
Rekap Singkat!
- Frenektomi adalah prosedur pemotongan atau pengangkatan frenulum, yaitu jaringan tipis yang menghubungkan lidah atau bibir dengan gusi.
- Frenektomi sering direkomendasikan pada kasus tongue tie yang mengganggu proses menyusui, perkembangan bicara, atau pertumbuhan gigi anak.
- Prosedur frenektomi umumnya berlangsung singkat, sekitar 15–30 menit, dan dapat dilakukan menggunakan metode konvensional maupun laser.
- Tidak semua anak dengan frenulum pendek memerlukan frenektomi karena diperlukan evaluasi dokter gigi anak untuk menentukan indikasi yang tepat.
- Pemulihan setelah frenektomi biasanya berlangsung cepat dan manfaatnya dapat dirasakan segera setelah prosedur dilakukan.
Pernahkah Anda menemukan bayi yang kesulitan menyusu, anak yang bicaranya kurang jelas, atau lidah yang tampak tertarik ke bawah saat dijulurkan? Kondisi-kondisi tersebut bisa saja berkaitan dengan frenulum yang terlalu pendek atau terlalu kaku.
Meski sering tidak disadari, gangguan pada frenulum dapat memengaruhi berbagai fungsi penting di dalam rongga mulut. Salah satu tindakan yang dapat dilakukan untuk mengatasinya adalah frenektomi, yaitu prosedur sederhana yang memiliki dampak besar terhadap kualitas hidup anak.
Yuk, kenali lebih jauh mengenai frenektomi dan kapan prosedur ini diperlukan dalam penjelasan berikut ini!
Baca juga: Benarkah Gigi Tiruan Bikin Bicara Tidak Jelas? Ini Faktanya!
Apa Itu Frenulum dan Kapan Menjadi Masalah?
Sebelum memahami prosedur frenektomi, Anda perlu mengenal terlebih dahulu apa itu frenulum.
Frenulum adalah lipatan jaringan tipis yang berfungsi menghubungkan dua bagian di dalam rongga mulut. Ada dua jenis frenulum yang paling sering menjadi perhatian dalam dunia kedokteran gigi, yaitu:
1. Frenulum Lingual
Frenulum lingual merupakan jaringan yang menghubungkan bagian bawah lidah dengan dasar mulut.
Apabila frenulum ini terlalu pendek, tebal, atau kaku, pergerakan lidah menjadi terbatas. Kondisi ini dikenal sebagai tongue tie atau ankyloglossia dan menjadi salah satu indikasi paling umum dilakukannya frenektomi.
2. Frenulum Labial
Frenulum labial adalah jaringan yang menghubungkan bibir atas dengan gusi bagian depan.
Pada beberapa anak, posisi frenulum yang terlalu rendah atau terlalu tebal dapat memengaruhi pertumbuhan gigi dan menyebabkan terbentuknya celah di antara gigi depan atas.
Dampak Frenulum Bermasalah pada Bayi dan Anak
Tidak semua frenulum yang pendek memerlukan tindakan. Namun, ketika mulai mengganggu fungsi sehari-hari, dokter mungkin akan mempertimbangkan tindakan frenektomi.
1. Kesulitan Menyusui
Pada bayi, tongue tie sering kali pertama kali terdeteksi saat proses menyusui.
Lidah yang tidak dapat bergerak bebas membuat bayi kesulitan menciptakan isapan yang efektif. Akibatnya, bayi menjadi lebih cepat lelah saat menyusu dan asupan ASI yang diterima menjadi kurang optimal.
Selain itu, ibu juga sering mengalami nyeri atau puting lecet akibat posisi pelekatan yang kurang baik selama menyusui.
2. Gangguan Bicara
Ketika anak bertambah besar, keterbatasan gerakan lidah dapat memengaruhi kemampuan pengucapan beberapa huruf tertentu.
Huruf seperti “r”, “l”, “t”, “d”, “n”, dan “s” membutuhkan koordinasi ujung lidah yang baik. Oleh karena itu, beberapa anak dengan tongue tie dapat mengalami gangguan artikulasi yang menjadi alasan dilakukannya frenektomi.
