalah dianggap selesai. Namun secara klinis, gigi tambalan tetap bisa mengalami keluhan di kemudian hari.

Rasa sakit bisa muncul dalam hitungan hari setelah tambal, atau bahkan bertahun-tahun kemudian. Intensitasnya pun bervariasi, mulai dari ngilu ringan hingga nyeri tajam saat menggigit. Ini terjadi karena tambalan hanya memperbaiki struktur gigi yang rusak, bukan membuat gigi kebal terhadap masalah baru.

Penyebab Gigi Tambalan Sakit Lagi

Beberapa faktor medis yang paling sering ditemukan antara lain:

  • Tambalan Terlalu Tinggi

Jika permukaan tambalan sedikit lebih tinggi dari gigi lain, tekanan kunyah menjadi tidak seimbang. Akibatnya, gigi terasa sakit saat menggigit atau mengunyah.

  • Karies Sekunder

Tambalan bisa mengalami kebocoran mikro seiring waktu. Bakteri masuk melalui celah kecil dan menyebabkan lubang baru di bawah tambalan.

  • Saraf Gigi Teriritasi

Pada lubang yang cukup dalam, saraf mungkin sudah mendekati iritasi. Walau sudah ditambal, jaringan pulpa tetap sensitif terhadap suhu atau tekanan.

  • Tambalan Retak atau Aus

Tambalan lama, terutama tambalan resin atau amalgam, bisa retak akibat tekanan kunyah bertahun-tahun.

  • Infeksi Pulpa

Jika bakteri sudah mencapai saraf, nyeri bisa menjadi spontan, berdenyut, dan berlangsung lama. Ini biasanya membutuhkan perawatan saluran akar.

Jenis Nyeri dan Artinya

Karakteristik pada gigi tambalan sakit lagi dapat memberikan petunjuk penting bagi dokter gigi dalam menentukan penyebab masalah. Nyeri seperti ngilu yang timbul akibat rangsangan dingin yang singkat biasanya menandakan sensitivitas pasca tambal, sementara rasa sakit saat menggigit bisa disebabkan oleh tambalan yang terlalu tinggi atau retak. 

Nyeri spontan yang berdenyut adalah tanda dari infeksi pada saraf gigi, dan ngilu yang bertahan lama, baik karena makanan manis atau dingin, sering kali menandakan adanya karies sekunder, yaitu kebocoran pada tambalan yang memungkinkan bakteri masuk dan menyebabkan kerusakan lebih lanjut. Membedakan jenis nyeri ini sangat penting untuk memilih terapi yang tepat.

Baca juga: Kenali Tanda-tanda Tambal Gigi yang Harus Diganti: Pentingnya Perawatan yang Tepat!

Apakah Harus Ditambal Ulang?

Tidak semua kasus tambalan sakit lagi harus dilakukan proses ulang. Penanganan yang dilakukan bergantung pada penyebabnya. Beberapa kemungkinan perawatan termasuk penyesuaian tambalan (occlusal adjustment) untuk mengatasi masalah tambalan yang terlalu tinggi, atau tambal ulang jika terdapat kebocoran. 

Jika struktur gigi sudah melemah, pemasangan crown atau mahkota gigi bisa menjadi solusi. Untuk kasus infeksi saraf, perawatan saluran akar mungkin diperlukan. Biasanya, diagnosis yang tepat memerlukan pemeriksaan klinis langsung serta rontgen untuk memastikan kondisi gigi dan tambalan.

Kapan Harus Khawatir?

Segera periksa ke dokter gigi jika Anda mengalami gejala-gejala tambalan sakit lagi seperti nyeri yang menetap lebih dari satu minggu, sakit saat menggigit, nyeri berdenyut spontan, atau pembengkakan pada gusi di sekitar gigi yang sakit. Gejala-gejala ini bisa menandakan masalah serius, seperti infeksi atau kerusakan pada saraf gigi yang memerlukan penanganan segera. 

Semakin cepat kondisi ini ditangani, semakin besar peluang untuk mempertahankan gigi tanpa perlu menjalani prosedur yang lebih kompleks, seperti perawatan saluran akar atau pencabutan gigi. Pemeriksaan awal dapat membantu menentukan penyebabnya dan memberikan solusi perawatan yang tepat untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.

Gigi tambalan yang sakit kembali bukan hal aneh dan bisa disebabkan berbagai faktor, mulai dari tambalan tinggi hingga infeksi saraf. Tambalan bukan perlindungan seumur hidup, sehingga evaluasi rutin tetap diperlukan. Jika muncul nyeri pada gigi yang pernah ditambal, pemeriksaan dini dapat mencegah perawatan yang lebih invasif di masa depan.

Jika Anda merasakan gigi tambalan sakit lagi, jangan menunggu hingga nyeri semakin parah. Pemeriksaan dini membantu menjaga gigi tetap utuh dan menghindari perawatan kompleks. Tim dokter di Klinik Gigi Damessa  siap membantu dengan pemeriksaan digital dan perawatan konservatif untuk menjaga kesehatan gigi Anda tetap optimal. Selain itu, Anda bisa mendapatkan informasi seputar kesehatan menarik lainnya melalui Instagram @damessa.dentalclinic. Yuk, jadwalkan pemeriksaan gigi Anda sekarang juga!

Referensi: 

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC8509229/