Sariawan karena Gigi Tiruan

Rekap singkat!

  • Sariawan karena gigi tiruan adalah keluhan paling umum yang dirasakan pengguna gigi tiruan, terutama di minggu-minggu awal pemakaian.
  • Gigi tiruan bisa menyebabkan sariawan karena trauma, mengalami kelonggaran, masalah kebersihan gigi, dan xerostomia.
  • Cara mengatasi sariawan karena gigi tiruan adalah dengan melakukan penyesuaian gigi tiruan, mengistirahatkan gigi tiruan, membersihkan gigi, dan menghidrasi mulut.

Bagi sahabat Damessa yang memakai gigi tiruan, entah baru dipasang kemarin atau sudah bertahun-tahun pasti pernah merasakan satu hal yang sama… yaitu tiba-tiba perih menusuk di pipi, lidah, atau gusi. Saat dicek, eh… ternyata sariawan lagi!

Tenang, sahabat Damessa nggak sendirian! Menurut Prosthodontic Treatment for Edentulous Patient (Zarb & Hobkirk, 202), sariawan karena gigi tiruan adalah keluhan paling umum pada pengguna gigi tiruan, terutama di minggu-minggu awal pemakaian. Kabar baiknya, permasalahan ini bisa dicegah dan bisa diatasi asal tahu penyebabnya. Yuk, kita bahas!

Kenapa Gigi Tiruan Bisa Menyebabkan Sariawan?

Berikut ini beberapa kondisi yang dapat membuat gigi tiruan menjadi penyebab timbulnya sariawan di mulut.

1. Gesekan dan Trauma Berlebih (Traumatic Ulcer)

Saat gigi tiruan baru saja dipasang, mulut akan melewati proses adaptasi sehingga bagian yang terlalu tajam, terlalu menekan, atau agak kurang pas dapat menyebabkan rongga mulut menjadi lecet. Menurut McCracken’s Removable Partial Prosthodontics, iritasi mekanis adalah penyebab utama sariawan pada pemakai gigi tiruan

2. Gigi Tiruan Sudah Longgar atau Lama

Tulang rahang manusia itu berubah seiring waktu. Bahkan, jika kamu merawat gigi tiruan dengan baik, bentuk tulang akan tetap mengecil sedikit demi sedikit. Akibatnya, gigi tiruan yang dulu terasa pas perlahan menjadi longgar. Apabila sudah terjadi kelonggaran seperti itu, otomatis pergesekan antara gigi tiruan dan rongga mulut akan semakin meningkat dan meningkatkan potensi timbulnya luka.

3. Kebersihan Gigi Tiruan Kurang Optimal

Kalau gigi tiruan tidak dibersihkan dengan benar, plak dan jamur akan lebih mudah untuk menempel pada gigi. Menurut jurnal Gerodontology (2019), biofilm pada gigi tiruan dapat memperparah inflamasi mukosa mulut. Kondisi ini dapat membuat jaringan menjadi lebih sensitif dan mudah luka.

4. Mulut Kering

Saliva (air liur/ludah) adalah salah satu pelindung alami yang ada di dalam rongga mulut. Jadi, kekurangan saliva dapat membuat jaringan lunak di sekitar mulut menjadi lebih rapuh dan mengakibatkan mudahnya terkena iritasi.

Baca juga: 6 Manfaat Kumur Air Garam untuk Kesehatan Mulut dan Tenggorokan

Bagaimana Cara Mengatasi Sariawan karena Gigi Tiruan? 

Cara mengatasi sariawan karena gigi tiruan sering disalahpahami. Banyak orang berpikir, “Ah, nanti juga sembuh sendiri kok!”. Padahal, 95% sariawan karena gigi tiruan perlu dilakukan penyesuaian (adjustment). Yuk, simak langkah-langkahnya!

1. Melakukan Penyesuaian Gigi Tiruan

Menurut Zarb & Hobkirk, mayoritas sariawan hilang setelah melakukan penyesuaian terhadap area yang menekan sekitar gigi. Jadi, sebaiknya gigi tiruan yang kurang nyaman jangan terus dipaksa untuk digunakan. Lakukan penyesuaian ke dokter gigi agar area mulut yang sudah mengalami sariawan semakin cepat sembuh.

2. Istirahatkan Gigi Tiruan

Jika kamu merasakan sakit yang tidak tertahankan saat mengenakan gigi tiruan, kamu boleh melepas gigi tiruan selama beberapa jam. Biasanya, gigi tiruan dianjurkan untuk dilepas saat tidur malam agar rasa sakit di rongga mulut bisa pulih.

3. Bersihkan Gigi Tiruan dengan Benar

Membersihkan gigi tiruan dengan benar adalah hal yang sangat penting. Kamu bisa menggunakan sabun lembut, sikat khusus gigi tiruan, dan rendam gigi tiruan dengan denture cleanser. Menggunakan pasta gigi tidak disarankan karena bersifat abrasif dan bisa mengikis permukaan denture. Penelitian Gerodontology menemukan bahwa denture yang permukaannya kasar lebih mudah memicu biofilm dan inflamasi.

4. Menjaga Kebersihan Mulut

Bukan hanya gigi tiruan yang harus dipastikan dalam keadaan bersih, tetapi keadaan mulut juga, ya! Setidaknya, kamu harus berkumur dengan air hangat, menyikat gigi dan lidah, dan menghindari makanan yang terlalu keras saat area mulut masih nyeri.

5. Menjaga Hidrasi Mulut yang Kering

Jika mengalami mulut kering (xerostomia), penting untuk meningkatkan konsumsi air putih agar hidrasi mulut tetap terjaga. Hindari minuman berkafein karena dapat mengurangi produksi saliva yang memperparah kondisi mulut. Selain itu, penggunaan saliva substitute yang direkomendasikan oleh dokter dapat membantu meredakan keluhan.

6. Jangan Modifikasi Denture Sendiri

Modifikasi gigi tiruan sering kali dilakukan oleh orang awam, seperti mengikir sendiri di rumah karena merasa akan memperoleh kondisi gigi tiruan yang diinginkan. Hal ini sangat berbahaya dan justru akan membuat gigi tiruan semakin tidak stabil. Gunakan cara yang lebih bijak dengan langsung konsultasikan kondisi gigi ke dokter, ya.

Jika dalam rentang waktu lebih dari 14 hari dan sariawan tidak kunjung hilang, segera periksakan ke Klinik Gigi Damessa, ya! Bisa jadi ada faktor lain seperti infeksi jamur, trauma kronis, atau kondisi medis tertentu yang perlu perhatian dokter gigi. Tidak perlu takut atau malu untuk datang karena penyesuaian gigi tiruan itu merupakan proses yang normal dan bagian penting dari perawatan.

Jangan lupa ikuti akun Instagram @damessa.dentalclinic untuk tips kesehatan lainnya. Mulut sehat, makan enak, senyum nyaman, semuanya mungkin dengan gigi tiruan yang pas!

Referensi:

  • Zarb GA, Hobkirk J. Prosthodontic Treatment for Edentulous Patients. 13th ed. Mosby; 2013.
  • McCracken WL. Removable Partial Prosthodontics. 13th ed. Elsevier; 2016.
  • Felton D et al. “Evidence-based guidelines for denture care.” Journal of Prosthodontics. 2020.
  • Peracini A et al. “Biofilm and inflammation in denture wearers.” Gerodontology. 2019.
  • Singh A. “Traumatic ulcers associated with denture use.” Journal of Clinical and Diagnostic Research.
  • American College of Prosthodontists—Clinical Guidelines.