
Rekap Singkat
- Gigi berlubang tidak dapat sembuh sendiri karena kerusakan jaringan gigi bersifat permanen.
- Namun, pada tahap awal masih dapat dicegah agar tidak semakin parah dengan perawatan yang tepat.
Sahabat Damessa pasti pernah mendengar bahwa gigi menjadi berlubang dikarenakan adanya ulat dalam lubang tersebut bukan? Lalu cara mengatasinya adalah dengan sikat gigi saja, tanpa perlu ke dokter gigi karena gigi berlubang bisa sembuh sendiri asalkan “ulat” tersebut dibuang. Sebenarnya, betulkah demikian? Simak penjelasannya berikut ini!
Apa itu Gigi Berlubang?
Gigi berlubang atau karies gigi adalah suatu infeksi kronis yang umum yang dihasilkan dari bakteri kariogenik yang melekat pada gigi, terutama Streptococcus mutans. Istilah karies gigi berasal dari kata latin “caries” yang berarti pembusukan (decay). Bakteri kariogenik yang ada pada gigi mampu mengubah gula dari makanan yang kita konsumsi menjadi suatu asam yang mendemineralisasi struktur gigi dari waktu ke waktu.
Apakah Gigi Berlubang Bisa Sembuh Sendiri?
Setelah tahu gambaran umum tentang gigi berlubang, kini Sahabat Damessa perlu tahu kalau gigi berlubang tidak bisa disembuhkan sendiri. Hal ini dikarenakan kerusakan pada jaringan gigi bersifat permanen dan gigi manusia hanya mengandung stem cell dalam jumlah yang terbatas. Di samping itu, gigi manusia dewasa juga telah kehilangan kemampuan untuk beregenerasi dikarenakan jaringan dalam gigi yang disebut dental epithelium, yang fungsinya adalah untuk memulai proses pembentukan gigi, sudah tidak lagi ada pada gigi yang erupsi.
Dengan demikian, ketika gigi mengalami suatu kerusakan, kerusakan tersebut tidak lagi bisa diperbaiki kembali oleh jaringan gigi itu sendiri. Pada tahap awal proses kerusakan gigi, yakni ketika mulai terjadinya demineralisasi, yang secara klinis akan tampak adanya white spot lesion, gigi ini masih ada kemungkinan untuk diperbaiki. Namun, jika gigi sudah mencapai tahap yang benar-benar tampak berlubang, maka tidak bisa sembuh sendiri, ya, Sahabat Damessa.
Apa Saja Tahapan Gigi Berlubang?
Timbulnya gigi berlubang dimulai dari adanya bercak putih pada gigi (white spot lesion). Mengapa bercak ini bisa muncul? Gigi berlubang terjadi akibat adanya ketidakseimbangan antara faktor demineralisasi dan remineralisasi pada gigi. Demineralisasi dimulai ketika asam menumpuk di permukaan paling luar dari gigi kita, yakni enamel, menyebabkan pH pada rongga mulut menurun. Ketika demineralisasi ini berlanjut dan air liur tidak bekerja secara efisien dalam hal remineralisasi dan self-cleansing. Sehingga, gigi kita akan tampak “berpori”, yang dikenal dengan white spot lesion.
Meski demikian, white spot lesion ini tidak hanya jadi gambaran dari tanda awal terjadinya karies atau gigi berlubang saja, lho! Bisa jadi juga karena paparan fluorida yang terlalu banyak. Ketika white spot lesion ini dibiarkan terus menerus tanpa adanya penanganan dari dokter gigi maka akan terus berkembang berakhir menjadi gigi berlubang.