3. Dampak pada Pertumbuhan Gigi dan Rahang
Frenulum labial yang terlalu tebal dapat menarik jaringan gusi di antara gigi depan atas dan menyebabkan terbentuknya celah atau diastema.
Dalam kondisi tertentu, frenektomi dapat menjadi bagian dari perawatan untuk membantu mendukung pertumbuhan gigi yang lebih optimal.
Apa Itu Frenektomi dan Bagaimana Prosedurnya?
Frenektomi adalah prosedur bedah minor yang bertujuan mengangkat atau memotong frenulum yang membatasi gerakan lidah maupun bibir.
Prosedur frenektomi umumnya berlangsung relatif singkat, sekitar 15 hingga 30 menit, tergantung kondisi pasien dan teknik yang digunakan.
1. Metode Konvensional
Pada metode ini, dokter menggunakan gunting bedah atau pisau bedah setelah area frenulum diberikan anestesi lokal.
Jaringan frenulum kemudian dipotong dan, pada beberapa kasus, area tindakan akan dijahit untuk membantu proses penyembuhan.
Metode ini telah digunakan selama bertahun-tahun dan terbukti efektif untuk berbagai kasus yang memerlukan frenektomi.
2. Metode Laser
Saat ini, perawatan ini juga dapat dilakukan menggunakan teknologi laser.
Laser memungkinkan pemotongan jaringan dengan tingkat presisi yang tinggi sekaligus membantu mengurangi perdarahan karena pembuluh darah kecil langsung tertutup selama prosedur berlangsung.
Pada banyak kasus, frenektomi dengan laser tidak memerlukan jahitan dan waktu pemulihannya cenderung lebih cepat dibandingkan metode konvensional.
Apakah Semua Anak dengan Frenulum Pendek Perlu Frenektomi?
Jawabannya adalah tidak.
Tidak semua anak dengan frenulum pendek memerlukan prosedur ini. Keputusan tindakan harus didasarkan pada evaluasi menyeluruh oleh dokter gigi anak atau dokter yang berkompeten dalam menangani kondisi tersebut.
Dokter akan menilai:
- Seberapa besar keterbatasan gerakan lidah atau bibir.
- Apakah terdapat gangguan menyusui.
- Apakah terjadi gangguan bicara.
- Adakah pengaruh terhadap pertumbuhan gigi dan rahang.
- Bagaimana perkembangan anak secara keseluruhan.
Pada beberapa kasus ringan, kondisi frenulum hanya perlu dipantau secara berkala tanpa tindakan.
Frenektomi Dapat Memberikan Dampak Besar bagi Tumbuh Kembang Anak
Kini Anda sudah mengetahui bahwa frenektomi merupakan prosedur sederhana yang dapat memberikan manfaat besar apabila dilakukan pada indikasi yang tepat.
Mulai dari membantu proses menyusui yang lebih efektif pada bayi, memperbaiki fungsi bicara pada anak, hingga mendukung pertumbuhan gigi yang lebih baik, frenektomi dapat menjadi solusi untuk berbagai masalah yang disebabkan oleh frenulum yang terlalu pendek atau kaku.
Penting untuk diingat, keputusan untuk melakukan prosedur ini harus didasarkan pada hasil pemeriksaan dan evaluasi yang tepat agar tindakan benar-benar dilakukan pada kasus yang membutuhkan.
Apabila Anda mencurigai anak mengalami tongue tie atau memiliki masalah pada frenulum yang mengganggu aktivitas sehari-hari, segera konsultasikan ke Klinik Gigi Damessa.
Tim dokter gigi anak di Klinik Gigi Damessa siap membantu melakukan pemeriksaan menyeluruh dan memberikan rekomendasi terbaik terkait kebutuhan frenektomi sesuai dengan kondisi buah hati Anda.
Referensi
- Srinivasan, B., et al. (2019). Frenectomy: A review with the reports of surgical techniques. Journal of Clinical and Diagnostic Research, 13(4).
- Pransky, S. M., et al. (2015). Diagnosing and treating ankyloglossia in newborns and infants. JAMA Otolaryngology, 141(12), 1063-1064.
- Messner, A. H., & Lalakea, M. L. (2000). Ankyloglossia: Controversies in management. International Journal of Pediatric Otorhinolaryngology, 54(2-3), 123-131..