...

Gusi Belakang Bengkak dan Sakit Mengunyah, Apa Penyebabnya?

Picture of drg. Brenda Regina Christy
drg. Brenda Regina Christy
Daftar Isi
Key Takeaways

Rekap Singkat!

    • Gusi belakang bengkak dan sakit mengunyah umumnya terjadi karena pertumbuhan gigi bungsu yang tidak sempurna, penumpukan karang gigi, atau infeksi di sekitar gigi geraham.

    • Tidak semua kasus hilang dengan sendirinya karena gigi bungsu impaksi dan abses cenderung berulang bila pemicunya tidak ditangani.

    • Banyak pasien baru menyadari penyebab sebenarnya setelah bengkak mereda tetapi kembali kambuh di titik yang sama.

Gusi Belakang Bengkak dan Sakit Mengunyah, Apa Penyebabnya

Keluhan gusi belakang bengkak dan sakit mengunyah termasuk yang paling sering membuat pasien buru-buru mencari pertolongan. Rasa nyeri yang muncul setiap kali mengunyah membuat makan dan tidur terasa berat.

Sebagian pasien mengira keluhan ini sekadar sariawan di area belakang mulut. Padahal, area gigi geraham dan gigi bungsu memiliki anatomi yang kompleks sehingga sumber bengkaknya bisa beragam.

Memahami penyebab gusi belakang bengkak dan sakit mengunyah membantu pasien mengenali tanda yang perlu diwaspadai. Pemahaman ini juga mencegah penundaan pemeriksaan ketika keluhannya ternyata berkaitan dengan gigi bungsu atau infeksi lanjut. Oleh karena itu, pembahasannya perlu dilihat secara menyeluruh.

Penyebab Utama Gusi Belakang Bengkak dan Sakit Mengunyah

Gusi belakang bengkak dan sakit mengunyah umumnya terjadi karena pertumbuhan gigi bungsu, infeksi di sekitar gigi geraham, atau penumpukan plak yang membentuk karang. Pada sebagian pasien, pencabutan gigi bungsu menjadi pilihan agar bengkak tidak berulang.

Beberapa penyebab yang paling sering ditemukan dapat dijelaskan sebagai berikut.

1. Pertumbuhan Gigi Bungsu yang Tidak Sempurna

Gigi bungsu yang tumbuh pada usia dewasa muda sering kali tidak memiliki ruang yang cukup di rahang.

Kondisi ini membuat sebagian mahkota gigi tetap tertutup lipatan gusi yang disebut operculum. Sisa makanan dan bakteri dapat terjebak di bawah lipatan tersebut, memicu peradangan yang dikenal sebagai perikoronitis. Rasa nyeri biasanya memberat saat mengunyah karena lipatan gusi mudah tergigit.

Dalam banyak kasus, gigi bungsu yang tumbuh miring atau terpendam juga menekan gigi geraham di depannya, sehingga nyeri terasa menjalar.

2. Infeksi akibat Gigi Berlubang Dalam atau Abses

Gusi belakang bengkak dan sakit mengunyah juga dapat berasal dari gigi berlubang dalam.

Lubang yang menembus ke saraf dapat memicu infeksi di sekitar akar gigi. Infeksi ini kadang berkembang menjadi abses yang membuat gusi tampak merah, bengkak, dan terasa berdenyut. Setiap tekanan saat mengunyah membuat nyeri semakin tajam.

Baca juga: 7 Cara agar Gusi Bengkak Cepat Kempes dan Mencegahnya Kambuh Lagi

Pada kerusakan yang sudah mencapai saraf, perawatan saraf gigi umumnya diperlukan agar gigi dapat dipertahankan.

3. Penumpukan Karang Gigi di Area Geraham

Area gigi geraham belakang paling sulit dijangkau sikat gigi.

Plak yang tidak terangkat lama-kelamaan mengeras menjadi karang gigi dan menjadi sarang bakteri. Peradangan gusi yang berawal dari sini dapat berkembang menjadi radang gusi hingga penyakit periodontal. Gusi menjadi mudah bengkak, berdarah, dan terasa nyeri saat mengunyah.

Frequently Asked Questions

Gusi belakang bengkak dan sakit saat mengunyah dapat disebabkan oleh pertumbuhan gigi bungsu yang tidak sempurna, infeksi akibat gigi berlubang, atau penumpukan karang gigi. Pemeriksaan dokter gigi diperlukan untuk memastikan penyebabnya dan menentukan perawatan yang sesuai.
Anda dapat berkumur dengan air garam hangat, menghindari makanan keras, dan membersihkan area gigi belakang secara perlahan menggunakan sikat berbulu lembut. Namun, langkah ini hanya membantu meredakan keluhan sementara dan tidak menggantikan pemeriksaan dokter gigi.
Segera jadwalkan pemeriksaan di Klinik Gigi Damessa jika bengkak berulang, nyeri saat mengunyah, atau muncul tanda infeksi. Dokter gigi dapat mengevaluasi kondisi gigi bungsu dan geraham melalui pemeriksaan langsung maupun rontgen jika diperlukan, kemudian merekomendasikan perawatan yang sesuai. Jika bengkak disertai kesulitan bernapas atau menelan, segera cari pertolongan medis darurat.

Pada tahap ini, pembersihan karang gigi umumnya dianjurkan untuk menghilangkan pemicunya.

