gigi goyang

Ringkasan Singkat!

  • Gigi goyang pada orang dewasa bukan proses alami, melainkan sebagai penanda ada masalah pada jaringan penyangga gigi
  • Penyebab gigi goyang paling sering adalah periodontitis yaitu peradangan yang sudah menyerang tulang penyangga gigi
  • Gigi goyang tidak selalu harus langsung dicabut karena penanganan dini bisa menstabilkan kembali gigi
  • Semakin lama dibiarkan, semakin banyak tulang yang hilang dan semakin kecil kemungkinan gigi bisa diselamatkan
  • Faktor sistemik seperti diabetes yang tidak terkontrol bisa mempercepat kerusakan jaringan periodontal

Gigi goyang pada anak adalah hal yang ditunggu-tunggu, tanda gigi susu siap berganti. Tapi saat gigi goyang dialami orang dewasa, situasinya sangat berbeda. Gigi permanen yang bergerak adalah sinyal bahwa jaringan yang menopangnya sedang mengalami kerusakan. Hal yang paling disayangkan adalah saat banyak orang baru menyadari giginya goyang setelah kerusakan sudah cukup parah karena proses awalnya sering kali tidak terasa sakit sama sekali.

Mengapa Gigi Dewasa Bisa Goyang?

Kondisi gigi goyang pada orang dewasa umumnya berkaitan dengan gangguan pada jaringan penyangga gigi. Berikut ini beberapa penyebab yang paling sering terjadi:

1. Periodontitis

Periodontitis dimulai dari gingivitis atau radang gusi yang tidak diobati. Ketika bakteri di karang gigi terus menghasilkan toksin, peradangan menyebar dari gusi ke tulang dan ligamen yang menopang gigi. Tulang penyangga perlahan terkikis. Ketika tulang yang hilang cukup banyak, gigi kehilangan fondasinya dan mulai bergerak. Kerusakan tulang akibat periodontitis bersifat irreversible, tulang yang sudah hilang tidak tumbuh kembali sendiri.

2. Bruxism yang Tidak Ditangani

Tekanan berulang dari menggertakkan gigi karena bruxism bisa menyebabkan microtrauma pada ligamen periodontal yang menghubungkan akar gigi dengan tulang. Dalam jangka panjang, ligamen ini melemah dan gigi mulai bergerak.

3. Trauma Fisik

Benturan pada area wajah atau mulut bisa merusak ligamen periodontal secara langsung. Gigi bisa goyang sementara setelah trauma ringan atau permanen jika kerusakannya parah.

4. Kondisi Sistemik

Diabetes yang tidak terkontrol diketahui memperburuk respons inflamasi gusi terhadap bakteri sehingga kerusakan periodontal bisa berlangsung lebih cepat. Osteoporosis juga dapat menurunkan densitas tulang rahang dan mempercepat proses kehilangan tulang penyangga.

Baca juga: Gusi Bengkak Tanpa Sakit, Haruskah Diperiksa?

Apakah Gigi Goyang Masih Bisa Diselamatkan?

Jawabannya sangat bergantung pada seberapa banyak tulang yang sudah hilang. Pada periodontitis stadium awal hingga menengah, penanganan berupa deep scaling dan root planing yaitu pembersihan mendalam di bawah garis gusi bisa menghentikan progresivitas dan menstabilkan gigi. Beberapa kasus memerlukan prosedur bedah periodontal untuk meregenerasi jaringan yang hilang.

Pada kasus lanjut di mana tulang penyangga sudah sangat berkurang, prognosis memang lebih buruk. Namun, kondisi ini bukan berarti langsung dicabut tanpa evaluasi. Dokter gigi spesialis periodonsia akan menilai kondisi setiap gigi secara individual dan memberikan rekomendasi yang paling tepat.

Tanda yang Harus Segera Diperiksakan

Mengenali gejala sejak dini sangat penting untuk mencegah kerusakan yang lebih lanjut. Berikut ini tanda-tanda bahwa gigi perlu segera diperiksakan.

  • Gigi terasa bergerak meski hanya sedikit
  • Ada perubahan pada cara gigi bertemu saat menggigit
  • Gusi terlihat menyusut dan akar gigi mulai terlihat
  • Gusi sering berdarah saat sikat gigi atau bahkan saat makan
  • Ada jarak atau celah baru yang muncul antara gigi

Semakin dini ditangani, semakin besar kemungkinan gigi bisa dipertahankan. Tim dokter gigi spesialis di Klinik Gigi Damessa siap melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi jaringan periodontal Anda dan menentukan rencana perawatan terbaik. Untuk informasi seputar konsultasi gigi, Anda juga bisa follow Instagram @damessa.dentalclinic.

Referensi:

Papapanou PN, et al. (2018). Periodontitis: Consensus report of workgroup 2 of the 2017 World Workshop on the Classification of Periodontal and Peri-Implant Diseases. Journal of Periodontology, 89(Suppl 1), S173–S182. doi:10.1002/JPER.17-0721