
Rekap Singkat!
- Sebaiknya, kunjungan pertama ke dokter gigi anak dilakukan sejak gigi pertama tumbuh.
- Kinjungan pertama ke dokter gigi dilakukan untuk pemeriksaan dan mencegah kerusakan gigi anak.
- Anak disarankan kontrol ke dokter gigi setiap enam bulan atau lebih cepat jika muncul bercak putih pada gigi.
Sahabat Damessa, apakah penasaran kapan kunjungan pertama ke dokter gigi anak harus dilakukan? Sebenarnya membawa buah hati ke dokter gigi untuk pertama kalinya disarankan sejak dini. Mengapa? Mari kita cari tahu lebih lanjut pada artikel Damessa berikut ini!
Kapan Waktu Ideal untuk Kunjungan Pertama ke Dokter Gigi Anak?
Kunjungan pertama ke dokter gigi anak sebaiknya dilakukan setelah gigi susu pertama muncul, tetapi sebaiknya dilakukan sebelum ulang tahun pertamanya. Hal ini dikarenakan begitu bayi Anda memiliki gigi, gigi ini akan rentan sekali mengalami kerusakan. Mengapa demikian? Jawabannya adalah karena gigi anak-anak memiliki lapisan enamel (lapisan terluar dari gigi) yang lebih tipis dan lebih berpori sehingga risiko terjadinya proses demineralisasi menjadi lebih besar bila dibandingkan dengan gigi permanen.

Di samping itu, Sahabat Damessa tahu tidak, kalau air liur (saliva) pada anak-anak mengandung kalsium dan protein yang lebih rendah. Hal ini nantinya juga berpengaruh terhadap efek perlindungan yang diberikan oleh air liur terhadap gigi. Air liur dalam rongga mulut berfungsi untuk beberapa hal, di antaranya adalah melindungi rongga mulut dari bakteri-bakteri jahat, menjaga keseimbangan pH dalam rongga mulut, membantu menelan makanan, menjaga integritas dari gigi, serta membantu merasakan makanan.
Baca juga: 4 Tips Agar Anak Tidak Takut ke Dokter Gigi
Lantas, Kenapa Perlu ke Dokter Gigi Anak Sejak Dini?
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kunjungan pertama ke dokter gigi anak perlu dilakukan sejak dini untuk mendeteksi lebih awal tanda-tanda kerusakan pada gigi buah hati. Seperti pepatah yang mengatakan, “Mencegah lebih baik dibandingkan mengobati”, bukan? Selain mendeteksi tanda-tanda kerusakan yang lebih dini, dokter gigi anak nantinya juga akan melihat apakah akan ada masalah yang timbul dalam jangka panjang, seperti gigi berjejal dikarenakan terlalu cepat/lambatnya erupsi gigi dewasa, adakah kebiasaan buruk yang mampu membuat gigi anak menjadi tonggos maupun cakil, adakah anatomi pada rongga mulut yang tidak sesuai sehingga membuat anak kesusahan berbicara, dan masih banyak lagi.
Di samping melihat adanya tanda-tanda kerusakan yang lebih dini dan kebiasaan buruk pada anak-anak, kunjungan pada saat anak usia masih dini juga penting untuk orang tua. Studi menunjukkan bahwa kesehatan gigi anak-anak sangat tergantung pada kesadaran orang tua mereka karena kebiasaan awal terbentuk selama masa bayi dan dipertahankan sepanjang masa kanak-kanak. Bagaimana lingkungan keluarga bersikap terhadap kesehatan rongga mulut, sangat memengaruhi persepsi anak-anak terhadap kesehatan gigi dan mulut. Sebagai contoh, ketika orang tua malas menyikat gigi mereka, maka lebih besar kemungkinan anak juga akan mengikuti. Maka dari itu, pemberian edukasi kepada orang tua juga menjadi hal yang penting supaya mereka dapat membangun kebiasaan yang baik terhadap anak-anak.
