
Rekap singkat!
- Tidak semua gigi susu goyang harus langsung dicabut karena pencabutan dini bisa menyebabkan infeksi dan gangguan pertumbuhan gigi tetap.
- Waktu dan urutan copotnya gigi susu berbeda-beda pada setiap anak, dan jika ada gangguan, sebaiknya diperiksakan oleh dokter gigi anak.
- Gigi susu sebaiknya hanya dicabut oleh dokter jika ada tanda-tanda seperti tumbuh gigi tetap di belakangnya, nyeri terus-menerus, atau gangguan saat makan.
Ketika gigi susu anak mulai goyang, banyak orang tua langsung berpikir, “Wah, waktunya dicabut, nih!”. Apalagi kalau si kecil sudah merasa tidak nyaman saat makan atau sikat gigi. Tapi tahukah, Bunda dan Ayah, tidak semua gigi susu yang goyang harus langsung dicabut?
Gigi susu goyang adalah tanda alami bahwa gigi tetap sedang bersiap untuk tumbuh menggantikannya. Proses ini biasanya terjadi secara bertahap dan tidak selalu butuh tindakan segera. Jika dicabut terlalu cepat, justru bisa menimbulkan masalah seperti perdarahan, infeksi, atau bahkan gangguan posisi gigi tetap nantinya.
Selain itu, setiap anak memiliki waktu yang berbeda dalam pergantian gigi. Ada yang cepat goyang dan copot sendiri, ada juga yang butuh waktu lebih lama. Di sinilah pentingnya orang tua memahami cara yang aman dan tahu kapan saatnya harus membawa anak ke dokter gigi untuk memastikan proses pergantian gigi berjalan normal.
Jadi, sebelum buru-buru ‘menarik gigi dengan benang’ seperti zaman dulu, yuk pahami bagaimana cara aman menghadapi gigi susu goyang dan kenapa sebaiknya tidak mencabutnya sendiri di rumah.
Kenapa Gigi Susu Goyang Tidak Boleh Dicabut Sembarangan?
Menurut American Academy of Pediatric Dentistry (AAPD, 2023), mencabut gigi susu sebelum waktunya dapat menyebabkan beberapa risiko, antara lain:
1. Perdarahan dan Infeksi
Perdarahan dan infeksi dapat terjadi, terutama jika jaringan gusi belum sepenuhnya siap menerima gigi baru. Proses pergantian gigi yang terganggu dapat meningkatkan risiko infeksi pada area sekitar gusi. Perawatan yang kurang tepat bisa memperburuk kondisi ini.
2. Rasa Nyeri Berkepanjangan
Nyeri gigi yang berkepanjangan sering terjadi akibat trauma pada jaringan sekitar gigi yang sedang tumbuh. Nyeri ini bisa disebabkan oleh pergeseran gigi atau tekanan yang diberikan pada jaringan gusi yang sensitif. Jika tidak ditangani dengan baik, nyeri bisa berlangsung lama.
3. Gangguan Tumbuhnya Gigi Tetap
Gangguan pada proses pergantian gigi dapat mempengaruhi tumbuhnya gigi tetap karena ruang untuk gigi tetap bisa berubah arah atau bahkan tertutup. Kondisi ini bisa menyebabkan gigi tetap tumbuh dengan posisi yang tidak sesuai. Hal ini memerlukan perhatian khusus untuk memastikan gigi tetap tumbuh dengan baik.
Selain itu, mencabut gigi susu goyang sendiri di rumah tanpa peralatan steril juga dapat memicu masuknya bakteri ke luka bekas cabutan sehingga meningkatkan risiko infeksi lokal.
Kapan Gigi Susu Mulai Goyang dan Copot?
Biasanya, gigi susu pertama mulai goyang pada usia 5–7 tahun, dimulai dari gigi seri bawah. Namun, waktu ini bisa berbeda untuk setiap anak.
Baca juga: Kapan Waktu Ideal untuk Kunjungan Pertama ke Dokter Gigi Anak?
Menurut AAPD’s Reference Manual (2023), urutan pergantian gigi mengikuti pola alami pertumbuhan gigi tetap di bawahnya. Jika gigi susu goyang tapi belum copot setelah berbulan-bulan, atau justru tidak goyang sama sekali meski anak sudah berusia lebih dari 8 tahun, sebaiknya segera diperiksa oleh dokter gigi anak.
Tanda-Tanda Gigi Susu Perlu Dibantu Dokter untuk Dicabut
Ada beberapa kondisi yang menandakan gigi perlu dicabut oleh dokter, di antaranya:
- Gigi susu goyang, tapi gigi tetap sudah mulai tumbuh di belakangnya (double tooth row).
- Gigi susu goyang terasa nyeri atau berdarah terus-menerus.
- Gigi susu masih kuat menempel meski sudah waktunya copot.
- Anak mengalami kesulitan mengunyah karena posisi gigi susu goyang membuatnya tidak nyaman.
Dokter gigi anak akan memeriksa kondisi gusi, arah pertumbuhan gigi tetap, dan memastikan pencabutan dilakukan dengan cara yang aman dan minim rasa sakit.
Cara Aman Menghadapi Gigi Susu Goyang di Rumah
Sambil menunggu gigi copot secara alami, ada beberapa hal yang bisa dilakukan di rumah:
1. Biarkan Gigi Goyang Alami
Biarkan gigi goyang bergerak secara alami tanpa dipaksakan. Anak bisa menggoyang gigi secara perlahan dengan lidah untuk membantu proses pelepasan gigi susu. Menghindari penarikan paksa akan mengurangi risiko cedera pada gusi dan jaringan sekitar.
2, Jaga Kebersihan Mulut
Kebersihan mulut yang terjaga sangat penting untuk mencegah infeksi pada gusi dan gigi. Ajak anak untuk rutin menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride. Dengan kebiasaan ini, gigi anak akan tetap sehat meskipun sedang dalam proses pergantian.
3. Berikan Makanan Lunak
Saat gigi susu sedang goyang, berikan makanan yang lebih lunak agar anak tidak terganggu atau merasa sakit. Makanan keras dapat mempercepat copotnya gigi secara paksa atau menyebabkan ketidaknyamanan. Pilihlah makanan yang mudah dikunyah dan tidak memberikan tekanan berlebih pada gigi yang goyang.
4. Kumur Air Garam Hangat
Jika gusi terasa nyeri atau bengkak ringan, kumur dengan air garam hangat bisa membantu meredakan peradangan. Air garam membantu membersihkan area gusi dan mengurangi rasa sakit yang timbul. Lakukan kumur ini dengan lembut dan tidak terlalu sering agar tidak mengiritasi gusi.
Jika gigi akhirnya copot sendiri, bersihkan area tersebut dengan lembut dan pastikan anak tidak memasukkan jari ke dalam mulut.
Idealnya, anak sebaiknya rutin kontrol ke dokter gigi setiap enam bulan sekali bahkan saat tidak ada keluhan. Selain memastikan proses pergantian gigi berjalan normal, dokter gigi anak juga bisa memantau adanya kelainan susunan gigi sejak dini dan memberikan edukasi tentang kebersihan mulut yang tepat.
Nah, klinik gigi Damessa Dental Care menyediakan layanan pemeriksaan anak dengan pendekatan yang lembut dan menyenangkan. Yuk, kunjungi kami dan ikuti Instagram @damessa.dentalclinic!