gigi anak maju

Ringkasan Singkat!

  • Gigi anak maju (protrusi) adalah kondisi yang cukup umum dan bisa dipengaruhi oleh kebiasaan, genetik, atau pertumbuhan rahang.
  • Tidak semua gigi anak maju perlu behel sejak dini, tergantung penyebab dan tingkat keparahannya.
  • Pemeriksaan ortodonti dianjurkan sejak usia 6–7 tahun untuk menilai pertumbuhan rahang dan posisi gigi anak.

Banyak orang tua mulai khawatir ketika melihat gigi anak maju, tidak rata, atau tampak berjejal. Kondisi ini memang sering terjadi seiring pertumbuhan anak, terutama saat masa pergantian gigi susu ke gigi permanen.

Pertanyaan yang sering muncul adalah, apakah anak dengan gigi maju perlu langsung memakai behel sejak dini? Jawabannya tidak selalu sama untuk setiap anak! Perlu dilihat apa penyebab gigi anak maju dan bagaimana pola pertumbuhan rahang anak secara keseluruhan.

Apa Penyebab Gigi Anak Maju?

Gigi anak maju, atau dalam istilah medis disebut protrusi gigi, dapat disebabkan oleh beberapa faktor yang saling berkaitan. Berikut adalah faktor-faktor yang dapat menyebabkan gigi anak maju.

1. Kebiasaan Mulut Sejak Dini

Kebiasaan seperti mengisap jempol, menggigit bibir, atau penggunaan dot terlalu lama dapat memberikan tekanan ke gigi dan rahang. Jika kebiasaan ini berlangsung dalam waktu lama, dapat membuat gigi anak maju.

2. Faktor Genetik

Bentuk rahang dan susunan gigi juga dipengaruhi oleh faktor keturunan. Jika salah satu atau kedua orang tua memiliki gigi maju atau rahang yang relatif kecil, anak berisiko mengalami kondisi serupa.

3. Ketidakseimbangan Pertumbuhan Rahang

Pertumbuhan rahang atas yang lebih cepat dibandingkan rahang bawah dapat membuat gigi anak maju pada bagian depan. Kondisi ini biasanya baru terlihat jelas saat anak mulai memasuki usia sekolah.

4. Kehilangan Gigi Susu Terlalu Dini

Gigi susu berperan sebagai penuntun bagi gigi permanen. Jika gigi susu tanggal terlalu cepat, gigi permanen bisa tumbuh tidak pada posisi ideal dan menyebabkan susunan gigi anak maju atau berjejal.

Baca juga: Tips Mudah Agar Gigi Anak Rapi

Apakah Gigi Anak Maju Perlu Dikhawatirkan?

Pada beberapa kondisi, gigi anak maju bisa tampak ringan dan tidak menimbulkan keluhan. Namun, jika dibiarkan, kondisi ini dapat berdampak jangka panjang. Berikut adalah beberapa potensi masalah yang bisa timbul:

  1. Kesulitan Menggigit atau Mengunyah Makanan Tertentu
    Gigi anak maju sering kali tidak sejajar dengan gigi lainnya, yang menyebabkan ketidaksesuaian dalam menggigit makanan. Hal ini dapat membuat anak kesulitan mengunyah makanan keras atau tebal. Kondisi ini bisa menyebabkan anak merasa tidak nyaman saat makan dan menghindari beberapa jenis makanan yang memerlukan gigitan kuat, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi pola makan dan kesehatan gigi secara keseluruhan.
  2. Gangguan Pengucapan Huruf Tertentu
    Gigi anak maju terjadi pada bagian depan, dapat mengganggu pengucapan kata atau huruf tertentu, seperti “S”, “C”, atau “T”. Posisi gigi yang tidak normal bisa menyebabkan anak kesulitan dalam berbicara dengan jelas, sehingga berisiko menurunkan kemampuan komunikasi mereka. Hal ini dapat mempengaruhi perkembangan bicara mereka dan membuat anak lebih cemas atau malu dalam berinteraksi dengan orang lain.
  3. Gigi Depan Lebih Mudah Patah Saat Jatuh atau Terbentur
    Karena posisinya yang lebih maju, gigi depan anak lebih rentan terhadap benturan atau cedera jika anak jatuh atau mengalami kecelakaan. Gigi depan yang menonjol dapat lebih mudah patah atau retak, yang menyebabkan rasa sakit dan memerlukan perawatan ortodontik atau gigi lebih lanjut. Risiko ini sangat tinggi pada anak-anak yang aktif dan suka berolahraga, seperti bersepeda atau bermain bola.
  4. Penurunan Rasa Percaya Diri Saat Mulai Besar
    Gigi yang menonjol atau terlihat tidak rata dapat memengaruhi rasa percaya diri anak, terutama saat memasuki masa remaja, ketika penampilan fisik mulai lebih diperhatikan oleh teman-teman sebaya. Anak-anak dengan gigi maju sering merasa malu dengan penampilan mereka, yang dapat mempengaruhi interaksi sosial dan perkembangan emosional mereka. Mereka mungkin merasa kurang percaya diri atau cemas saat berbicara atau tersenyum di depan orang lain.

