Gigi anak tumbuh dua baris atau shark teeth pada gigi rahang atas

Ringkasan Singkat!

  • Shark teeth adalah kondisi ketika gigi permanen tumbuh sebelum gigi susu tanggal, sehingga tampak dua baris gigi
  • Kondisi ini umum terjadi pada usia 5–7 tahun, terutama pada gigi seri bawah anak
  • Penyebab tersering adalah gigi susu terlambat tanggal dan ruang rahang yang sempit
  • Sebagian besar kasus tidak berbahaya dan dapat membaik setelah gigi susu lepas

Melihat gigi anak tumbuh dua baris sering kali jadi momen yang bikin orang tua panik. Tiba-tiba terlihat gigi baru muncul di belakang gigi susu yang masih utuh. Banyak yang langsung khawatir, “Ini normal nggak?”, “Apa rahangnya bermasalah?”, atau bahkan takut gigi anak bakal berantakan selamanya.

Tenang dulu. Kondisi yang sering disebut shark teeth ini sebenarnya cukup umum terjadi pada anak, terutama di masa pergantian gigi. Dalam banyak kasus, kondisi ini tidak berbahaya dan bisa membaik dengan penanganan yang tepat.

Apa Itu Kondisi Gigi Anak Tumbuh Dua Baris?

Gigi anak tumbuh dua baris atau shark teeth adalah kondisi ketika gigi permanen tumbuh sebelum gigi susu tanggal, sehingga tampak seperti ada dua baris gigi di mulut anak. Baris pertama diisi oleh gigi susu yang belum copot, sedangkan baris kedua adalah gigi permanen yang tumbuh di belakangnya.

Gigi anak tumbuh dua baris disebut menyerupai shark teeth karena hiu memang memiliki lebih dari satu baris gigi di mulutnya. Kondisi gigi anak tumbuh dua baris paling sering terjadi pada gigi seri bawah, sekitar usia 5–7 tahun, yaitu usia umum pergantian gigi. Namun shark teeth tidak hanya muncul pada gigi seri bawah. Dalam beberapa kasus, kondisi ini bisa muncul pada gigi seri atas, gigi geraham belakang, dan gigi kaninus terutama jika rahang sempit, frekuensinya saja yang jauh lebih kecil dibanding bagian depan rahang bawah.

Baca juga: Tanda Gigi Anak Sedang Tumbuh, Perhatikan 4 Hal Ini!

Apa Penyebab Gigi Anak Tumbuh Dua Baris? 

Fenomena gigi anak tumbuh dua baris atau lebih dikenal dengan istilah “shark teeth” bisa menjadi hal yang membingungkan bagi orang tua. Namun, ini sebenarnya adalah kondisi yang cukup umum dan bisa terjadi karena beberapa faktor. Berikut adalah penjelasan lebih komprehensif tentang penyebab fenomena ini:

1. Gigi Susu Terlambat Tanggal

Salah satu penyebab utama gigi permanen tumbuh di belakang gigi susu adalah karena gigi susu terlambat tanggal. Pada beberapa anak, akar gigi susu tidak menyerap dengan baik atau lebih lambat, sehingga gigi susu tetap bertahan meskipun gigi permanen sudah siap untuk tumbuh. Hal ini menyebabkan gigi permanen terpaksa muncul di belakang gigi susu yang masih ada.

2. Ruang di Rahang Kurang

Jika rahang anak relatif sempit, gigi permanen akan kesulitan mencari jalur tumbuh yang tepat. Dalam kondisi ini, gigi permanen bisa muncul di belakang gigi susu. Masalah ini bisa disebabkan oleh faktor genetik atau kebiasaan anak yang memengaruhi perkembangan gigi. Beberapa kebiasaan seperti mengisap jempol, penggunaan empeng terlalu lama, tongue-tie, dan bernapas lewat mulut dapat memengaruhi posisi gigi dan ruang di rahang, yang berisiko menyebabkan gigi permanen tumbuh di belakang gigi susu.

3. Gigi Tetap Tumbuh Lebih Cepat dari Waktunya

Pada beberapa anak, gigi permanen bisa berkembang lebih cepat daripada anak-anak pada umumnya. Hal ini menyebabkan gigi permanen tumbuh sebelum gigi susu siap tanggal, yang dapat menyebabkan kondisi gigi tumbuh dua baris.

