scaling airflow

Ringkasan Singkat!

  • Scaling airflow adalah metode pembersihan gigi modern yang menggunakan semprotan udara, air, dan bubuk halus untuk mengangkat noda dan biofilm secara efektif tanpa alat logam.
  • Berbeda dari scaling konvensional yang menggunakan getaran ultrasonik, scaling airflow bekerja tanpa suara bising dan getaran, sehingga jauh lebih nyaman untuk pasien sensitif.
  • Scaling airflow sangat efektif mengangkat noda kopi, teh, rokok, dan biofilm bakteri yang sulit dijangkau sikat gigi biasa.
  • Scaling airflow dapat dikombinasikan dengan scaling konvensional dalam satu sesi, atau digunakan secara mandiri sebagai perawatan pemeliharaan kebersihan mulut.
  • Prosedur scaling airflow aman untuk pasien dengan behel, implan gigi, veneer, maupun mahkota gigi.

Banyak pasien yang menghindari scaling karena takut dengan suara bising dan sensasi getarannya. Tapi tahukah Anda, ada metode yang disebut scaling airflow yang bisa memberikan hasil pembersihan serupa, bahkan lebih menyeluruh, tanpa rasa tidak nyaman itu? Metode ini semakin banyak ditawarkan di klinik gigi modern karena efektivitasnya yang tinggi sekaligus pengalaman yang jauh lebih nyaman bagi pasien. Jadi, apa sebenarnya scaling airflow itu, dan bagaimana perbandingannya dengan scaling biasa? Berikut penjelasan lengkapnya.

Apa Itu Scaling Airflow?

Scaling airflow adalah teknologi pembersihan gigi yang dikembangkan oleh EMS Dental (Swiss) menggunakan semprotan bertekanan tinggi berisi campuran udara, air, dan bubuk halus, umumnya natrium bikarbonat atau erythritol, untuk membersihkan permukaan gigi, celah antar gigi, dan bahkan area di bawah garis gusi.

Berbeda dari scaling konvensional yang mengandalkan getaran ultrasonik untuk memecah karang gigi, scaling airflow bekerja secara mekanis menggunakan tekanan semprotan untuk mengikis noda permukaan dan biofilm bakteri. Hasilnya, prosedur ini jauh lebih senyap dan tidak menimbulkan getaran yang kerap dikeluhkan pasien.

Apa Saja yang Bisa Dibersihkan dengan Scaling Airflow?

Scaling airflow sangat efektif untuk membersihkan noda ekstrinsik, yaitu noda yang menempel di permukaan luar gigi akibat konsumsi kopi, teh, red wine, atau rokok. Selain itu, scaling airflow juga mampu mengangkat biofilm bakteri, yaitu lapisan tipis koloni bakteri yang menjadi cikal bakal plak dan karang gigi.

Keunggulan unik scaling airflow adalah kemampuannya menjangkau area yang sulit dibersihkan dengan scaling biasa, seperti celah antar gigi, ceruk kecil di permukaan kunyah, dan area di sekitar kawat behel atau implan gigi.

Scaling Airflow vs Scaling Konvensional: Apa Perbedaannya?

Pertanyaan ini sering muncul: mana yang lebih baik, scaling airflow atau scaling konvensional? Jawabannya bukan soal memilih salah satu, karena keduanya memiliki fungsi yang saling melengkapi.

Baca juga: Dry Socket Setelah Cabut Gigi: Mengapa Terjadi dan Bagaimana Mengatasinya?

Scaling konvensional dengan ultrasonic scaler tetap menjadi pilihan utama untuk mengangkat karang gigi yang sudah mengeras, terutama di bawah garis gusi. Sementara itu, scaling airflow unggul dalam membersihkan noda permukaan dan biofilm, serta memberikan hasil akhir yang lebih halus dan nyaman bagi pasien.

Di banyak klinik gigi modern, scaling konvensional dan scaling airflow dilakukan dalam satu sesi untuk hasil yang paling optimal: scaling terlebih dahulu untuk mengangkat karang gigi, dilanjutkan scaling airflow untuk poles akhir yang sempurna.

Siapa yang Cocok Menggunakan Scaling Airflow?

Tidak semua pasien memiliki kebutuhan yang sama. Scaling airflow biasanya direkomendasikan untuk kondisi tertentu seperti berikut.

  • Pasien yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap suara dan getaran alat scaling konvensional.
  • Pengguna behel yang memerlukan pembersihan area sekitar bracket yang sulit dijangkau.
  • Pasien dengan implan gigi, karena scaling airflow lebih aman untuk permukaan titanium implan dibanding alat logam.
  • Siapapun yang menginginkan pemutihan noda ekstrinsik ringan tanpa prosedur bleaching.
  • Pasien yang menjalani program pemeliharaan periodontal rutin.

Apakah Ada Kondisi yang Tidak Cocok untuk Scaling Airflow?

Scaling airflow tidak direkomendasikan untuk pasien dengan penyakit pernapasan tertentu seperti asma berat, kondisi gigi yang sangat sensitif dengan email yang sudah sangat tipis, atau pada kasus karang gigi yang sudah sangat tebal dan dalam. Untuk kasus terakhir, scaling konvensional perlu dilakukan terlebih dahulu sebelum scaling airflow bisa diaplikasikan.

Scaling airflow adalah kemajuan nyata dalam teknologi perawatan kebersihan mulut yang menawarkan pembersihan lebih menyeluruh, lebih nyaman, dan aman untuk berbagai kondisi gigi. Bagi Anda yang selama ini menghindari kunjungan ke dokter gigi karena tidak nyaman dengan prosedur scaling konvensional, scaling airflow bisa menjadi solusi yang layak dicoba.

Di Klinik Gigi Damessa, layanan scaling airflow tersedia sebagai bagian dari program perawatan kebersihan mulut yang komprehensif. Konsultasikan dengan dokter gigi kami untuk mengetahui apakah scaling airflow atau kombinasi scaling airflow dengan scaling konvensional adalah pilihan yang tepat untuk kondisi gigi Anda. Anda juga bisa follow Instagram @damessa.dentalclinic untuk informasi seputar konsultasi gigi.

Referensi:

  • Flemmig TF, et al. (2012). Subgingival debridement efficacy of glycine powder air polishing. J Periodontol. 83(4):444-452. doi: 10.1902/jop.2011.110362.
  • Petersilka GJ. (2011). Subgingival air-polishing in the treatment of periodontal biofilm infections. Periodontol 2000. 55(1):124-142.