Gigi tiruan jembatan umumnya dipilih karena gigi hilang akibat pencabutan, kerusakan parah, atau benturan, sementara gigi di sebelahnya masih cukup kuat.
Tidak semua kasus gigi hilang cocok ditangani jembatan, karena gigi penyangga harus sehat dan jaraknya tidak terlalu panjang.
Lubang di bawah gigi penyangga sering baru disadari setelah jembatan terasa goyang atau berbau.
Gigi yang hilang meninggalkan ruang yang perlahan memengaruhi gigi di sekitarnya. Gigi tetangga dapat miring, sementara gigi lawan di rahang seberang turun mengisi celah.
Gigi tiruan jembatan atau dental bridge menjadi salah satu cara mengisi ruang tersebut. Berbeda dari gigi palsu lepasan, jembatan dipasang permanen sehingga tidak perlu dilepas saat makan maupun tidur.
Namun, jembatan bertumpu pada gigi asli di kanan dan kirinya. Kondisi gigi penyangga itulah yang menentukan apakah jembatan dapat bertahan lama atau justru menimbulkan masalah baru. Oleh karena itu, cara kerjanya perlu dipahami sebelum perawatan dimulai.
Cara Kerja Gigi Tiruan Jembatan Mengganti Gigi Hilang
Gigi tiruan jembatan terdiri atas gigi pengganti yang disebut pontic, ditahan oleh mahkota pada gigi di sebelahnya. Rangkaian ini termasuk dalam layanan gigi tiruan cekat yang direkatkan permanen dan tidak dilepas pasang.
Berdasarkan cara penyangganya, beberapa jenis gigi tiruan jembatan berikut paling sering digunakan.
1. Jembatan Konvensional dengan Mahkota Penyangga
Jenis ini paling banyak digunakan dalam praktik sehari-hari.
Gigi di kedua sisi ruang kosong dikikis lalu ditutup crown gigi yang menyatu dengan gigi pengganti di tengahnya. Rancangan ini kuat untuk menahan tekanan kunyah, termasuk di area gigi belakang.
Kekurangan gigi tiruan jembatan jenis ini, gigi penyangga yang sebenarnya sehat harus ikut dikikis. Hal ini menjadi pertimbangan bila gigi tetangga masih utuh tanpa tambalan.
2. Jembatan Adhesif yang Lebih Sedikit Mengikis Gigi
Jenis ini dikenal juga sebagai jembatan Maryland.
Gigi pengganti ditahan oleh sayap tipis yang direkatkan di sisi dalam gigi tetangga. Pengikisan gigi penyangga jauh lebih sedikit, sehingga sering dipilih untuk mengganti satu gigi depan.
Meskipun demikian, kekuatannya lebih terbatas dan kurang sesuai untuk area yang menerima tekanan kunyah besar. Pada sebagian kasus, gigi tiruan jembatan jenis ini dapat terlepas dan perlu direkatkan ulang.
3. Jembatan yang Ditopang Implan
Jenis ini tidak bergantung pada gigi asli sebagai penyangga.
Sekrup implan gigi ditanam di tulang rahang, lalu menjadi tumpuan bagi gigi tiruan jembatan. Pendekatan ini sering dipilih bila beberapa gigi berurutan hilang atau gigi tetangga tidak cukup kuat.
Prosesnya memang lebih panjang karena implan perlu menyatu dengan tulang lebih dulu. Namun, gigi asli di sekitarnya tidak perlu dikikis sama sekali.
Bisa, dokter gigi Damessa akan menilai kondisi gigi penyangga dan tulang rahang sebelum menyarankan jembatan, implan, atau gigi tiruan lepasan.
Gigi Penyangga Menanggung Beban Paling Besar
Banyak orang hanya memperhatikan gigi pengganti di tengah gigi tiruan jembatan. Padahal, gigi penyangga di kedua sisinya menanggung tekanan kunyah tambahan setiap hari.
Area di bawah gigi tiruan jembatan juga tidak dapat dibersihkan dengan sikat biasa. Sisa makanan yang tertahan dapat memicu lubang pada gigi penyangga atau radang gusi tanpa terlihat dari luar.
Lubang yang terlanjur dalam pada gigi penyangga kadang memerlukan perawatan saraf gigi atau bahkan pembongkaran jembatan. Karena itu, kebersihan di bawah jembatan sama pentingnya dengan kekuatan jembatannya sendiri.
Bagaimana Proses Pemasangan Gigi Tiruan Jembatan?
