
Ringkasan Singkat!
- Teething pada bayi adalah fase tumbuh gigi yang normal dan biasanya dimulai usia 4–7 bulan.
- Gejala teething pada bayi yang normal meliputi gusi bengkak, air liur berlebih, rewel, dan sering menggigit benda.
- Orang tua perlu waspada jika muncul demam >38°C, muntah, dehidrasi, atau gigi tidak tumbuh hingga usia 12–15 bulan.
- Penanganan teething harus aman dan sesuai rekomendasi dokter gigi anak.
Setiap orang tua hampir pasti pernah melewati fase ini. Bayi yang biasanya tenang tiba-tiba menjadi lebih rewel, menggigit apa saja, dan air liurnya seolah tidak pernah berhenti. Kalau Bunda sedang membaca ini, besar kemungkinan muncul pertanyaan, ini normal atau ada yang salah?
Tenang ya, Bun! Kondisi ini sangat normal dan dikenal sebagai teething pada bayi, yaitu fase tumbuh gigi pada bayi. Meski normal, teething sering membuat orang tua khawatir karena gejalanya bisa mirip dengan tanda penyakit lain. Karena itu, penting untuk tahu mana yang wajar dan mana yang perlu diwaspadai.
Kapan Teething pada Bayi Dimulai?
Sebagian besar teething pada bayi dimulai pada usia 4–7 bulan. Namun, rentang waktu ini bisa sangat bervariasi. Ada bayi yang sudah tumbuh gigi pertama di usia 3 bulan dan itu masih termasuk normal. Ada juga yang baru menunjukkan tanda gigi tumbuh di usia 12–15 bulan. Perbedaan ini dipengaruhi oleh faktor genetik, nutrisi, dan kondisi kesehatan bayi.
Proses tumbuh gigi biasanya berlangsung hingga usia 2,5–3 tahun, saat seluruh 20 gigi susu sudah tumbuh lengkap. Jadi, jika bayi lain seusia sudah mulai tumbuh gigi susu dan si kecil belum, orang tua tidak perlu langsung panik.
Baca juga: 3 Penyebab Tongue Tie pada Bayi Beserta Penanganannya
Gejala Teething pada Bayi yang Normal
Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, teething pada bayi adalah hal yang normal. Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut gejala normal teething pada bayi yang sering dialami.
1. Perubahan pada Gusi
Saat gigi mulai mendorong keluar, gusi bayi dapat tampak membengkak, kemerahan, dan terasa lebih sensitif. Kadang terlihat garis putih kecil di bawah permukaan gusi, menandakan gigi yang akan segera muncul.
2. Air Liur Berlebih (Drooling)
Drooling adalah gejala teething yang paling sering terjadi. Produksi air liur meningkat dan membuat bayi lebih sering menggigit, mengisap jari, atau memasukkan benda ke mulut.
3. Rewel dan Pola Tidur Berubah
Rasa tidak nyaman pada gusi bisa membuat bayi lebih mudah rewel dan sulit tidur, terutama di malam hari.
4. Sering Menggigit
Bayi akan mencari tekanan untuk mengurangi rasa tidak nyaman di gusi, sehingga apa pun yang bisa digigit akan masuk ke mulut.
5. Nafsu Makan Sedikit Menurun
Beberapa bayi menjadi enggan menyusu atau makan dalam waktu singkat karena gusi terasa sensitif. Kondisi ini biasanya bersifat sementara.
6. Suhu Tubuh Sedikit Naik
Teething pada bayi dapat menyebabkan peningkatan suhu ringan, tetapi bukan demam tinggi. Suhu biasanya masih di bawah 38°C.
Tanda Bahaya Teething pada Bayi
Meskipun gejala teething pada bayi biasanya ringan dan bersifat sementara, orang tua tetap harus waspada terhadap tanda-tanda yang bisa menunjukkan adanya masalah lebih serius. Berikut adalah beberapa kondisi yang perlu diperhatikan dengan cermat:
1. Demam Lebih dari 38°C
Demam tinggi yang berlangsung lebih dari 24 jam atau melebihi 38°C bisa menjadi tanda adanya infeksi. Ini bukan bagian dari proses teething yang normal, dan memerlukan perhatian medis segera untuk memastikan penyebab demamnya.
