Apa Itu Ameloblastoma Kenali Gejalanya

Rekap Singkat!

  • Ameloblastoma adalah tumor jinak yang tumbuh dari sisa jaringan pembentuk email gigi dan paling sering ditemukan pada rahang bawah.
  • Tidak semua benjolan pada rahang merupakan tumor, tetapi pembengkakan yang tumbuh perlahan tanpa nyeri perlu dinilai lebih lanjut.
  • Sebagian pasien baru mengetahui adanya ameloblastoma setelah menjalani foto rontgen untuk keperluan lain.
  • Pertumbuhan yang menekan tulang rahang perlu segera ditangani agar tidak merusak jaringan di sekitarnya.

Benjolan pada rahang tidak selalu terasa sakit sehingga sering dianggap tidak berbahaya. Padahal, sebagian pembengkakan berasal dari pertumbuhan jaringan yang memerlukan penilaian khusus.

Salah satu kondisi yang berkaitan dengan hal tersebut adalah ameloblastoma. Kondisi ini tergolong jarang, tetapi termasuk tumor odontogenik yang cukup sering ditemui di antara tumor rahang.

Tidak sedikit orang yang menunda pemeriksaan karena benjolannya tumbuh sangat lambat. Padahal, ameloblastoma dapat terus meluas dan menipiskan tulang di sekitarnya. Oleh karena itu, mengenali tandanya sejak dini menjadi hal yang penting.

Apa Itu Ameloblastoma dan Apa Tanda Awalnya?

Ameloblastoma merupakan tumor yang berasal dari epitel odontogenik, yaitu sisa jaringan yang dahulu berperan membentuk lapisan email gigi. Kelainan ini diperkirakan mencakup sekitar satu persen dari seluruh tumor rahang dan lebih sering muncul pada rahang bawah bagian belakang.

Beberapa tanda yang umum ditemukan antara lain:

1. Pembengkakan Rahang yang Tumbuh Perlahan

Pembengkakan pada rahang umumnya menjadi keluhan pertama yang membawa pasien ke dokter gigi.

Benjolan ini biasanya keras, tidak nyeri, dan membesar dalam hitungan bulan hingga tahun. Pertumbuhannya yang lambat membuat perubahan bentuk wajah kerap tidak disadari oleh penderitanya sendiri.

Baca juga: Gusi Bengkak Tanpa Sakit, Haruskah Diperiksa?

Namun, tidak adanya rasa sakit bukan berarti kondisinya aman. Dalam banyak kasus, nyeri baru muncul setelah ameloblastoma cukup besar atau terjadi infeksi.

2. Gigi yang Bergeser atau Mulai Goyang

Pertumbuhan tumor di dalam tulang dapat menggeser posisi gigi di sekitarnya.

Sebagian pasien menyadari giginya renggang atau berubah susunan tanpa perawatan ortodonti apa pun. Gigi yang terlibat juga dapat menjadi goyang meski jaringan gusinya terlihat sehat.

Perubahan susunan gigi pada usia dewasa perlu diperhatikan lebih lanjut. Kondisi tersebut kadang menandakan adanya proses di dalam tulang rahang.

3. Rasa Baal pada Bibir Bawah dan Dagu

Rasa kebas atau baal dapat muncul bila pertumbuhan menekan saraf yang melintas di rahang bawah.

Keluhan ini sering digambarkan seperti rasa setelah dibius yang tidak kunjung hilang. Sensasi tersebut dapat terjadi pada satu sisi bibir bawah atau dagu.

Rasa baal tanpa riwayat tindakan gigi sebelumnya termasuk keluhan yang perlu dinilai. Pemeriksaan membantu memastikan asal tekanan pada saraf tersebut.

Mengapa Kondisi Ini Sering Tidak Disadari Sejak Awal?

Pertumbuhan ameloblastoma umumnya sangat lambat sehingga tubuh sempat menyesuaikan diri dengan perubahannya. Wajah yang berubah sedikit demi sedikit jarang disadari oleh orang yang melihatnya setiap hari.

Selain itu, sebagian besar kasus pada tahap awal tidak menimbulkan nyeri sama sekali. Padahal, rasa sakit sering menjadi satu-satunya alasan seseorang memeriksakan diri ke dokter gigi.

Dalam banyak kasus, kelainan ini justru ditemukan secara tidak sengaja. Foto rontgen yang diambil untuk keperluan pencabutan atau pemasangan behel kadang memperlihatkan gambaran yang tidak biasa pada tulang.

Kapan Ameloblastoma Perlu Segera Diperiksakan ke Dokter?

Langkah pertama saat menemukan benjolan pada rahang adalah memeriksakannya ke dokter gigi. Pemeriksaan rontgen gigi umumnya diperlukan untuk melihat gambaran tulang yang tidak tampak dari luar.

