Naproxen atau Ibuprofen untuk Nyeri Gigi Apa Bedanya

Rekap Singkat!

  • Naproxen dan ibuprofen sama-sama termasuk OAINS yang bekerja menekan zat pemicu nyeri, tetapi berbeda pada lama kerja dan frekuensi minumnya.
  • Tidak semua nyeri gigi membutuhkan obat dengan masa kerja panjang karena pilihan obat bergantung pada pola keluhannya.
  • Sebagian pasien baru menyadari perbedaan keduanya setelah merasa harus minum obat berulang kali dalam sehari.
  • Nyeri gigi yang berulang perlu ditangani pada sumbernya agar keluhan tidak kembali setiap kali obat habis.

Saat gigi terasa nyeri, banyak orang langsung mencari pereda nyeri yang tersedia di rumah. Dua nama yang paling sering muncul adalah naproxen dan ibuprofen.

Keduanya berasal dari golongan obat yang sama, yaitu antiinflamasi nonsteroid. Namun, keduanya memiliki karakteristik yang tidak sepenuhnya serupa.

Tidak sedikit orang yang memilih salah satunya hanya berdasarkan kebiasaan. Padahal, perbedaan lama kerja dapat memengaruhi kenyamanan selama nyeri berlangsung. Oleh karena itu, memahami perbedaannya membantu penggunaan yang lebih tepat.

Naproxen dan Ibuprofen, Apa yang Membedakan Keduanya?

Naproxen dan ibuprofen sama-sama bekerja dengan menghambat enzim siklooksigenase sehingga produksi zat pemicu nyeri dan peradangan menurun. Perbedaannya lebih terletak pada bagaimana tubuh mengolah masing-masing obat, termasuk saat dipakai untuk meredakan nyeri gigi.

Beberapa perbedaan yang perlu diketahui antara lain:

1. Lama Kerja dalam Sekali Minum

Perbedaan paling terasa terletak pada berapa lama efek satu dosis bertahan di tubuh.

Naproxen umumnya bekerja lebih lama sehingga jarak antarminumnya lebih panjang. Ibuprofen cenderung lebih singkat masa kerjanya dan perlu diminum lebih sering.

Baca juga: Fungsi, Hubungan dengan Nyeri, dan Kesehatan Mulut dari Obat Kumur Antiseptik

Namun, masa kerja yang panjang tidak selalu berarti lebih baik. Pada nyeri yang datang sesekali, obat dengan masa kerja pendek kadang lebih sesuai.

2. Frekuensi Minum dalam Sehari

Perbedaan lama kerja berdampak langsung pada jumlah kali minum per hari.

Naproxen umumnya cukup diminum dua kali sehari bagi orang dewasa. Ibuprofen umumnya diminum tiga sampai empat kali sehari sesuai anjuran.

Frekuensi yang lebih jarang dapat membantu pasien yang sulit mengingat jadwal minum obat. Meskipun demikian, aturan pakainya tetap perlu mengikuti anjuran tenaga kesehatan.

3. Pertimbangan Efek Samping dan Kondisi Tubuh

Kedua obat memiliki profil efek samping yang mirip karena berasal dari golongan yang sama.

Keluhan pada lambung, gangguan ginjal, dan risiko perdarahan menjadi perhatian pada keduanya. Obat dengan masa kerja lebih panjang berarti paparannya terhadap tubuh juga berlangsung lebih lama.

Karena itu, pilihan di antara keduanya sebaiknya mempertimbangkan riwayat kesehatan. Pasien dengan riwayat tukak lambung atau penyakit ginjal perlu berkonsultasi lebih dulu.

Hal yang Sering Keliru Saat Memilih di Antara Keduanya

Banyak orang menganggap obat dengan masa kerja lebih panjang otomatis lebih kuat. Padahal, lama kerja dan kekuatan peredaan nyeri adalah dua hal yang berbeda.

Sebagian pasien juga meminum naproxen dan ibuprofen bergantian saat nyeri terasa berat. Padahal, menggabungkan dua obat dari golongan yang sama umumnya tidak dianjurkan karena menambah risiko tanpa menambah manfaat berarti.

Selain itu, ada anggapan bahwa obat bebas berarti aman dipakai berhari-hari. Dalam banyak kasus, pemakaian terus-menerus tanpa evaluasi justru menutupi keluhan yang seharusnya diperiksa.

Kapan Naproxen Tidak Lagi Menjawab Keluhan Nyeri Gigi?

