
Ringkasan Singkat!
- Perawatan pemutih gigi di klinik dan di rumah adalah dua metode utama yang memiliki dampak yang cukup berbeda.
- Kandungan bahan aktif pemutih gigi di klinik jauh lebih tinggi oleh dokter gigi, sehingga hasil lebih cepat dan lebih optimal dibanding dengan produk over-the-counter untuk perawatan di rumah.
- Untuk pemilik gigi sensitif, pemilihan metode pemutih gigi harus mempertimbangkan kondisi email gigi terlebih dahulu.
- Pemutih gigi sembarangan tanpa evaluasi dokter berisiko menyebabkan iritasi gusi dan kerusakan email permanen.
- Konsultasi ke ortodontis atau dokter gigi umum sebelum memulai prosedur pemutih gigi sangat dianjurkan.
Pemutih gigi bukan lagi prosedur eksklusif kalangan tertentu. Kini, berbagai produk pemutih gigi mudah ditemukan di apotek, minimarket, hingga marketplace online. Namun, tidak semua produk pemutih gigi aman untuk semua kondisi gigi, terutama bagi Anda yang memiliki gigi sensitif.
Pertanyaan yang paling sering muncul adalah apakah lebih baik menggunakan pemutih gigi di klinik dan di rumah? Jawabannya tidak sesederhana yang dibayangkan. Ada beberapa faktor penting yang perlu Anda ketahui sebelum memutuskan.
Apa Itu Pemutih Gigi dan Bagaimana Cara Kerjanya?
Pemutih gigi bekerja dengan cara mengoksidasi molekul pigmen yang menempel pada lapisan email gigi. Bahan aktif yang paling umum digunakan adalah hidrogen peroksida atau karbamid peroksida. Kedua senyawa ini memecah ikatan kimia pada noda gigi, sehingga warna gigi tampak lebih cerah.
Perbedaan utama antara produk pemutih gigi di klinik dan di rumah yang dijual bebas adalah konsentrasi bahan aktif. Produk rumahan umumnya mengandung 3–10% hidrogen peroksida, sementara prosedur di klinik bisa mencapai 15–38%.
Apa Keunggulan Pemutih Gigi di Klinik?
Prosedur pemutih gigi alami di klinik dilakukan oleh dokter gigi dengan pengawasan penuh. Sebelum prosedur dimulai, dokter akan mengevaluasi kondisi gigi dan gusi untuk memastikan tidak ada kontraindikasi seperti gigi berlubang yang belum ditangani atau gusi yang meradang.
Selama prosedur, gusi dan jaringan lunak di sekitar gigi dilindungi dari paparan bahan pemutih. Hal ini secara signifikan mengurangi risiko iritasi yang sering terjadi pada penggunaan produk di rumah secara mandiri.
Hasilnya pun biasanya terlihat dalam satu sesi perawatan, menjadikan prosedur pemutihan gigi di klinik pilihan utama bagi pasien yang menginginkan hasil cepat dan terukur.
Baca juga: Apakah Bleaching Selalu Menjadi Solusi Memutihkan Warna Gigi? Kenali Kelebihan dan Kekurangannya
Apakah Pemutih Gigi di Rumah Aman atau Berisiko?
Produk pemutihan gigi yang dijual bebas, seperti strip pemutih, pasta gigi whitening, atau gel dengan tray, dapat memberikan hasil yang cukup baik jika digunakan dengan benar. Namun, penggunaan yang tidak tepat atau berlebihan justru dapat merusak email gigi secara permanen.
Bagi pasien dengan gigi sensitif, kandungan peroksida bahkan dalam konsentrasi rendah sekalipun dapat memicu nyeri ngilu yang signifikan. Ini terjadi karena peroksida dapat menembus tubulus dentin dan merangsang saraf di dalam gigi.
Untuk mencegah gigi ngilu ketika melakukan perawatan pemutihan gigi pastikan hal berikut:
- Periksa apakah ada tambalan, veneer, atau mahkota gigi, bahan-bahan ini tidak dapat diputihkan oleh pemutih gigi.
- Evaluasi kondisi gusi, gusi yang meradang atau berdarah bukan kondisi ideal untuk prosedur pemutih gigi.
- Hindari penggunaan pemutih jika sedang hamil atau menyusui.
- Konsultasikan ke dokter gigi jika Anda memiliki riwayat sensitivitas gigi yang tinggi.
Apa Pemutih Gigi yang Direkomendasikan untuk Gigi Sensitif?
Untuk pemilik gigi sensitif, di antara opsi pemutih gigi di klinik dan di rumah, cara yang paling aman adalah konsultasi terlebih dahulu ke dokter gigi sebelum menggunakan produk pemutih apapun. Dokter gigi dapat merekomendasikan konsentrasi yang sesuai, durasi aplikasi, dan produk tambahan untuk mengurangi sensitivitas selama prosedur berlangsung.
Beberapa klinik gigi juga menyediakan protokol pemutih khusus untuk pasien dengan sensitivitas tinggi, menggunakan gel dengan kandungan fluoride atau kalium nitrat yang membantu mengurangi nyeri.
pemutih gigi di klinik dan di rumah adalah prosedur yang aman jika dilakukan dengan tepat dan berdasarkan evaluasi kondisi gigi yang menyeluruh. Untuk hasil terbaik dan risiko paling minimal, terutama bagi pemilik gigi sensitif, prosedur pemutihan di klinik dengan pengawasan dokter gigi adalah pilihan yang paling direkomendasikan.
Di Klinik Gigi Damessa, prosedur pemutihan gigi dilakukan dengan standar keamanan tinggi, menggunakan teknologi terkini, dan disesuaikan dengan kondisi gigi masing-masing pasien. Konsultasikan kebutuhan Anda bersama dokter gigi Damessa untuk mendapatkan senyum cerah yang aman dan tahan lama.
Referensi:
- Carey CM. (2014). Tooth whitening: what we now know. J Evid Based Dent Pract. 14 Suppl:70-76. doi: 10.1016/j.jebdp.2014.02.006.
- Kwon SR, Wertz PW. (2015). Review of the mechanism of tooth whitening. J Esthet Restor Dent. 27(5):240-257. doi: 10.1111/jerd.12152.