Baca juga: Kenalan dengan Dokter Sp.KGA terbaik untuk Perawatan Gigi Anak
Seberapa Sering sih Harus ke Dokter Gigi Anak?
American Academic of Pediatric Dentistry (AAPD) ternyata telah merekomendasikan hal ini Sahabat Damessa! AAPD mengatakan bahwa tiap 6 bulan sekali anak harus ke dokter gigi anak supaya mendapatkan tindakan pencegahan atau preventif. Namun, ketika anak-anak memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami penyakit gigi dan mulut, seperti kurangnya air liur dalam rongga mulut, kualitas rongga mulut yang kurang baik, atau bahkan menggunakan piranti ortodonti lepasan, maka frekuensi anak harus ke dokter gigi menjadi lebih sering.
Adakah Tanda yang Mengharuskan Pergi ke Dokter Gigi Anak Lebih Cepat?
Pada anak-anak gigi yang akan ‘rusak’ biasanya diawali dengan adanya bercak putih pada gigi (white spot lesion). Ketika bercak ini mulai tampak, Sahabat Damessa harus waspada bahwa jangan-jangan gigi buah hati akan berlubang! Meski demikian, white spot lesion ini tidak hanya jadi gambaran dari tanda awal terjadinya karies atau gigi berlubang saja, lho! Bisa jadi juga karena paparan fluorida yang terlalu banyak selama tumbuh kembang gigi anak. Ketika white spot lesion ini dibiarkan terus menerus tanpa adanya penanganan dari dokter gigi anak maka akan terus berkembang berakhir menjadi gigi berlubang. Pada saat inilah Sahabat Damessa harus segera pergi ke dokter gigi anak lebih cepat untuk mengetahui apa penyebabnya dan bagaimana penanganannya.

Sekarang Sahabat Damessa sudah tahu kapan sebaiknya melakukan kunjungan ke dokter gigi anak yang tepat bagi si buah hati. Yuk, segera pergi ke Klinik Damessa terdekat di kotamu dan follow Instagram @damessa.dentalclinic untuk informasi menarik lainnya. Gigi anak yang sehat hari ini adalah investasi senyum sehatnya di masa depan!
Referensi:
Alhajj M, Babos M. Physiology, Salivation. [Updated 2023 Jul 24]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2025 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK542251/
American Dental Association. (2022, October 7). Toothbrushes. ADA Oral Health Topics. Retrieved from https://www.ada.org/resources/ada-library/oral-health-topics/toothbrushes
Farci F, Soni A. Histology, Tooth. [Updated 2023 Jun 26]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2025 Jan-. [Figure, A cross-section of a permanent…] Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK572055/figure/article-131375.image.f2/
Hahn, T. W., Kraus, C., & Hooper-Lane, C. (2017). Clinical Inquiries: What is the optimal frequency for dental checkups for children and adults?. The Journal of family practice, 66(11), 699–700.
Kaushik, M., & Sood, S. (2023). A Systematic Review of Parents’ Knowledge of Children’s Oral Health. Cureus, 15(7), e41485. https://doi.org/10.7759/cureus.41485
Marshman, Z., Ahern, S. M., McEachan, R. R. C., Rogers, H. J., Gray-Burrows, K. A., & Day, P. F. (2016). Parents’ Experiences of Toothbrushing with Children: A Qualitative Study. JDR clinical and translational research, 1(2), 122–130. https://doi.org/10.1177/2380084416647727
Volpato, L. E., Palti, D. G., Lima, J. E., Machado, M. A., Aranha, A. M., Bandeca, M. C., Pedro, F. L., & Borges, A. H. (2013). When and Why Parents Seek Dental Care for Children under 36 Months. Journal of international oral health : JIOH, 5(4), 21–25.
Warreth, A. (2023). Dental caries and its management. International Journal of Dentistry, 2023, 1–15. doi:10.1155/2023/9365845