Piranti Ortodonti Lepasan

Rekap singkat!

  • Piranti Ortodonti Lepasan merupakan alat lepasan yang digunakan pada anak untuk membantu mengarahkan posisi gigi dan rahang secara preventif.
  • Perawatan ortodonti sejak dini dapat mencegah maloklusi yang lebih berat, memperbaiki estetika dan fungsi gigitan, serta mengurangi risiko perawatan kompleks di masa depan.
  • Keberhasilan penggunaan POL bergantung pada kedisiplinan anak dan peran aktif orang tua dalam mendampingi, menjaga kebersihan, serta kontrol rutin ke dokter gigi.

Halo, Sahabat Damessa! Pernah nggak, sih, memperhatikan susunan gigi si kecil yang tampak mulai berjejal, maju, atau tidak sejajar? Banyak orang tua mengira kondisi ini baru perlu ditangani saat anak sudah besar dan gigi permanennya tumbuh lengkap. Padahal, ada perawatan ortodonti sejak dini yang bersifat preventif (pencegahan) untuk membantu mengarahkan pertumbuhan gigi dan rahang anak. Salah satunya adalah piranti ortodonti lepasan. Apa itu piranti ortodonti lepasan, kapan diperlukan, dan apa manfaatnya untuk anak? Yuk, kenali bersama di artikel berikut ini!

Apa itu Piranti Ortodonti Lepasan?

Piranti Ortodonti Lepasan (POL) diartikan sebagai alat dalam dunia kedokteran gigi yang memiliki komponen-komponen seperti pelat dasar akrilik, komponen retentif, dan komponen aktif yang dirancang untuk membantu pergerakan dan penataan gigi, terutama pada anak-anak dalam masa mixed dentition. Berbeda dengan behel konvensional yang biasanya digunakan pada orang dewasa, POL ini bisa dilepas pasang oleh anak-anak dan orang tua, lho!

Ilustrasi piranti ortodonti lepasan
Gambar 1. Ilustrasi piranti ortodonti lepasan (Yun et al. 2022)

Mengapa Perlu Perawatan Ortodonti Sejak Dini?

Perawatan ortodonti sejak dini dianjurkan karena bertujuan menciptakan kondisi yang lebih baik bagi pertumbuhan rahang dan susunan gigi anak. Dengan penanganan lebih awal, faktor-faktor yang dapat memperburuk susunan gigi dapat dikendalikan sehingga risiko terjadinya maloklusi yang semakin berat di kemudian hari bisa dicegah atau setidaknya dikurangi. Selain itu, perawatan dini juga memberikan berbagai manfaat tambahan bagi kesehatan gigi dan mulut anak.

Kondisi Apa Saja yang Bisa Dibantu dengan POL?

Piranti Ortodonti Lepasan sering digunakan pada kasus maloklusi ringan hingga sedang, terutama ketika gigi anak dirasa mulai berjejal atau tidak rapi. Lantas kapan gigi anak ini dirasa mulai berjejal atau tidak rapi? Sahabat Damessa bisa membaca lebih lanjut pada artikel ini. Lalu, seperti apa kondisi maloklusi ringan hingga sedang pada gigi? Kondisi maloklusi ringan hingga sedang pada gigi meliputi gigi depan terlalu maju atau terlalu masuk, adanya gigitan silang (crossbite), adanya kebiasaan buruk (seperti mengisap jempol, menggigit kuku, mendorong lidah), serta kehilangan gigi susu yang terlalu dini.

Baca juga: Anak Sering Menggigit Kuku? Ini Dampaknya pada Gigi dan Rahang Menurut Dokter Gigi

Manfaat Piranti Ortodonti Lepasan untuk Anak

Salah satu keuntungan perawatan ortodonti sejak dini adalah kita bisa memanfaatkan kemampuan tulang rahang anak yang masih mudah beradaptasi karena masih dalam masa pertumbuhan. Pada usia ini, respons tulang terhadap perawatan biasanya lebih cepat dan hasilnya pun bisa lebih baik dibandingkan jika dilakukan saat usia dewasa.

Selain itu, perawatan dini juga dapat memperbaiki tampilan gigi dan wajah anak yang pada akhirnya berdampak positif pada kualitas hidup mereka. Anak-anak dengan susunan gigi yang tidak rapi sering kali enggan tersenyum karena merasa penampilannya kurang menarik. Perasaan ini bisa membuat anak menjadi sedih dan kurang percaya diri. Oleh karena itu, banyak orang tua menginginkan perawatan sejak dini demi menjaga kesehatan mental dan emosional buah hati mereka. Tidak kalah penting, perawatan ortodonti sejak dini juga dapat membuat perawatan di masa depan menjadi lebih singkat dan tidak terlalu rumit.

Dalam beberapa kasus, perawatan dini bahkan dapat mengurangi kebutuhan pencabutan gigi atau tindakan bedah di kemudian hari. Tujuan utama perawatan awal ini adalah untuk mengarahkan hubungan gigitan ke posisi yang lebih ideal. Dengan demikian, ketika anak memasuki tahap perawatan lanjutan menggunakan behel atau aligner, dokter gigi biasanya hanya perlu merapikan posisi gigi dan menyempurnakan gigitan tanpa perawatan yang terlalu kompleks.

Peran Orang Tua dalam Keberhasilan Perawatan

Orang tua memiliki peran yang penting dalam keberhasilan perawatan ortodonti, di antaranya membantu anak disiplin untuk memakai POL, menjaga kebersihan rongga mulut dan POL, kontrol rutin ke dokter gigi, serta memberikan dukungan supaya anak nyaman dan tidak takut. Hal ini penting dikarenakan anak-anak belum memiliki kesadaran dan tanggung jawab penuh terhadap perawatan kesehatannya sendiri. Pada usia ini, anak masih sangat bergantung pada arahan, contoh, dan pengawasan dari orang tua. Tanpa pendampingan yang konsisten, anak bisa lupa atau enggan memakai POL sesuai anjuran, kurang menjaga kebersihan alat dan gigi, serta merasa malas atau takut untuk kontrol ke dokter gigi. 

Selain itu, sikap dan respons orang tua juga sangat memengaruhi bagaimana anak memandang perawatan ortodonti. Orang tua yang bersikap tenang, suportif, dan positif akan membantu anak merasa lebih aman dan percaya diri. Dengan begitu, anak akan lebih kooperatif, nyaman menjalani perawatan, dan hasil perawatan pun bisa tercapai secara optimal. Yuk, segera periksakan gigi buah hati Anda ke Klinik Damessa terdekat! Anda juga bisa mencari tahu seputar kesehatan gigi lainnya melalui Instagram @damessa.dentalclinic.

Referensi:

  • Fricker, J., Kharbanda, O. P., & Dando, J. (2013). Orthodontic diagnosis and treatment in the mixed dentition. Handbook of Pediatric Dentistry, 409–445. https://doi.org/10.1016/b978-0-7234-3695-9.00014-6
  • Perillo, L. (2023). Editorial: Early treatment: Where are we today? Seminars in Orthodontics, 29(2), 117–118. https://doi.org/10.1053/j.sodo.2023.06.004 
  • Yun, Z., Qin, D., Wei, F., & Xiaobing, L. (2022). Application of antibacterial nanoparticles in orthodontic materials. Nanotechnology Reviews, 11(1), 2433–2450. https://doi.org/10.1515/ntrev-2022-0137