
Ringkasan Singkat!
- Gigi bungsu yang tidak menimbulkan nyeri belum tentu bebas dari masalah.
- Posisi tumbuh, tingkat impaksi, serta hubungan gigi bungsu dengan jaringan di sekitarnya menjadi pertimbangan utama sebelum dokter merekomendasikan pencabutan.
- Pada beberapa kasus, gigi bungsu dapat meningkatkan risiko kerusakan gigi geraham di sebelahnya, infeksi gusi, maupun terbentuknya kista meskipun belum menimbulkan keluhan.
- Odontektomi merupakan prosedur bedah untuk mengangkat gigi bungsu yang tidak dapat dicabut dengan cara biasa.
- Pemeriksaan klinis dan foto rontgen diperlukan untuk menentukan apakah gigi bungsu sebaiknya dipertahankan atau diangkat.
Banyak orang merasa bingung ketika dokter gigi menyarankan pencabutan gigi bungsu atau wisdom teeth yang sama sekali tidak terasa sakit. Tidak sedikit yang berpikir bahwa selama tidak ada keluhan, gigi tersebut sebaiknya dibiarkan saja.
Padahal, keputusan untuk melakukan odontektomi bukan semata-mata didasarkan pada ada atau tidaknya rasa nyeri. Pada beberapa kondisi, gigi bungsu yang tampak “baik-baik saja” justru berpotensi menimbulkan masalah di kemudian hari apabila posisinya tidak normal.
Apakah Semua Gigi Bungsu Harus Dicabut?
Jawabannya adalah tidak.
Tidak semua gigi bungsu memerlukan pencabutan. Apabila gigi tumbuh sempurna, memiliki ruang yang cukup, dapat dibersihkan dengan baik, serta tidak mengganggu gigi maupun jaringan di sekitarnya, dokter gigi biasanya hanya akan melakukan pemantauan secara berkala.
Sebaliknya, apabila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya risiko komplikasi, dokter dapat merekomendasikan pencabutan meskipun pasien belum merasakan keluhan.
Mengapa Gigi Bungsu yang Tidak Sakit Tetap Bisa Bermasalah?
Gigi bungsu atau molar ketiga umumnya tumbuh pada usia 17 hingga 25 tahun. Karena merupakan gigi yang muncul paling akhir, ruang pada rahang sering kali sudah tidak mencukupi sehingga gigi tumbuh miring, terpendam, atau hanya muncul sebagian. Kondisi ini dikenal sebagai impaksi gigi bungsu.
Pada tahap awal, impaksi sering tidak menimbulkan rasa sakit. Namun, posisi gigi yang tidak normal dapat menyebabkan berbagai masalah yang berkembang secara perlahan.
1. Merusak Gigi Geraham di Sebelahnya
Gigi bungsu yang tumbuh miring dapat memberikan tekanan pada gigi geraham kedua. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko kerusakan akar, gigi berlubang di area yang sulit dibersihkan, maupun gangguan pada jaringan penyangga gigi.
2. Menyebabkan Peradangan Gusi
Pada wisdom teeth yang hanya tumbuh sebagian, masih terdapat lipatan gusi yang menutupi sebagian mahkota (crown) gigi. Area tersebut mudah menjadi tempat penumpukan sisa makanan dan bakteri sehingga dapat menyebabkan peradangan yang dikenal sebagai perikoronitis.
Keluhan biasanya berupa nyeri, bengkak, bau mulut, hingga kesulitan membuka mulut ketika infeksi sedang kambuh.
3. Meningkatkan Risiko Terbentuknya Kista
Meskipun tidak sering terjadi, gigi bungsu yang masih tertanam di dalam tulang rahang dapat berhubungan dengan terbentuknya kista odontogenik, seperti kista dentigerous.
Kista dapat berkembang tanpa gejala pada tahap awal, tetapi apabila ukurannya semakin besar dapat menyebabkan kerusakan tulang rahang maupun mengganggu gigi di sekitarnya.
Bagaimana Dokter Menentukan Apakah Gigi Bungsu Perlu Dicabut?
Keputusan melakukan odontektomi tidak hanya berdasarkan hasil pemeriksaan di dalam mulut. Dokter juga akan mengevaluasi posisi gigi melalui pemeriksaan radiografi, seperti foto panoramik atau CBCT pada kondisi tertentu.
Beberapa hal yang menjadi pertimbangan antara lain:
- arah pertumbuhan gigi;
- tingkat impaksi;
- kedekatan akar gigi dengan saraf;
- kondisi gigi geraham di sebelahnya;
- adanya infeksi, kerusakan gigi, atau kelainan lain di sekitar wisdom teeth.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, dokter akan menentukan apakah gigi cukup dipantau atau lebih baik diangkat.
Apa Itu Odontektomi?
Odontektomi merupakan prosedur bedah minor untuk mengangkat gigi bungsu yang tidak dapat dicabut menggunakan teknik pencabutan biasa.
Selama prosedur, dokter gigi akan memberikan anestesi lokal agar pasien tetap nyaman. Pada beberapa kasus, dokter perlu membuka jaringan gusi dan sedikit mengurangi tulang di sekitar gigi agar proses pengangkatan dapat dilakukan dengan aman. Lama tindakan bergantung pada posisi serta tingkat kesulitan impaksi masing-masing pasien.
Baca juga: Takut Cabut Gigi Bungsu? Kenali Risiko dan Faktanya!
Mengapa Pencabutan Dini Sering Lebih Dianjurkan?
Pada kasus yang memang memerlukan odontektomi, tindakan yang dilakukan lebih awal umumnya memberikan beberapa keuntungan.
Pada usia yang lebih muda, pembentukan akar gigi biasanya belum sempurna dan kepadatan tulang rahang masih relatif lebih rendah sehingga prosedur dapat dilakukan dengan lebih mudah. Selain itu, pencabutan dini juga membantu mencegah komplikasi yang mungkin muncul apabila wisdom teeth terus dibiarkan.
Meski demikian, keputusan waktu pencabutan tetap harus mempertimbangkan kondisi klinis setiap pasien dan hasil pemeriksaan dokter gigi.
Pemeriksaan Gigi Bungsu Membantu Mencegah Komplikasi
Gigi bungsu yang tidak terasa sakit belum tentu berada dalam kondisi yang sehat. Pada sebagian pasien, gigi tersebut dapat tumbuh dengan posisi yang baik dan tidak memerlukan tindakan apa pun. Namun, pada kasus lain, impaksi gigi bungsu dapat meningkatkan risiko gangguan pada gigi maupun jaringan di sekitarnya meskipun belum menimbulkan keluhan.
Karena itu, pemeriksaan sejak dini menjadi langkah penting untuk menentukan penanganan yang paling tepat. Jika Anda ingin mengetahui kondisi wisdom teeth atau mendapatkan rekomendasi apakah gigi tersebut perlu dipantau atau menjalani pencabutan gigi, tim dokter gigi di Klinik Gigi Damessa siap membantu melakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk evaluasi melalui rontgen gigi, sehingga rencana perawatan dapat disesuaikan dengan kondisi Anda.
Referensi
- Ghaeminia, H., et al. (2016). Position of the impacted third molar in relation to the mandibular canal. Journal of Oral and Maxillofacial Surgery, 74(9).
- Song, F., et al. (1997). Prophylactic removal of impacted mandibular wisdom teeth: A systematic review. Health Technology Assessment, 1(1).
- American Association of Oral and Maxillofacial Surgeons. (2020). Wisdom Teeth Management. aaoms.org.