Rokok Elektrik terhadap Kesehatan Gigi

Rekap Singkat

  • Rokok elektrik (vape) sering dianggap lebih aman dibandingkan rokok konvensional, namun tetap memiliki dampak negatif terhadap kesehatan gigi dan mulut. 
  • Dampak rokok elektrik terhadap kesehatan gigi dapat meningkatkan risiko karies, menyebabkan mulut kering (xerostomia), bau mulut (halitosis), hingga penyakit gusi. 
  • Kandungan seperti nikotin, propilen glikol, dan gliserin berperan dalam mengganggu keseimbangan bakteri serta produksi air liur. 

Rokok merupakan barang yang tak lekang oleh waktu. Dengan berkembangnya teknologi yang memengaruhi berbagai aspek dalam kehidupan, rokok ternyata juga ikut berevolusi. Di masa kini, banyak sekali kita temui, tidak hanya muda mudi, tetapi juga orang dewasa yang menggunakan rokok elektrik atau lebih dikenal dengan vape.

Banyak yang beranggapan bahwa vape ini lebih aman dari aspek kesehatan bila dibandingkan dengan rokok biasa. Padahal nyatanya, terdapat pengaruh pada rokok elektrik terhadap kesehatan gigi dan tubuh kita, lho, Sahabat Damessa. Lantas apa saja dampaknya terhadap kesehatan rongga mulut kita? Yuk, kupas tuntas pengaruh rokok elektrik terhadap kesehatan tubuh, terutama dampaknya pada kesehatan gigi dan mulut.

Apa Itu Rokok Elektrik?

Rokok elektrik (electronic cigarette) merupakan suatu perangkat yang berbentuk seperti rokok, cerutu, atau pena dan tidak mengandung tembakau. Meskipun tidak mengandung tembakau, pada umumnya rokok elektrik ini menggunakan baterai dan mengandung larutan nikotin, perasa, dan bahan kimia lainnya seperti propilen glikol dan gliserin.

Ketika rokok elektronik digunakan, larutan nikotin yang terkandung di dalamnya akan berubah menjadi kabut yang dapat dihirup ke paru-paru. Rokok elektrik ini terdiri dari beberapa bagian, di antaranya baterai, tangki (cartridge) untuk menampung cairan, resistor untuk memanaskan cairan (liquid), sumbu untuk menyerap cairan, dan nosel yang digunakan untuk menghirup aerosol yang dihasilkan.

image 6
Gambar 1. Gambaran Komponen Rokok Elektrik (Baldassari 2020)

Dampak Rokok Elektrik terhadap Kesehatan Gigi dan Mulut

Studi menunjukkan bahwa ternyata terdapat pengaruh dari penggunaan rokok elektrik terhadap kesehatan gigi dan mulut, di antaranya:

1. Peningkatan Risiko Karies

Studi menunjukkan bahwa pengguna rokok elektrik memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami karies dikarenakan mampu menghambat flora normal dalam rongga mulut. Ketika flora normal dalam rongga mulut dihambat, bakteri penyebab terjadinya karies, seperti Streptococcus mutans mampu berkembang lebih banyak, sehingga kemungkinan terjadinya karies pada pengguna rokok elektrik menjadi lebih tinggi.

2. Mulut Kering (Xerostomia) dan Bau Mulut (Halitosis)

Para pengguna rokok elektrik biasanya juga mengalami mulut kering, lho, Sahabat Damessa. Hal ini dikarenakan kandungan pada rokok elektrik, seperti gliserol dan propilen glikol mampu meningkatkan penyerapan air sehingga membuat rongga mulut menjadi kering.

Padahal air liur memiliki berbagai fungsi penting dalam rongga mulut kita. Ketika air liur dalam tubuh kita berkurang, tidak hanya mulut yang menjadi kering, tetapi proteksi rongga mulut juga berkurang sehingga juga mampu menyebabkan bau mulut.

2. Penyakit Gusi

Studi juga menunjukkan bahwa penggunaan rokok elektrik memiliki hubungan dengan kesehatan jaringan pendukung gigi (jaringan periodontal). Pada pengguna rokok elektrik ditemukan bahwa indeks plak dalam rongga mulut menjadi lebih tinggi.

