Gigi Anak Tumbuh Tidak Beraturan

Rekap singkat!

  • Perubahan posisi gigi pada anak bersifat sementara karena proses tumbuh kembang gigi yang berlangsung seiring waktu.
  • Masalah gigi anak tumbuh tidak beraturan pada fase campuran sering disebabkan oleh perkembangan ruang rahang yang sempit atau pergerakan akar gigi.
  • Jika gigi tetap tidak teratur setelah usia 12 tahun, segera konsultasikan ke dokter gigi untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Sahabat Damessa, pernah nggak sih terpikir, kok gigi anak tumbuh tidak beraturan, ya? Ada yang posisinya berputar, ada yang lebih depan dari gigi di sebelahnya, ada juga yang gigi susunya belum lepas di saat gigi dewasanya sudah mau tumbuh.

Aduh… bingung, deh. Kira-kira harus diapakan, ya? Apakah perlu diperiksakan ke dokter gigi atau menunggu semua gigi tumbuh terlebih dahulu baru diperiksakan, ya? Nah, yuk simak proses tumbuh kembang gigi anak, mengapa gigi anak tumbuh tidak beraturan, dan kapan orang tua perlu memeriksakannya ke dokter gigi yang akan dijelaskan pada artikel di bawah ini!

Pola Tumbuh Kembang Gigi Anak yang Normal

Sebelum membahas lebih jauh soal gigi anak tumbuh tidak beraturan, kita kenalan dulu, yuk, dengan pola tumbuh kembang gigi anak yang normal. Erupsi gigi ternyata tidak hanya dipengaruhi faktor genetik, tetapi juga berkaitan dengan nutrisi, hormon, hingga kondisi kesehatan anak. Saat lahir, rahang anak sebenarnya sudah membawa “modal awal”, yaitu 20 mahkota gigi sulung yang sedang dalam proses kalsifikasi.

Gigi sulung pertama kali erupsi pada usia sekitar 7,5 bulan, dan seluruhnya akan lengkap pada usia 2,5 tahun. Setelah itu, ada masa tenang selama kurang lebih 3–4 tahun, di mana tidak ada gigi baru yang tumbuh. Baru pada usia sekitar 6 tahun, gigi permanen mulai muncul, dimulai dari gigi geraham pertama dewasa dan diikuti gigi seri dewasa. Pada masa ini, rahang anak berisi total 48 struktur gigi (gigi sulung yang masih ada ditambah benih gigi permanen) sehingga merupakan periode yang paling kompleks.

Sahabat Damessa tahu nggak, sih, kalau usia 6–12 tahun itu disebut sebagai fase gigi bercampur atau mixed dentition, lho! Fase ini merupakan fase yang penting dikarenakan ukuran gigi dewasa yang lebih besar, ruang untuk gigi sulung mulai berubah, beberapa gigi tumbuh bergantian, serta munculnya fase “jelek sementara” yang dikenal dengan ugly duckling stage. Tidak heran, pada periode inilah bentuk gigi anak tumbuh tidak beraturan. Namun, banyak perubahan ini sebenarnya normal dan merupakan bagian dari proses tumbuh kembang yang sehat.

Baca juga: Rajin Sikat Gigi, Mengapa Gigi Anak Masih Geripis?

Nah, kurang lebih urutannya seperti pada gambar di bawah ini, ya, Sahabat Damessa! Cukup rumit, kan?

Urutan erupsi gigi sulung dan dewasa
Gambar 1. Urutan erupsi gigi sulung dan dewasa (Marwah, 2019)

Mengapa Gigi Anak Tumbuh Tidak Beraturan?

Gambaran ugly duckling stage pada anak
Gambar 2. Gambaran ugly duckling stage pada anak (Marwah, 2019)

Pada saat fase gigi pergantian atau mixed dentition, pada usia sekitar 7-8 tahun biasanya gigi seri tengah anak-anak sudah tumbuh. Di sisi lain, benih dari gigi taring akan mulai “muncul” pada rahang dan akar gigi seri samping juga mulai memanjang. Namun, dikarenakan adanya gigi taring ini, ruang di rahang menjadi sempit karena ukuran gigi taring yang besar.

