
Ringkasan singkat!
- Mengunyah es batu dapat merusak gigi akibat tekanan dan perubahan suhu ekstrem yang menyebabkan retakan dan sensitivitas.
- Kebiasaan ini berisiko merusak gigi, tambalan, veneer, dan mempengaruhi gusi serta saraf.
- Ganti kebiasaan dengan es serut atau permen karet sugar-free, dan periksa kondisi medis seperti anemia.
Bahaya mengunyah es Batu dapat menghantui Anda bila Anda terus melakukannya. Mengunyah es batu memang terasa menyegarkan, terutama saat cuaca panas atau setelah minum minuman dingin. Pada beberapa kasus, keinginan kuat untuk mengunyah es batu bahkan bisa menjadi tanda anemia defisiensi besi. Walau terasa tidak berbahaya, tekstur es yang keras dan suhunya yang ekstrem bisa menimbulkan tekanan besar pada struktur gigi. Ini menunjukkan bahaya mengunyah es batu yang sering diabaikan banyak orang.
Bagaimana Bahaya Mengunyah Es Batu Dapat Merusak Gigi?
Enamel, lapisan pelindung gigi yang paling keras di tubuh manusia, memiliki peran penting dalam menjaga gigi tetap kuat dan tahan lama. Namun, meskipun keras, enamel ini sangat rapuh terhadap tekanan mendadak. Ketika seseorang mengunyah es batu, gigi akan menghadapi dua jenis stres yang dapat merusak struktur enamel, yaitu sebagai berikut.
1. Tekanan Mekanik:
Gigitan kuat terhadap benda keras seperti es dapat menyebabkan enamel retak, mulai dari retakan mikro yang tidak terlihat hingga pecahan kecil yang membuat gigi lebih sensitif. Retakan ini bersifat permanen karena enamel tidak memiliki kemampuan regenerasi. Inilah salah satu bahaya mengunyah es batu yang dapat merusak struktur gigi dalam jangka panjang.
2. Perubahan Suhu Ekstrem:
Es memiliki suhu sangat rendah. Ketika gigi yang hangat terkena dingin mendadak maka enamel akan berkontraksi cepat. Perubahan drastis ini melemahkan struktur gigi dan meningkatkan risiko retakan halus di permukaan. Hasilnya gigi bisa menjadi lebih sensitif terhadap dingin, panas, bahkan udara.
Baca juga: Waspada! Penyakit Gusi Bisa Memperparah Gigi Sensitif mu!
Apa Saja Bahaya Mengunyah Es Batu
Mengunyah es batu mungkin tampak seperti kebiasaan sepele, tetapi di balik sensasi menyegarkan yang ditimbulkan, ada sejumlah bahaya mengunyah es batu yang dapat merusak gigi dan kesehatan mulut. Ada beberapa konsekuensi jangka panjang sebagai berikut.
1. Gigi Mudah Patah
Bagian tepi gigi, terutama gigi depan yang lebih tipis, adalah area yang paling rentan terhadap patah karena bentuknya yang lebih ramping dan letaknya yang langsung menerima tekanan saat menggigit benda keras seperti es batu. Tekanan mendadak ini dapat menyebabkan gigi patah atau retak, bahkan pada gigi yang terlihat sehat sekalipun, memperburuk risiko cedera dan kerusakan lebih lanjut.
2. Kerusakan Tambalan atau Veneer
Material restorasi seperti resin komposit atau porselen, yang biasa digunakan untuk tambalan atau veneer, tidak dirancang untuk menahan tekanan yang ditimbulkan saat menggigit benda keras seperti es batu. Kebiasaan ini dapat menyebabkan tambalan retak atau terlepas, sementara veneer bisa pecah dan bahkan mahkota gigi menjadi goyah. Kerusakan ini tidak hanya merusak penampilan gigi, tetapi juga membutuhkan biaya dan waktu ekstra untuk perbaikan.
3. Gusi dan Saraf Bisa Ikut Terpengaruh
Ketika enamel gigi mulai aus atau retak akibat kebiasaan mengunyah es batu, dentin di bawahnya yang lebih sensitif akan terpapar. Dentin memiliki tubulus kecil yang terhubung langsung dengan saraf gigi, yang membuat gigi lebih rentan terhadap sensasi ngilu dan rasa sakit yang tajam, terutama saat mengonsumsi makanan atau minuman yang dingin atau panas. Hal ini dapat menyebabkan rasa tidak nyaman yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Cara Mengurangi Risiko Jika Tidak Bisa Langsung Berhenti
Menghentikan kebiasaan memang tidaklah mudah, jadi kita harus pintar-pintar mencari alternatif sembari mengurangi kebiasaan tidak baik ini, seperti:
- Pilih es serut atau crushed ice, bukan es batu padat.
- Kunyah pengganti yang aman seperti permen karet sugar-free untuk memenuhi kebutuhan stimulus.
- Lakukan pemeriksaan darah. Jika dicurigai karena anemia, sebaiknya untuk mengetahui kadar zat besi. Bahaya mengunyah es batu terkadang dapat menjadi indikasi kondisi medis yang mendasarinya, seperti anemia.
Segeralah periksa ke dokter apabila kamu mulai merasakan gigi ngilu tiba-tiba terutama saat minum dingin, muncul garis-garis retak pada permukaan gigi, tepi gigi terasa kasar, dan tambalan terasa longgar.
Mengunyah es batu terlihat seperti kebiasaan kecil dan tidak berbahaya, tetapi tekanan keras dan suhu rendah dapat merusak enamel, memicu sensitivitas, bahkan menyebabkan patahan gigi. Bahaya mengunyah es batu dapat memperburuk kondisi gigi dalam jangka panjang. Jika kebiasaan ini berulang, risiko kerusakan restorasi dan gangguan saraf juga meningkat.
Segera kunjungi Klinik Gigi Damessa untuk pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut. Tim ahli kami siap membantu menjaga kesehatan gigi Anda. Jadwalkan kunjungan Anda sekarang dan lindungi senyuman Anda!