Langkah pertama saat nyeri gigi tidak kunjung reda adalah memeriksakannya ke dokter gigi. Pemeriksaan membantu memastikan apakah nyeri berasal dari gigi berlubang, jaringan gusi, atau bagian yang lebih dalam.

Dokter gigi akan menilai kondisi gigi dan menentukan tindakan yang diperlukan. Pada sebagian kasus, obat golongan lain seperti celecoxib diresepkan sesuai pertimbangan klinis.

Namun, beberapa keluhan memerlukan perhatian yang jauh lebih segera. Nyeri hebat yang tidak reda dengan obat, pembengkakan yang meluas ke wajah atau leher, demam tinggi, kesulitan menelan, atau sesak napas sebaiknya segera dibawa ke unit gawat darurat karena dapat menandakan infeksi yang menyebar.

Semakin cepat sumber nyeri ditangani, semakin kecil kemungkinan keluhan berulang di kemudian hari. Oleh karena itu, obat sebaiknya dipandang sebagai penopang sementara.

Cara Menggunakan Naproxen dengan Lebih Aman

Aturan pakainya terlihat mudah, tetapi obat golongan ini termasuk yang paling sering dipakai melebihi kebutuhan sebenarnya.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

1. Ikuti Dosis dan Jarak Minum yang Dianjurkan

Dosis naproxen untuk dewasa umumnya mengikuti anjuran pada kemasan atau resep dokter. Jarak antarminum sebaiknya tidak dipersempit meski nyeri terasa kembali.

Menambah dosis tidak membuat efeknya datang lebih cepat. Kelebihan dosis justru meningkatkan risiko gangguan lambung dan ginjal.

2. Minum Setelah Makan

Meminum obat setelah makan membantu mengurangi rasa tidak nyaman pada lambung. Kebiasaan ini dianjurkan pada hampir semua obat golongan OAINS.

Perut yang benar-benar kosong sebaiknya dihindari. Segelas air putih juga membantu obat turun dengan baik.

3. Batasi Lama Pemakaian Tanpa Pemeriksaan

Pemakaian pereda nyeri untuk keluhan gigi sebaiknya tidak berlarut-larut. Nyeri yang bertahan lebih dari beberapa hari menandakan perlunya pemeriksaan.

Menunda pemeriksaan sambil terus minum obat dapat memperbesar masalah. Dalam banyak kasus, penyebabnya terus berkembang meski nyerinya tidak terasa.

4. Sampaikan Riwayat Kesehatan dan Obat Lain

Riwayat tukak lambung, penyakit ginjal, jantung, atau asma perlu disampaikan kepada tenaga kesehatan. Informasi ini membantu menentukan obat yang paling sesuai.

Penggunaan obat pengencer darah juga penting disebutkan. Kombinasi dengan OAINS dapat meningkatkan risiko perdarahan.

Naproxen dan Ibuprofen Sama-Sama Bersifat Sementara

Memilih di antara keduanya memang berguna untuk kenyamanan, tetapi tidak satu pun dari keduanya menyentuh alasan gigi Anda terasa nyeri.

Ada beberapa hal yang membedakan keduanya, mulai dari lama kerja, frekuensi minum, hingga pertimbangan pada kondisi tubuh tertentu.

Yang terpenting adalah tidak menjadikan naproxen maupun ibuprofen sebagai cara menunda pemeriksaan.

Apabila Anda mengalami nyeri gigi yang berulang atau tidak kunjung reda, konsultasikan kondisi Anda ke Klinik Gigi Damessa.

Tim dokter gigi Damessa siap melakukan pemeriksaan menyeluruh dan menangani sumber nyeri sesuai kondisi Anda. Dengan penanganan yang tepat, keluhan dapat mereda tanpa bergantung pada obat terus-menerus.

Referensi

  • Derry, C. J., Derry, S., Moore, R. A., & McQuay, H. J. (2009). Single dose oral naproxen and naproxen sodium for acute postoperative pain in adults. Cochrane Database of Systematic Reviews, 1, CD004234.
  • Derry, C., Derry, S., Moore, R. A., & McQuay, H. J. (2009). Single dose oral ibuprofen for acute postoperative pain in adults. Cochrane Database of Systematic Reviews, 3, CD001548.
  • Pusat Informasi Obat Nasional (PIONAS), Badan POM RI. Naproksen. https://pionas.pom.go.id