Gambar 1. White spot lesion ditunjukkan dengan panah warna biru (Wareth 2023)

Gambar 2. Perjalanan gigi berlubang (Young et al. 2015)
Cara Mencegah dan Mengatasi Gigi Berlubang
Nah, bila tadi sudah dijelaskan bagaimana proses terjadinya gigi berlubang, tentunya Sahabat Damessa juga ingin mengetahui bukan, bagaimana cara mengatasi bahkan mencegah terjadinya gigi berlubang tersebut? Berikut cara mencegah supaya gigi kita sehat dan tidak berlubang:
1. Sikat Gigi Rutin
Rutin di sini berarti dua kali sehari, setelah sarapan dan sebelum tidur, ya, Sahabat Damessa! Lalu mengapa sudah sikat gigi dua kali sehari giginya tetap berlubang? Jawabannya ada pada teknik dan durasi dari sikat giginya yang belum dilakukan dengan benar.
Pastikan Sahabat Damessa menggunakan sikat gigi dengan bulu yang halus serta ukuran kepala sikat gigi yang kecil supaya mampu menjangkau hingga ke bagian gigi paling belakang. Pasta gigi yang digunakan juga harus yang mengandung fluorida dan cukup sebesar biji jagung saja, ya, Sahabat Damessa. Durasi dari sikat giginya pun cukup dua menit di tiap sesinya dengan gerakan dari gusi ke gigi, ya!
2. Mengurangi Konsumsi Gula
Hal ini dikarenakan gula yang terkandung dalam makanan maupun minuman memiliki kemampuan kariogenik bagi gigi.
Baca juga: Dampak Gadget dan Camilan Manis pada Kesehatan Gigi Anak
3. Rutin Kontrol ke Dokter Gigi
Sahabat Damessa harus kontrol paling tidak enam bulan sekali, ya! Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan dalam kurun waktu enam bulan bakteri–bakteri dalam rongga mulut sudah tumbuh kembali, sehingga mampu menyebabkan gigi kita menjadi berlubang akibat adanya pembentukan plak pada lapisan terluar gigi.
Bila sudah terlanjur terbentuk lubang, apa yang bisa kita lakukan? Berikut cara mengatasi gigi berlubang:
- Tambal Gigi
- Perawatan Saluran Akar
- Cabut Gigi
Hal ini bergantung pada tingkat keparahan dari gigi yang berlubang. Bila gigi yang berlubang sudah mencapai ruang pulpa dan dekat dengan saluran akar, perawatan saluran akar akan menjadi pilihan perawatan yang ditawarkan. Namun, bila kondisi gigi sudah tidak dapat dipertahankan lagi (hopeless) maka pencabutan menjadi solusinya.
Gigi berlubang bisa sembuh sendiri hanyalah suatu mitos belaka! Sekali gigi kita berlubang, tidak ada jalan kembali kecuali dilakukan perawatan. Maka dari itu, yuk, mulai sekarang jaga kesehatan gigi dan mulut kita, ya, Sahabat Damessa. Bila ada keluhan bisa langsung datang ke Klinik Damessa terdekat.
Referensi
Mishra, M. B., & Mishra, S. (2011). Sugar-Sweetened Beverages: General and Oral Health Hazards in Children and Adolescents. International journal of clinical pediatric dentistry, 4(2), 119–123. https://doi.org/10.5005/jp-journals-10005-1094
Prada, A. M., Potra Cicalău, G. I., & Ciavoi, G. (2024). A Review of White Spot Lesions: Development and Treatment with Resin Infiltration. Dentistry Journal, 12(12), 375. https://doi.org/10.3390/dj12120375
Rathee M, Sapra A. Dental Caries. [Updated 2023 Jun 21]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2026 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK551699/
Warreth, A. (2023). Dental caries and its management. International Journal of Dentistry, 2023, 1–15. doi:10.1155/2023/9365845
Young, D. A., Nový, B. B., Zeller, G. G., Hale, R., Hart, T. C., Truelove, E. L., … Beltran-Aguilar, E. (2015). The American Dental Association Caries Classification System for Clinical Practice. The Journal of the American Dental Association, 146(2), 79–86. doi:10.1016/j.adaj.2014.11.018
Zhang, W., & Yelick, P. C. (2021). Tooth Repair and Regeneration: Potential of Dental Stem Cells. Trends in molecular medicine, 27(5), 501–511. https://doi.org/10.1016/j.molmed.2021.02.005