
Ringkasan Singkat
- Bercak putih pada gigi anak (white spot lesion) adalah tanda awal gigi berlubang yang sering tidak disadari orang tua.
- Kondisi ini terjadi akibat hilangnya mineral email gigi (demineralisasi) sebelum lubang terbentuk.
- White spot lesion sering muncul di gigi depan atas, terutama pada anak yang sering minum susu atau minuman manis sebelum tidur.
- Pada tahap awal, bercak putih masih bisa dihentikan dan diperbaiki tanpa tambal.
Sebagian besar orang tua baru menyadari gigi anak bermasalah saat warnanya sudah berubah menjadi cokelat, hitam, atau bahkan berlubang. Padahal, proses gigi berlubang hampir tidak pernah terjadi secara tiba-tiba. Ada satu tanda awal yang sering muncul lebih dulu, namun kerap terlewat karena tidak menimbulkan rasa sakit. Tanda ini dikenal sebagai white spot lesion atau bercak putih pada gigi anak. Bercak putih ini sering dianggap sepele, dikira hanya noda susu atau sisa pasta gigi. Padahal, justru di sinilah proses awal kerusakan gigi dimulai.
Mengenal Bercak Putih pada Gigi Anak
Bercak Putih pada Gigi Anak atau white spot lesion adalah area pada email gigi yang mengalami demineralisasi sub-permukaan, yaitu kehilangan mineral penting seperti kalsium dan fosfat di bagian dalam email, sementara lapisan luarnya masih tampak utuh. Perubahan struktur ini membuat email menjadi lebih berpori sehingga cahaya tidak dipantulkan dengan baik. Akibatnya, permukaan gigi tampak buram, pucat, dan tidak mengkilap dibandingkan area sekitarnya.
Lokasi Bercak Putih pada Gigi Anak yang Umum Terjadi
Bercak putih pada gigi anak biasanya ada pada bagian gigi tertentu. Berikut adalah lokasi bercak putih pada gigi anak yang umum terjadi.
1. Gigi Depan Atas
Bercak putih sering muncul pada gigi depan atas, khususnya di dekat garis gusi. Area ini lebih rentan terkena plak karena posisi gigi yang lebih mudah dijangkau oleh makanan dan cairan.
2. Area yang Sulit Dibersihkan
Gigi depan atas juga merupakan area yang lebih sulit dijangkau saat menyikat gigi, sehingga membuat plak lebih mudah menumpuk dan menyebabkan pembentukan bercak putih.
3. Paparan Cairan Manis
Kebiasaan mengonsumsi susu atau hidangan manis sebelum tidur tanpa menyikat gigi dapat memperburuk kondisi ini. Cairan manis yang tertinggal pada gigi memberikan peluang bagi bakteri untuk berkembang, mempercepat kerusakan gigi.
4. Penyebab Risiko Meningkat
Kurangnya kebersihan gigi dan kebiasaan buruk yang mengarah pada paparan berulang dari cairan manis atau asam pada gigi anak, meningkatkan risiko timbulnya white spot lesion yang sulit dihilangkan.
Bagaimana Bercak Putih pada Gigi Anak Bisa Terbentuk?
Saat anak mengonsumsi makanan atau minuman manis, bakteri di dalam mulut memecah gula dan menghasilkan asam. Asam ini menurunkan pH mulut ke level yang berbahaya bagi email gigi.
Jika kondisi asam terjadi berulang dan lebih sering daripada kemampuan alami tubuh untuk memperbaiki gigi, mineral akan terus keluar dari email. Lama-kelamaan, perubahan ini tampak sebagai bercak putih buram. Tanpa intervensi, permukaan email akan runtuh dan berubah menjadi gigi berlubang. Selain itu, jarang menyikat gigi juga dapat menyebabkan penumpukan plak dan bakteri yang dapat memicu white spot lesion.
Baca juga: Panduan Cara Sikat Gigi yang Benar agar Hasil Bersih Maksimal
Perbedaan Bercak Putih pada Gigi Anak dan Noda Putih Biasa
Noda putih fisiologis biasanya muncul sejak gigi pertama tumbuh, dengan warna yang merata dan permukaan yang mengkilap. Berbeda dengan itu, white spot lesion memiliki warna putih buram seperti kapur dan bentuk yang tidak beraturan. Lesi ini sering muncul di dekat garis gusi dan tampak lebih jelas ketika gigi dalam kondisi kering. Permukaan white spot lesion terlihat matte dan tidak licin, menunjukkan adanya perubahan pada struktur gigi yang dapat mengindikasikan kerusakan enamel.
Mengapa Bercak Putih pada Gigi Anak Tidak Boleh Diabaikan?
Bercak putih pada gigi anak adalah tahap awal gigi berlubang yang masih bisa dicegah. Pada fase ini, perawatan dapat dilakukan tanpa tindakan invasif seperti penambalan atau pengeboran. Namun pada anak, lapisan email gigi susu relatif lebih tipis, sehingga proses kerusakan dapat berkembang lebih cepat dibandingkan orang dewasa jika tidak ditangani.
Apakah Bercak Putih pada Gigi Anak Bisa Disembuhkan?
Bercak putih pada gigi anak atau white spot lesion dapat dihentikan dan bahkan membaik jika plak pada gigi dikontrol dengan baik, penggunaan fluoride dilakukan secara konsisten, dan frekuensi konsumsi gula dikurangi. Mengontrol plak sangat penting untuk mencegah bakteri yang dapat merusak enamel gigi, sementara fluoride membantu menguatkan enamel dan memperbaiki kerusakan yang terjadi. Selain itu, mengurangi konsumsi gula akan mengurangi risiko terjadinya kerusakan lebih lanjut pada gigi, karena gula dapat mempercepat proses pembentukan asam yang merusak enamel.
Dokter gigi anak akan menentukan apakah lesi masih aktif atau sudah stabil, kemudian memberikan perawatan seperti aplikasi fluoride varnish, edukasi kebersihan mulut, pengaturan pola makan, serta penggunaan bahan remineralisasi tambahan seperti CPP-ACP. Pada risiko tinggi, silver diamine fluoride (SDF) dapat digunakan untuk menghentikan perkembangan karies.
Kapan Anak Perlu Dibawa ke Dokter Gigi?
Jika orang tua mulai melihat bercak putih pada gigi anak, terutama di dekat garis gusi, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan. Pemeriksaan rutin penting meskipun anak belum mengeluh sakit, karena white spot lesion sering tidak menimbulkan gejala.
Di Klinik Gigi Damessa, pemeriksaan gigi anak dilakukan dengan pendekatan yang ramah, tenang, dan edukatif. Dokter gigi berpengalaman akan membantu mendeteksi tanda awal gigi berlubang dan memberikan perawatan yang sesuai dengan kebutuhan anak.
Jika Bunda melihat bercak putih pada gigi si kecil atau ingin pemeriksaan rutin, Klinik Gigi Damessa siap membantu dan jangan lupa follow Instagram @damessa.dentalclinic untuk informasi lebih lanjut..
Referensi:
- Abreu LG, et al. Oral health-related quality of life and dental caries in children. International Journal of Paediatric Dentistry, 2021.
- Gomez J, Tellez M, Pretty IA, Ellwood RP, Ismail AI. Non-cavitated carious lesions detection methods: a systematic review. Community Dent Oral Epidemiol. 2013 Feb;41(1):54-66. doi: 10.1111/cdoe.12021. PMID: 25180412.