4. Faktor Genetik

Faktor genetik juga berperan dalam kondisi ini. Jika orang tua atau keluarga dekat pernah mengalami fenomena shark teeth saat kecil, maka anak Anda memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk mengalaminya. Faktor genetik dapat mempengaruhi pola tumbuh gigi serta ukuran rahang anak.

5. Posisi Benih Gigi Tetap

Sejak awal, benih gigi permanen memang bisa berada sedikit lebih ke belakang di rahang. Meskipun ini bukan kelainan serius, posisi benih gigi tetap yang agak terlambat ini dapat memengaruhi jalur tumbuh gigi, yang pada akhirnya menyebabkan gigi permanen muncul di belakang gigi susu.

Dengan memahami berbagai faktor penyebab gigi anak tumbuh dua baris, Anda bisa lebih siap dalam merawat gigi anak serta mengetahui kapan perlu berkonsultasi dengan dokter gigi untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Apakah Gigi Anak Tumbuh Dua Baris Berbahaya? Kapan Kita Harus ke Dokter Gigi? 

Mayoritas kasus tidak berbahaya dan bisa membaik sendiri.Gigi permanen biasanya akan bergeser ke depan, mengisi ruang bekas gigi susu, dan berada di posisi normal dalam beberapa minggu hingga bulan. Tapi, tidak semua kasus bisa sembuh sendiri ya! Itu sebabnya penting bagi orang tua untuk mengenali tanda tanda yang harus diwaspadai.

Bawalah anak ke dokter gigi jika si kecil mengalami hal-hal berikut: 

  1. Gigi susu tidak goyang sama sekali padahal gigi permanen sudah terlihat jelas tumbuh di belakangnya. 
  2. Dua baris gigi sudah berlangsung selama 8–12 minggu.
  3. Anak mengeluh sakit saat menggigit karena bisa jadi gigi menjadi crowding. 
  4. Gigi tetap tumbuh terlalu ke belakang atau ke dalam. 
  5. Gigi terlihat mulai tidak rapi.

Apakah Gigi Anak Tumbuh Dua Baris Pasti Membuat Anak Perlu Behel?

Tidak selalu. Banyak kasus gigi anak tumbuh dua baris tidak berujung pada perawatan ortodonti. Dengan pencabutan gigi susu yang tepat waktu, observasi rutin, dan kebiasaan mulut yang baik, gigi permanen sering kali bisa tersusun rapi.

Namun, risiko gigi berjejal atau crowding dapat meningkat jika rahang anak memang sempit, yang membuat gigi permanen kesulitan menemukan jalur tumbuh yang tepat. Selain itu, pencabutan gigi susu yang terlambat juga dapat memperburuk kondisi ini, karena gigi permanen terpaksa tumbuh di belakang gigi susu yang belum tanggal. Kebiasaan buruk, seperti mengisap jempol, penggunaan empeng yang berlebihan, atau bernapas melalui mulut, juga bisa berkontribusi terhadap pertumbuhan gigi yang tidak teratur. Tidak hanya itu, faktor genetik juga berperan penting, terutama jika ada riwayat keluarga yang mengalami crowding berat, sehingga anak berisiko lebih tinggi mengalaminya. Karena itu, pemantauan pertumbuhan gigi sejak dini sangat penting.

Jika Ayah dan Bunda melihat gigi anak tumbuh dua baris atau ragu apakah kondisi ini perlu ditangani, Klinik Gigi Damessa siap membantu. Pemeriksaan dilakukan oleh dokter gigi berpengalaman yang memahami tumbuh kembang gigi dan rahang anak, dengan pendekatan yang ramah dan tidak menakutkan.  Yuk, jadwalkan pemeriksaan di Klinik Gigi Damessa dan pastikan pertumbuhan gigi si kecil tetap sehat dan optimal sejak dini.

Referensi: 

  • Meade MJ, Dreyer CW. Eruption disturbances in the mixed dentition: orthodontic considerations for primary dental care. Aust Dent J. 2022 Mar;67 Suppl 1(Suppl 1):S14-S23. doi: 10.1111/adj.12931. Epub 2022 Aug 14. PMID: 35916055; PMCID: PMC9804924.
  • American Academy on Pediatric Dentistry Clinical Affairs Committee-Developing Dentition Subcommittee; American Academy on Pediatric Dentistry Council on Clinical Affairs. Guideline on management of the developing dentition and occlusion in pediatric dentistry. Pediatr Dent. 2008-2009;30(7 Suppl):184-95. PMID: 19216419.