Karena itu, evaluasi sejak dini tetap penting meskipun belum tentu langsung membutuhkan behel.

Apakah Anak Perlu Behel Sejak Dini?

Perawatan gigi pada anak dikenal sebagai perawatan ortodonti dini atau interceptive orthodontics. Tujuannya bukan selalu untuk langsung merapikan gigi, tetapi untuk mengarahkan pertumbuhan rahang dan mencegah masalah yang lebih berat di kemudian hari.

Umumnya, pemeriksaan ortodonti pertama dianjurkan saat anak berusia 6–7 tahun, ketika gigi permanen mulai tumbuh. Pada tahap ini, dokter gigi akan menilai posisi gigi, hubungan rahang atas dan bawah, kebiasaan mulut yang memengaruhi pertumbuhan, serta pola pertumbuhan wajah anak. Tidak semua anak akan langsung dipasangkan behel. Pada banyak kasus, dokter justru memilih observasi atau perawatan sederhana terlebih dahulu.

Jenis Perawatan untuk Gigi Anak Maju

Perawatan ortodonti pada kasus gigi anak maju tidak selalu berarti behel permanen. Pilihan perawatan akan disesuaikan dengan kebutuhan anak. Beberapa jenis perawatan yang sering digunakan antara lain alat lepasan untuk membantu mengarahkan posisi gigi, terapi myofungsional untuk memperbaiki kebiasaan mulut, atau alat ekspansi untuk melebarkan rahang yang terlalu sempit. Jika koreksi yang dibutuhkan cukup besar, pemasangan behel biasanya dilakukan saat semua gigi permanen telah tumbuh, sekitar usia 11–13 tahun.

Kapan Orang Tua Sebaiknya Membawa Anak ke Dokter Gigi?

Orang tua sebaiknya membawa anak ke dokter gigi jika melihat tanda-tanda seperti gigi depan sangat maju, gigi tumbuh berjejal, kebiasaan mengisap jempol yang sulit dihentikan, atau anak mulai merasa tidak percaya diri dengan senyumnya. Pemeriksaan sejak dini membantu dokter gigi menentukan apakah kondisi tersebut masih bisa dikoreksi secara sederhana atau perlu perencanaan perawatan jangka panjang.

Di Klinik Gigi Damessa, pemeriksaan gigi anak dilakukan dengan pendekatan yang ramah, sabar, dan edukatif. Dokter gigi berpengalaman akan mengevaluasi pertumbuhan rahang dan susunan gigi anak secara menyeluruh, serta memberikan penjelasan yang mudah dipahami oleh orang tua.

Ayah dan Bunda juga akan mendapatkan rekomendasi perawatan yang paling sesuai dengan kondisi anak, tanpa terburu-buru melakukan tindakan yang belum diperlukan. Yuk, pantau pertumbuhan gigi dan rahang anak sejak dini bersama Klinik Gigi Damessa, agar senyum sehat anak terjaga hingga dewasa.

Referensi: 

  • Dimberg L, Arnrup K, Bondemark L. The impact of malocclusion on the quality of life among children and adolescents: a systematic review of quantitative studies. Eur J Orthod. 2015 Jun;37(3):238-47. doi: 10.1093/ejo/cju046. Epub 2014 Sep 11. PMID: 25214504.
  • Schneider-Moser UEM, Moser L. Very early orthodontic treatment: when, why and how? Dental Press J Orthod. 2022 Jun 10;27(2):e22spe2. doi: 10.1590/2177-6709.27.2.e22spe2. PMID: 35703618; PMCID: PMC9191856.