Dikarenakan ruangnya yang sempit, akar gigi seri samping akan terdorong ke arah tengah (ke arah gigi seri tengah) dan akan mendorong akar dari gigi seri tengah itu sendiri. Ketika akar dari gigi ini terdorong ke tengah, mahkota gigi justru akan terdorong ke arah luar (menjauhi garis tengah gigi). Adanya gaya inilah yang mengakibatkan gigi menjadi ada celah pada bagian tengah (seperti pada Gambar 2) dan menjadi tampak kurang rapi. Inilah fase yang harus dilewati anak-anak, yang disebut dengan ugly duckling stage.

Ugly duckling stage
Gambar 3. Ugly duckling stage (Marwah, 2019)

Kapan Kondisi ini Dikatakan Masih Normal dan Kapan Perlu Waspada?

Pada fase gigi bercampur (mixed dentition), adanya perubahan bentuk dan posisi gigi itu merupakan hal yang sangat normal, lho, Sahabat Damessa. Kondisi-kondisi yang dikatakan masih normal ini diantaranya adanya celah pada gigi seri rahang atas dan pergeseran gigi seri rahang atas menjauhi garis tengah mulut dikarenakan ugly duckling stage, gigitan gigi depan yang agak dalam, gigi depan yang sedikit berjejal pada saat usia 7-9 tahun, dan posisi gigi geraham pertama dewasa yang agak sedikit ‘mundur’ dari posisi normalnya.

Namun, ketika celah pada gigi seri depan tetap lebar bahkan setelah usia 12 tahun, gigi tumbuh sangat miring, gigi dewasa tidak kunjung tumbuh, dan gigi susu tidak kunjung goyang padahal sudah waktunya lepas, Sahabat Damessa perlu waspada, lho! Hal ini dikarenakan, hal-hal tersebut mampu menyebabkan terjadinya maloklusi atau ketidakselarasan antara gigi dan rahang yang mampu menyebabkan masalah pada pengunyahan, bicara, maupun estetika.

Lantas, Kapan Waktu yang Tepat untuk Pergi ke Dokter Gigi?

American Association of Orthodontists (AAO) bersamaan dengan American Association of Pediatric Dentistry (AAPD) menyarankan bahwa evaluasi ortodonti pertama kali dilakukan pada saat anak-anak berusia 6-7 tahun. Evaluasi ini perlu dilakukan bukan untuk tindakan perawatan (pemasangan behel), tetapi untuk melihat akankah ada potensi bahwa anak tersebut maloklusi pada kemudian harinya atau tidak. Ketika celah pada gigi seri depan makin lebar, alih-alih makin sempit, terasa ada nyeri maupun bengkak, adanya kesulitan menggigit atau mengunyah dikarenakan gigi depan terbuka (open bite), rahang bawah lebih depan dibandingkan rahang atas (cakil), maupun gigitan terlalu dalam hingga gigi depan rahang bawah tidak nampak (deep bite), Sahabat Damessa jangan ragu lagi untuk langsung datang ke dokter gigi terdekat, ya!

Yuk, Sahabat Damessa, periksakan buah hatimu ke Klinik Damessa terdekat dan cegah maloklusi sebelum terlambat. Ikuti juga Instagram @damessa.dentalclinic untuk informasi menarik lainnya.

Referensi:

  • American Academy of Pediatric Dentistry. (2025) Management of the developing dentition and occlusion in pediatric dentistry. The Reference Manual of Pediatric Dentistry. Chicago, IL: American Academy of Pediatric Dentistry, 497-515.
  • Marwah, N. (2019). Textbook of Pediatric Dentistry (4th ed.). New Delhi, India: Jaypee Brothers Medical Publishers. 
  • Zhou, C., Duan, P., He, H., Song, J., Hu, M., Liu, Y., Liu, Y., Guo, J., Jin, F., Cao, Y., Jiang, L., Ye, Q., Zhu, M., Jiang, B., Ruan, W., Yuan, X., Li, H., Zou, R., Tian, Y., Gao, L., … Li, X. (2024). Expert consensus on pediatric orthodontic therapies of malocclusions in children. International journal of oral science, 16(1), 32. https://doi.org/10.1038/s41368-024-00299-8