Dokter gigi akan menilai bentuk, batas, dan luas kelainan pada gambaran radiografi. Bila diperlukan, pasien dapat dirujuk ke dokter spesialis bedah mulut untuk pemeriksaan lanjutan dan pengambilan sampel jaringan.

Namun, beberapa keadaan memerlukan perhatian yang jauh lebih segera. Pembengkakan rahang yang membesar cepat dalam hitungan minggu, rasa baal yang meluas, gigi goyang tanpa penyakit gusi, luka pada gusi yang tidak sembuh, atau kesulitan membuka mulut sebaiknya segera diperiksakan karena memerlukan penilaian menyeluruh.

Semakin awal kelainan ini dikenali, semakin kecil bagian rahang yang perlu dilibatkan dalam tindakan. Oleh karena itu, pemeriksaan sebaiknya tidak menunggu benjolan terlihat jelas dari luar.

Langkah yang Membantu Ameloblastoma Terdeteksi Lebih Awal

Deteksi dini pada kelainan rahang memang tidak selalu mudah, karena sebagian besar kasus berjalan tanpa keluhan pada tahun-tahun pertamanya.

Beberapa langkah yang dapat membantu antara lain:

1. Periksakan Pembengkakan yang Tidak Terasa Nyeri

Benjolan tanpa nyeri sering dianggap tidak memerlukan tindakan apa pun. Padahal, justru pola inilah yang umum ditemukan pada pertumbuhan jaringan di tulang rahang.

Pemeriksaan sederhana dapat membedakan pembengkakan tulang dari pembengkakan akibat infeksi. Penilaian awal ini membantu menentukan perlu tidaknya pemeriksaan lanjutan.

2. Manfaatkan Foto Rontgen Panoramik secara Berkala

Foto panoramik memperlihatkan seluruh rahang atas dan bawah dalam satu gambar. Pemeriksaan ini dapat menampakkan kelainan yang belum menimbulkan gejala.

Pasien yang akan menjalani pencabutan atau perawatan ortodonti umumnya sudah menjalani pemeriksaan ini. Hasilnya sebaiknya ditanyakan dan disimpan sebagai catatan.

3. Perhatikan Perubahan Susunan Gigi pada Usia Dewasa

Gigi yang tiba-tiba renggang atau bergeser tanpa sebab jelas perlu diperhatikan. Perubahan seperti ini tidak selalu berasal dari kebiasaan atau usia.

Menyampaikan perubahan tersebut kepada dokter gigi membantu penelusuran penyebabnya. Informasi kecil kadang mengarahkan pada temuan yang penting.

4. Lanjutkan Kontrol Setelah Tindakan Selesai

Ameloblastoma dikenal dapat tumbuh kembali bila jaringannya tidak terangkat seluruhnya. Karena itu, kontrol berkala tetap dianjurkan setelah tindakan.

Pemantauan umumnya berlangsung dalam jangka panjang. Kepatuhan pada jadwal kontrol berperan penting dalam mengenali kekambuhan sejak awal.

Ameloblastoma Umumnya Jinak dan Dapat Ditangani

Mendengar kata tumor memang menakutkan, tetapi sebagian besar kasus yang ditemukan bersifat jinak dan tidak menyebar ke organ lain.

Ada beberapa tanda yang perlu Anda perhatikan, mulai dari pembengkakan rahang yang tumbuh lambat, gigi yang bergeser, hingga rasa baal pada bibir bawah.

Yang terpenting adalah tidak menunda pemeriksaan hanya karena benjolan tersebut belum terasa sakit.

Apabila Anda mendapati pembengkakan pada rahang atau perubahan susunan gigi yang tidak biasa, konsultasikan kondisi Anda ke Klinik Gigi Damessa.

Tim dokter gigi Damessa siap melakukan pemeriksaan menyeluruh dan mengarahkan Anda pada penanganan yang sesuai. Dengan penilaian yang tepat, kelainan pada rahang dapat dikenali sebelum meluas lebih jauh.

Referensi

  • Palanisamy, J. C., & Jenzer, A. C. Ameloblastoma. In StatPearls. StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK545165/
  • McClary, A. C., West, R. B., McClary, A. C., Pollack, J. R., Fischbein, N. J., Holsinger, C. F., Sunwoo, J., Colevas, A. D., & Sirjani, D. (2016). Ameloblastoma: A clinical review and trends in management. European Archives of Oto-Rhino-Laryngology, 273(7), 1649-1661.
  • Neville, B. W., Damm, D. D., Allen, C. M., & Chi, A. C. (2015). Oral and Maxillofacial Pathology (4th ed.). Elsevier.