
Rekap singkat!
- Bone graft gigi adalah prosedur medis untuk menambah volume atau kepadatan tulang rahang yang telah menyusut.
- Kehilangan tulang rahang umumnya disebabkan oleh pencabutan gigi yang dibiarkan terlalu lama atau penyakit gusi kronis (periodontitis).
- Prosedur ini menjadi fondasi krusial sebelum melakukan pasang implan gigi agar implan dapat tertanam dengan kokoh.
Kehilangan gigi bukan sekadar masalah estetika yang mengganggu rasa percaya diri saat tersenyum. Lebih dari itu, ompong dalam waktu lama dapat memicu dampak berantai yang merugikan kesehatan rongga mulut secara keseluruhan. Salah satu dampak yang paling sering luput dari perhatian adalah penyusutan atau hilangnya massa tulang rahang.
Banyak orang tidak menyadari bahwa tulang rahang membutuhkan stimulasi konstan dari akar gigi saat mengunyah agar tetap padat. Ketika gigi hilang, tulang di area tersebut secara perlahan akan terserap kembali oleh tubuh (resorpsi). Untungnya, dunia kedokteran gigi modern memiliki jawaban untuk mengatasi kondisi ini. Prosedur bone graft gigi menjadi solusi medis terbaik untuk mengembalikan struktur rahang yang hilang.
Baca juga: Ternyata Masalah Gigi Bisa Sebabkan Rahang Bengkak, Simak Penjelasannya!
Apa Itu Bone Graft Gigi dan Kapan Dibutuhkan?
Secara harfiah, bone graft gigi adalah prosedur pencangkokan tulang yang bertujuan untuk membangun kembali atau menambah volume tulang rahang yang telah mengalami penipisan. Prosedur ini sangat penting dilakukan pada beberapa kondisi spesifik, antara lain:
- Sebelum Pemasangan Implan Gigi: Implan membutuhkan fondasi tulang yang tebal dan kuat. Jika tulang rahang terlalu tipis, implan gigi tidak akan bisa menempel dengan stabil.
- Penyakit Periodontal Parah: Infeksi gusi yang sudah merusak jaringan tulang penyokong gigi membutuhkan rekonstruksi agar gigi asli tidak tanggal.
- Kehilangan Gigi yang Kronis: Memperbaiki struktur wajah yang tampak “kempot” atau menua akibat penyusutan rahang setelah bertahun-tahun kehilangan gigi.
Mengapa Terjadi Kehilangan Tulang Rahang?
Penyusutan tulang rahang dapat terjadi karena beberapa faktor utama. Memahami penyebab ini akan membantu Anda mengantisipasi kapan tindakan preventif atau restoratif diperlukan:
- Ekstraksi Gigi Tanpa Penggantian: Ketika gigi dicabut dan tidak segera diganti dengan gigi palsu atau implan, tulang rahang kehilangan fungsinya untuk menahan beban kunyah, sehingga perlahan menyusut.
- Periodontitis (Infeksi Gusi Kronis): Bakteri dari plak yang tidak dibersihkan dapat merusak jaringan gusi hingga mengikis tulang alveolar (tulang tempat tertanamnya gigi).
- Trauma atau Cedera fisik: Benturan keras pada area wajah akibat kecelakaan dapat merusak atau mematahkan sebagian tulang rahang.
Jenis Material yang Digunakan dalam Bone Graft Gigi
Dalam dunia medis, material yang digunakan untuk mencangkok tulang rahang sangat bervariasi. Dokter gigi akan memilih jenis material yang paling sesuai dengan kondisi klinis Anda:
- Autograft: Material tulang yang diambil langsung dari bagian tubuh pasien sendiri (misalnya dari area dagu atau rahang belakang). Ini adalah standar terbaik karena memiliki tingkat kecocokan tertinggi.
- Allograft: Material tulang yang berasal dari donor manusia lain yang telah diproses secara laboratorium agar aman dan steril.
- Xenograft: Material tulang yang berasal dari hewan (biasanya sapi) yang telah melalui proses pemurnian total sehingga menyisakan struktur mineral tulangnya saja.
- Alloplast: Material sintetis buatan laboratorium yang kaya akan kalsium fosfat untuk merangsang pertumbuhan tulang alami tubuh.
Bagaimana Prosedur Bone Graft Gigi Dilakukan?
Meskipun terdengar rumit, prosedur bone graft gigi sebenarnya termasuk ke dalam bedah minor yang umum dan aman dilakukan oleh dokter gigi spesialis.
Langkah-langkahnya bone graft gigi biasanya meliputi:
- Pemberian Anestesi: Dokter akan memberikan bius lokal agar pasien merasa nyaman dan bebas dari rasa sakit selama tindakan berlangsung.
- Pembukaan Jaringan Gusi: Dokter membuat sayatan kecil pada gusi untuk mengakses area tulang rahang yang mengalami penyusutan.
- Penempatan Material Cangkok: Material cangkok tulang diletakkan pada area yang tipis, kemudian ditutup dengan membran pelindung khusus.
- Penjahitan: Gusi ditutup kembali dan dijahit dengan rapi agar proses penyembuhan berjalan optimal.
Catatan Penting: Pemulihan dari prosedur bone graft gigi membutuhkan waktu beberapa bulan bagi material cangkok untuk benar-benar menyatu dan membentuk jaringan tulang baru yang kokoh bersama tulang asli Anda.
Mengatasi penyusutan tulang rahang memerlukan penanganan dari tim medis yang ahli dan berpengalaman agar hasilnya presisi dan aman. Prosedur bone graft gigi di Damessa dilakukan oleh dokter gigi spesialis bedah mulut maupun periodonsia yang kompeten dengan standar sterilisasi yang sangat ketat.
Jangan biarkan kondisi tulang rahang Anda memburuk hingga mengubah struktur wajah atau menggagalkan rencana implan gigi Anda. Konsultasikan kebutuhan bone graft gigi Anda bersama tim profesional kami yang siap memberikan diagnosis akurat serta rencana perawatan yang personal.
Segera kunjungi Klinik Gigi Damessa untuk mendapatkan perawatan bone graft gigi terbaik dan kembalikan kekuatan serta kesehatan paripurna rongga mulut Anda sekarang juga!
Referensi:
- Buser D, Chappuis V, Kuchler U, et al. Long-term stability of contour augmentation with early implant placement: A 10-year prospective study. Journal of Dental Research. 2013;92(12 Suppl):176S-182S.
- American Association of Oral and Maxillofacial Surgeons (AAOMS). Bone Grafting for Dental Implants.