Tahap pertama adalah pemeriksaan untuk menilai kondisi gigi penyangga, gusi, dan tulang di sekitar ruang kosong. Pemeriksaan rontgen gigi membantu memastikan akar gigi penyangga cukup panjang dan sehat.
Apabila ada karang gigi atau lubang, kondisi tersebut ditangani lebih dulu. Setelah itu, gigi penyangga dikikis untuk memberi ruang bagi mahkota.
Gigi kemudian dicetak atau dipindai untuk membuat gigi tiruan jembatan yang sesuai bentuk lengkung rahang. Tahapan cetak gigi ini menentukan seberapa pas jembatan duduk di atas gusi.
Selama menunggu pembuatan, jembatan sementara dipasang untuk melindungi gigi yang sudah dikikis. Gigi tiruan jembatan permanen lalu dicobakan, disesuaikan gigitannya, dan direkatkan dengan semen khusus.
Cara Merawat Gigi Tiruan Jembatan agar Tahan Lama
Tinjauan sistematis melaporkan sekitar 89 persen jembatan konvensional masih berfungsi setelah sepuluh tahun, meskipun angka tersebut sangat dipengaruhi kebersihan pemakainya.
Beberapa kebiasaan yang dapat membantu antara lain:
1. Bersihkan Bagian Bawah Jembatan Setiap Hari
Benang gigi biasa tidak dapat masuk ke bawah gigi pengganti. Benang khusus dengan ujung kaku atau alat penyelip benang membantu menjangkau area tersebut.
Membersihkan bagian ini setiap malam mengurangi risiko lubang pada gigi penyangga.
2. Gunakan Sikat Sela Gigi atau Water Flosser
Sikat sela gigi berukuran kecil membantu membersihkan sisi gigi penyangga. Alat semprot air juga dapat menjadi pilihan bagi yang kesulitan menggunakan benang.
Kedua alat ini melengkapi, bukan menggantikan, sikat gigi biasa.
3. Hindari Mengunyah Makanan yang Sangat Keras
Es batu, tulang, atau kacang yang sangat keras memberi tekanan besar pada sambungan gigi tiruan jembatan. Keramik dapat retak atau semen perekat dapat melemah.
Memotong makanan keras menjadi bagian kecil membantu membagi tekanan saat mengunyah.
4. Lakukan Pemeriksaan dan Scaling Berkala
Pemeriksaan rutin membantu mendeteksi celah, lubang di tepi mahkota, atau gusi yang meradang sejak awal. Pembersihan karang gigi di sekitar jembatan juga lebih menyeluruh bila dilakukan di klinik.
Masalah yang ditemukan lebih awal umumnya dapat diperbaiki tanpa mengganti seluruh gigi tiruan jembatan.
Gigi Tiruan Jembatan Bertahan Lama dengan Penyangga yang Sehat
Gigi yang hilang tidak perlu dibiarkan terlalu lama, karena ruang kosong perlahan memengaruhi posisi gigi di sekitarnya dan kenyamanan saat mengunyah.
Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, mulai dari jenis jembatan yang sesuai, kondisi gigi penyangga, proses pemasangan, hingga cara membersihkan bagian bawahnya. Gigi tiruan jembatan dapat berfungsi bertahun-tahun bila penyangganya terjaga.
Pilihan antara jembatan, implan, atau gigi palsu lepasan sebaiknya diputuskan setelah pemeriksaan langsung. Setiap pilihan memiliki kelebihan dan syarat yang berbeda.
Apabila Anda kehilangan satu atau beberapa gigi dan ingin penggantinya tidak perlu dibongkar pasang, konsultasikan kondisi Anda ke Klinik Gigi Damessa.
Tim dokter gigi Damessa siap menilai kekuatan gigi penyangga, memeriksa kondisi tulang melalui rontgen, hingga membantu Anda memilih antara jembatan konvensional, adhesif, atau yang ditopang implan. Dengan rancangan yang sesuai, fungsi kunyah dan senyum dapat kembali seperti semula.
Untuk menjadwalkan konsultasi, Anda cukup mengetuk tombol WhatsApp di laman ini. Admin Damessa akan membantu mencarikan cabang terdekat dan jadwal dokter yang tersedia, sekaligus menjawab pertanyaan awal seputar gigi tiruan jembatan dan pilihan penggantinya. Sebelum menghubungi, ketuk juga banner promo di artikel ini untuk melihat penawaran perawatan gigi tiruan yang sedang berlaku.