2. Diare Berat, Muntah Hebat, atau Tanda Dehidrasi
Jika bayi mengalami diare parah, muntah yang tidak kunjung berhenti, atau tanda-tanda dehidrasi seperti mulut kering, pipi yang tampak cekung, atau urin yang lebih sedikit dari biasanya, segeralah bawa bayi ke dokter. Gejala-gejala ini menunjukkan masalah yang lebih serius dan perlu segera ditangani.
3. Bayi Menolak Minum atau Menyusu dalam Waktu Lama
Penolakan untuk minum atau menyusu dalam waktu lama bisa menjadi tanda rasa sakit yang berlebihan atau masalah kesehatan lain yang perlu ditangani. Jika bayi enggan makan atau menyusu dalam waktu yang cukup lama, periksakan ke dokter untuk mendapatkan perawatan gigi anak secepatnya.
4. Tidak Ada Gigi yang Tumbuh Hingga Usia 12–15 Bulan
Biasanya, gigi pertama bayi mulai tumbuh pada usia sekitar 6 bulan. Namun, jika bayi tidak menunjukkan tanda-tanda tumbuhnya gigi hingga usia 12 hingga 15 bulan, hal ini bisa menjadi indikasi gangguan perkembangan gigi atau masalah lainnya yang perlu dievaluasi oleh dokter.
5. Benjolan Besar Berwarna Biru atau Perdarahan Hebat pada Gusi
Benjolan besar yang berwarna biru atau perdarahan hebat pada gusi bisa menandakan adanya cedera atau infeksi yang lebih serius. Jika bayi mengalami pembengkakan atau pendarahan pada gusi yang tidak kunjung berhenti, segera konsultasikan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.
Jika salah satu dari kondisi di atas muncul, penting untuk segera membawa bayi ke dokter atau profesional medis untuk mendapatkan evaluasi dan perawatan yang tepat. Gejala-gejala tersebut bukan bagian dari teething normal dan perlu ditangani dengan hati-hati.
Cara Aman Meredakan Gejala Teething pada Bayi
Apabila bayi sudah mengalami gejala-gejala yang perlu diwaspadai, berikut adalah beberapa cara aman untuk meredakannya.
- Teether Dingin
Gunakan teether yang disimpan di lemari es (bukan freezer). Suhu dingin dan tekanan lembut dapat membantu meredakan rasa tidak nyaman.
- Pijat Gusi
Dengan tangan bersih atau kain kasa steril, pijat gusi bayi secara lembut untuk membantu mengurangi rasa nyeri.
- Hindari Gel Anestetik Berisiko
Produk yang mengandung benzocaine atau lidocaine tidak dianjurkan untuk bayi karena berisiko menimbulkan efek samping serius.
- Obat Pereda Nyeri (Jika Diperlukan)
Paracetamol dapat diberikan sesuai dosis dan anjuran dokter. Jangan memberikan obat tanpa konsultasi terlebih dahulu.
Yang paling penting, pastikan bayi tetap terhidrasi dengan baik dan berat badannya terpantau.
Fase teething pada bayi sering membuat orang tua ragu, apakah kondisi si kecil masih normal atau sudah perlu diperiksakan. Di Klinik Gigi Damessa, pemeriksaan gigi bayi dan anak dilakukan dengan pendekatan yang ramah, tenang, dan sesuai tahapan tumbuh kembang anak.
Dokter gigi di Klinik Gigi Damessa akan membantu mengevaluasi pertumbuhan gigi dan gusi bayi, memastikan proses teething berjalan normal, serta memberikan edukasi praktis agar orang tua lebih percaya diri menghadapi fase ini di rumah.
Jika Bunda dan Ayah ingin memastikan kondisi gusi dan gigi si kecil tetap sehat sejak dini, Klinik Gigi Damessa siap mendampingi dengan pemeriksaan yang aman dan nyaman. Yuk, jadwalkan konsultasi dan rawat senyum sehat si kecil bersama Klinik Gigi Damessa.
Referensi:
- Feldens CA, Faraco IM, Ottoni AB, Feldens EG, Vítolo MR. Teething symptoms in the first year of life and associated factors: a cohort study. J Clin Pediatr Dent. 2010 Spring;34(3):201-6. PMID: 20578655.
- Sood S, Sood M. Teething: myths and facts. J Clin Pediatr Dent. 2010 Fall;35(1):9-13. doi: 10.17796/jcpd.35.1.u146773636772101. PMID: 21189758.