
Ringkasan Singkat!
- Ankyloglossia atau tongue tie adalah kondisi di mana frenulum lidah terlalu pendek sehingga membatasi pergerakan lidah
- Pada bayi, tanda paling awal adalah kesulitan menyusu karena tidak bisa mengunci puting dengan benar
- Pada anak yang lebih besar, tongue tie bisa memengaruhi pengucapan huruf tertentu, pola makan, dan kebersihan mulut
- Frenektomi adalah prosedur sederhana untuk melepaskan frenulum yang terlalu ketat dan bisa dilakukan di klinik gigi anak
- Semakin dini ditangani, semakin mudah prosedurnya dan semakin cepat anak bisa beradaptasi
Pernah memperhatikan bayi Anda kesulitan menyusu meski posisinya sudah benar? Apakah anak sudah besar tapi masih kesulitan mengucapkan beberapa huruf seperti R, L, atau S? Salah satu penyebab yang sering terlewat adalah kondisi yang disebut ankyloglossia atau tongue tie, yaitu frenulum lidah yang terlalu pendek atau kaku.
Frenulum adalah jaringan tipis yang menghubungkan bagian bawah lidah dengan dasar mulut. Pada kondisi normal, frenulum ini cukup panjang untuk memberi lidah kebebasan bergerak ke segala arah. Namun, pada beberapa anak, frenulum ini terlalu pendek, tebal, atau menempel terlalu jauh ke ujung lidah sehingga membatasi pergerakan.
Bagaimana Tongue Tie Memengaruhi Anak?
Secara fungsional, tongue tie dapat memengaruhi beberapa aspek perkembangan orofasial pada anak. Berikut ini beberapa dampaknya berdasarkan tumbuh kembang anak.
1. Pada Bayi: Masalah Menyusu
Lidah berperan penting saat bayi menyusu. Bayi perlu bisa menjulurkan lidah di atas gusi bawah, membentuk cekungan untuk mengunci puting atau nipple dot dengan baik. Ketika frenulum terlalu ketat, bayi tidak bisa melakukan gerakan ini dengan optimal. Akibatnya bayi sering lepas dari puting, menelan banyak udara, tidak mendapat ASI cukup, dan ibu bisa mengalami nyeri atau lecet pada puting karena tekanan yang salah.
2. Pada Anak yang Lebih Besar: Bicara dan Makan
Saat anak mulai bicara, tongue tie bisa menyulitkan pengucapan huruf yang memerlukan ujung lidah menyentuh langit-langit atau gigi atas seperti R, L, T, D, N, dan beberapa huruf lainnya. Selain itu, anak juga mungkin kesulitan menjilat es krim, menelan makanan tertentu, atau menjulurkan lidah melewati bibir.
3. Dampak pada Kesehatan Gigi
Lidah berperan membantu membersihkan sisa makanan di sekitar gigi setelah makan. Ketika pergerakannya terbatas, sisa makanan lebih mudah menumpuk terutama di area gigi bawah depan. Selain itu, pada beberapa kasus tongue tie memengaruhi posisi gigi dan perkembangan rahang karena pola menelan yang berbeda.
Baca juga: Mengapa Gigi Anak Rusak Walau Rajin Sikat Gigi?
Apa itu Frenektomi?
Frenektomi adalah prosedur untuk melepaskan atau memotong frenulum yang terlalu ketat. Pada bayi baru lahir, prosedur ini sangat sederhana karena frenulum masih tipis dan tidak banyak pembuluh darah. Bisa dilakukan dengan gunting steril di klinik dalam hitungan detik. Pada anak yang lebih besar, prosedur menggunakan anestesi lokal dan bisa menggunakan laser atau alat bedah konvensional tergantung kondisi.
Pemulihan umumnya berlangsung cepat. Bayi biasanya bisa langsung menyusu setelah prosedur. Pada anak yang lebih besar, mungkin diperlukan beberapa sesi latihan gerak lidah (terapi wicara) setelah frenektomi untuk memaksimalkan hasilnya.
Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?
Penting bagi orang tua untuk mengenali kapan kondisi ini perlu mendapatkan evaluasi profesional. Berikut ini beberapa tanda yang perlu diwaspadai.
- Bayi sulit menyusu, sering lepas dari puting, atau berat badan tidak naik optimal
- Anak usia 2 tahun ke atas masih kesulitan mengucapkan banyak kata dengan jelas
- Lidah anak tidak bisa menjulur melewati bibir bawah atau menyentuh langit-langit mulut
- Ada celah di antara dua gigi bawah depan yang disebabkan frenulum bawah terlalu ketat
Dokter gigi anak di Klinik Gigi Damessa dapat mengevaluasi kondisi frenulum lidah dan bibir anak Anda serta menentukan apakah frenektomi diperlukan. Penanganan yang tepat di usia yang tepat bisa memberi dampak besar pada tumbuh kembang anak. Follow Instagram @damessa.dentalclinic untuk informasi seputar kesehatan gigi lainnya.
Referensi:
- Webb AN, Hao W, Hong P. (2013). The effect of tongue-tie division on breastfeeding and speech articulation: a systematic review. International Journal of Pediatric Otorhinolaryngology, 77(5), 635–646. doi:10.1016/j.ijporl.2013.01.010
- Emond A, et al. (2014). Randomised controlled trial of early frenotomy in breastfed infants with mild-moderate tongue-tie. Archives of Disease in Childhood: Fetal and Neonatal Edition, 99(3), F189–F195. doi:10.1136/archdischild-2013-305031