Baca juga: Pasta Gigi untuk Perokok dalam Menghilangkan Noda Nikotin pada Gigi

Indeks plak yang lebih tinggi ini mampu menyebabkan loss of attachment (kehilangan perlekatan) pada jaringan periodontal menjadi lebih tinggi sehingga para pengguna rokok elektrik tidak hanya mengalami radang gusi (gingivitis), tetapi juga radang jaringan periodontal (periodontitis). Pada tingkat yang lebih parah, dikarenakan adanya keradangan pada jaringan periodontal, gigi-gigi akan menjadi terasa lebih goyang dibandingkan sebelumnya.

Apakah Rokok Elektrik Lebih Aman Dibandingkan Rokok Konvensional?

Meskipun kandungan yang dimiliki oleh rokok elektrik lebih rendah dibandingkan dengan rokok konvensional, bukan berarti rokok elektrik menjadi pilihan yang aman tanpa adanya efek samping, lho, Sahabat Damessa. Selain memiliki efek pada rongga mulut seperti yang tadi sudah dijelaskan, berbagai studi telah menunjukkan bahwa penggunaan rokok elektrik tetap memiliki risiko kesehatan jangka panjang, seperti meningkatkan tekanan darah, ketergantungan nikotin, hingga popcorn lung.

Cara Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut bagi Pengguna Rokok Elektrik

Dengan segala risiko yang dimiliki oleh penggunaan rokok elektrik, berikut ini cara menjaga kesehatan gigi dan mulut supaya kondisi yang sudah ada tidak menjadi lebih parah lagi.

1. Menjaga Kebersihan Gigi

Kebersihan gigi ini dijaga tidak hanya dengan sikat gigi 2x sehari saja, lho, Sahabat Damessa, tetapi juga dengan menggunakan dental floss dan sikat lidah. Bila sikat gigi 2x sehari saja pun, tidak asal sikat gigi, lho!

Supaya sikat gigi kita menjadi lebih optimal, Sahabat Damessa harus memerhatikan frekuensi, durasi, dan teknik dari menyikat gigi itu sendiri. Sikat gigi dilakukan 2x sehari, pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur, dengan minimal 2 menit pada tiap sesinya.

2. Kontrol Rutin ke Dokter Gigi

Dikarenakan pada pengguna rokok elektrik risiko kariesnya lebih tinggi, kontrol ke dokter giginya pun harus lebih rutin dan disiplin, yakni 6 bulan sekali. 

3. Mengurangi atau Menghentikan Penggunaan Rokok

Meskipun sangat susah untuk dilakukan, namun dengan konsistensi dan usaha Sahabat Damessa pasti bisa mengurangi atau bahkan menghentikan penggunaan rokok elektrik ini.

Jadi, meskipun terlihat lebih “modern”, terdapat pengaruh dari rokok elektrik terhadap kesehatan gigi dan mulut. Yuk, mulai lebih peduli dengan kesehatan rongga mulut kita dan segera periksakan keluhan Sahabat Damessa ke Klinik Damessa terdekat, ya! Dapatkan juga berbagai informasi edukasi kesehatan gigi dan mulut dengan mengikuti Instagram resmi @damessa.dentalclinic.

Referensi:

Amjad, M. A., Ocazionez Trujillo, D., Estrada-Y-Martin, R. M., & Cherian, S. V. (2025). E-Cigarette or Vaping Product Use-Associated Lung Injury: A Comprehensive Review. International Journal of Environmental Research and Public Health, 22(5), 792. https://doi.org/10.3390/ijerph22050792

Baldassarri S. R. (2020). Electronic Cigarettes: Past, Present, and Future: What Clinicians Need to Know. Clinics in chest medicine, 41(4), 797–807. https://doi.org/10.1016/j.ccm.2020.08.018

Tabnjh, A. K., Alizadehgharib, S., Campus, G., & Lingström, P. (2025). The effects of electronic smoking on dental caries and proinflammatory markers: a systematic review and meta-analysis. Frontiers in oral health, 6, 1569806. https://doi.org/10.3389/froh.2025.1569806