Mengapa Gusi Belakang Mudah Bermasalah daripada Area Lain

Banyak pasien menyangka gusi belakang bengkak dan sakit mengunyah hanya masalah kebersihan sederhana. Padahal, letaknya di bagian paling belakang mulut membuat area ini lebih rentan dibanding gigi lain.

Gigi geraham dan gigi bungsu memiliki lekuk serta celah yang dalam sehingga sisa makanan mudah menyangkut. Keterbatasan jangkauan sikat juga membuat plak lebih cepat menumpuk, terutama pada sisi lidah dan di balik gigi bungsu.

Dalam banyak kasus, keluhan di area ini juga tersamarkan karena pasien tidak dapat melihatnya langsung. Bengkak sering kali baru disadari ketika rasa sakit sudah mengganggu makan.

Kapan Keluhan Ini Perlu Segera Diperiksakan Dokter?

Gusi belakang bengkak dan sakit mengunyah tidak selalu berbahaya, tetapi ada tanda yang menuntut penanganan segera. Mengenalinya membantu mencegah kondisi memburuk.

Bengkak yang berulang di titik yang sama umumnya menandakan pemicu belum ditangani, seperti gigi bungsu impaksi atau karang yang menumpuk. Dokter dapat menganjurkan rontgen gigi untuk melihat posisi gigi bungsu dan kondisi akar gigi geraham.

Pada gigi berlubang yang menjadi pemicu, penambalan gigi sering diperlukan agar bakteri tidak terus berkembang. Bila kerusakan sudah terlalu luas, pencabutan menjadi pilihan terakhir, sedangkan gigi bungsu impaksi umumnya memerlukan tindakan khusus di klinik.

Namun, beberapa keadaan memerlukan perhatian yang jauh lebih segera. Bengkak yang meluas ke pipi atau leher, demam tinggi, kesulitan menelan, kesulitan membuka mulut, atau sesak napas sebaiknya segera dibawa ke unit gawat darurat karena dapat menandakan infeksi yang menyebar.

Langkah Awal Meredakan Keluhan Sambil Menunggu Pemeriksaan

Sambil menunggu pemeriksaan, beberapa langkah dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman.

Beberapa hal yang dapat diperhatikan antara lain:

1. Berkumur Air Garam Hangat secara Berkala

Berkumur air garam hangat membantu membersihkan sisa makanan di sekitar gusi yang bengkak. Larutan sebaiknya dibuat encer agar tidak mengiritasi jaringan.

Berkumur dilakukan perlahan, beberapa kali sehari, terutama setelah makan.

2. Hindari Mengunyah di Sisi yang Bermasalah

Mengunyah di sisi yang sehat memberi ruang bagi gusi yang bengkak untuk pulih. Tekanan berulang pada sisi yang meradang justru memperlambat penyembuhan.

Makanan yang terlalu keras, panas, atau pedas sebaiknya dihindari sementara.

3. Bersihkan Area Belakang dengan Lembut

Area gigi geraham belakang tetap perlu dibersihkan meski terasa nyeri. Menggunakan sikat berbulu lembut dan benang gigi membantu mencegah penumpukan plak baru.

Berhenti menyikat sama sekali justru memperbesar peradangan di sekitar gigi.

4. Jangan Tunda Pemeriksaan

Perawatan rumahan bersifat sementara dan tidak menggantikan tindakan. Semakin cepat penyebab ditemukan, semakin kecil risiko kerusakan menyebar ke gigi di sekitarnya.

Pada bengkak yang berulang, pemeriksaan menyeluruh membantu memastikan apakah pemicu berasal dari gigi bungsu, karang, atau infeksi di dalam gigi.

Gusi Belakang Bengkak dan Sakit Mengunyah Perlu Ditangani di Sumbernya

Meredakan keluhan di rumah memang membantu, tetapi Anda perlu menyadari bahwa gusi belakang bengkak dan sakit mengunyah umumnya memiliki pemicu yang terus ada bila tidak ditangani.

Gigi bungsu impaksi, karang yang menumpuk, atau infeksi di dalam gigi tidak akan hilang hanya dengan berkumur dan kompres. Bengkak yang mereda sesaat sering kembali selama pemicunya belum diatasi.

Memeriksakan sumber keluhan jauh lebih menentukan daripada mengandalkan perawatan rumahan setiap kali gusi membengkak. Dengan penanganan di sumber masalah, kekambuhan dapat dikurangi secara berarti.

Apabila gusi belakang Anda sering bengkak atau mengganggu saat mengunyah, konsultasikan kondisinya ke Klinik Gigi Damessa. Pemeriksaan menyeluruh membantu memastikan apakah bengkak berasal dari gigi bungsu, gigi berlubang, atau penumpukan karang.

Tim dokter gigi Damessa siap menilai kondisi gigi geraham dan gigi bungsu Anda sekaligus menyusun rencana penanganan yang sesuai. Untuk mengetahui informasi layanan atau membuat janji pemeriksaan, Anda dapat menghubungi admin Damessa melalui tombol WhatsApp di laman ini. Anda juga dapat mengetuk banner promo di artikel untuk mendapatkan informasi promo melalui WhatsApp admin atau mengunjungi klinik Damessa terdekat secara langsung. Dengan penanganan yang tepat, keluhan gusi belakang bengkak dan sakit mengunyah tidak perlu berulang di titik yang sama.

 

Share

Konsultasi Sekarang! Gratis!

Hubungi kami atau kunjungi klinik Damessa terdekat di kota Anda.

Cari Dokter

1 2 3 4 … 31

Cari Artikel