Urutan Tumbuh Gigi Bayi

Rekap singkat!

  • Urutan tumbuh gigi bayi yang normal melibatkan tahap perkembangan gigi dengan rentang usia yang bervariasi.
  • Tanda-tanda tumbuh gigi pada bayi biasanya meliputi gusi bengkak, air liur berlebih, dan sedikit rewel.
  • Menghadapi tumbuh gigi bayi dengan cara yang tepat dapat membantu mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamanan.

Momen tumbuhnya gigi pertama pada bayi adalah salah satu pencapaian penting dalam perkembangan mereka. Gigi pertama tidak hanya membantu bayi dalam proses makan, tetapi juga berperan penting dalam perkembangan bicara dan kesehatan mulut jangka panjang.

Sebagai orang tua, mengetahui urutan tumbuh gigi bayi sangat penting agar Anda dapat memantau pertumbuhan gigi si kecil dan merespons gejala tumbuh gigi dengan tepat. Berikut ini informasi tentang urutan tumbuh gigi bayi yang normal, tanda-tanda tumbuh gigi, serta cara yang efektif untuk menghadapinya.

Urutan Tumbuh Gigi Bayi yang Normal

Pada umumnya, bayi mulai tumbuh gigi pada usia sekitar 6 bulan, meskipun waktu tepatnya bisa bervariasi. Berikut adalah urutan tumbuh gigi bayi yang normal berdasarkan lokasi dan usia:

  • Insisivus Sentral (Gigi seri depan tengah): Gigi pertama yang biasanya tumbuh adalah gigi seri bawah, diikuti dengan seri atas. Gigi ini muncul antara usia 6–12 bulan.
  • Insisivus Lateral (Gigi seri samping): Gigi seri samping atas biasanya muncul setelah seri depan, kemudian diikuti dengan yang bawah pada usia 9–16 bulan.
  • Molar Pertama (Geraham depan): Gigi geraham pertama muncul sekitar usia 13–19 bulan, biasanya di bagian bawah terlebih dahulu.
  • Kaninus (Gigi taring): Gigi taring biasanya muncul antara usia 16–23 bulan, dengan gigi taring atas lebih sering tumbuh terlebih dahulu.
  • Molar Kedua (Geraham belakang): Gigi geraham kedua biasanya muncul terakhir, antara usia 23–33 bulan.

Studi dalam MDPI Diagnostics (2022) menunjukkan bahwa variasi waktu erupsi gigi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk genetika, jenis kelamin (anak perempuan cenderung lebih cepat tumbuh giginya), dan status gizi. Pada usia 3 tahun, umumnya bayi memiliki 20 gigi susu yang lengkap.

Tanda-Tanda Tumbuhnya Gigi pada Bayi

Tumbuh gigi pada bayi biasanya disertai dengan beberapa gejala yang dapat dikenali oleh orang tua. Berdasarkan tinjauan dalam Journal of Clinical Pediatric Dentistry (2025), gejala-gejala ini umumnya bersifat lokal dan cukup khas. Salah satu tanda yang paling sering muncul adalah gusi bengkak atau kemerahan, di mana gusi di sekitar area gigi yang akan tumbuh terlihat bengkak dan merah. Selain itu, bayi juga akan menghasilkan air liur berlebih (drooling) karena peningkatan produksi saliva selama proses tumbuh gigi.

Bayi juga cenderung sering memasukkan benda ke mulut, seperti mainan atau jari, untuk mengurangi ketidaknyamanan akibat tekanan pada gusi. Tidak jarang juga, bayi menjadi sedikit rewel atau mengalami gangguan tidur karena rasa tidak nyaman yang ditimbulkan oleh proses tumbuh gigi membuatnya sulit tidur nyenyak. Semua gejala ini merupakan hal yang normal, meskipun dapat mengganggu kenyamanan bayi sementara waktu.

Baca juga: Berapa Lama Pemulihan Implan Gigi? Ini Tahap Lengkapnya

Cara Menghadapi Tumbuh Gigi Bayi

Menghadapi tumbuh gigi pada bayi dapat menjadi tantangan bagi orang tua. Berikut adalah beberapa cara yang dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan si kecil selama proses tumbuh gigi:

1. Tekanan Dingin (Cold Therapy)

Memberikan mainan gigit yang telah didinginkan di kulkas dapat membantu mengurangi rasa sakit pada gusi. Pastikan untuk tidak membekukan teether, karena bisa terlalu keras dan melukai gusi bayi.

2. Pijatan Gusi

Pijatan gusi dapat menjadi cara yang efektif untuk membantu meredakan rasa sakit pada bayi yang sedang tumbuh gigi. Anda dapat menggunakan jari bersih atau kain kasa lembap untuk memijat lembut area gusi yang bengkak dan merah.

3. Menjaga Kebersihan

Bayi sering kali mengeluarkan air liur lebih banyak selama tumbuh gigi, yang bisa menyebabkan ruam pada area dagu. Pastikan untuk lap air liur secara rutin agar kulit bayi tetap kering dan terhindar dari iritasi.

4. Pemberian Makanan

Jika bayi sudah mulai MPASI, berikan makanan yang lebih lunak atau buah dingin seperti pisang dingin untuk membantu meredakan rasa sakit. Hindari makanan yang keras atau bertekstur kasar yang bisa mengiritasi gusi.

Gejala Tumbuh Gigi Bayi yang Perlu Diwaspadai

Meskipun gejala tumbuh gigi pada bayi umumnya bersifat ringan dan sementara, ada beberapa kondisi yang perlu diwaspadai. Berdasarkan penelitian medis, beberapa gejala seperti demam tinggi (di atas 38°C), diare berat, dan muntah tidak disebabkan oleh tumbuh gigi. Jika bayi Anda mengalami gejala-gejala ini, kemungkinan ada infeksi atau masalah kesehatan lain yang memerlukan perhatian medis. Oleh karena itu, segera bawa bayi ke dokter jika gejala tersebut muncul.

Urutan tumbuh gigi bayi yang normal adalah proses yang penting dalam perkembangan mereka. Mengetahui urutan dan tanda-tanda tumbuh gigi akan membantu orang tua memberikan perawatan yang tepat selama fase ini. Meskipun tumbuh gigi dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada bayi, Anda dapat membantu meredakan rasa sakit dan menjaga kenyamanan mereka dengan langkah-langkah yang tepat.

Jika Anda merasa khawatir dengan tumbuh gigi bayi atau ingin mendapatkan perawatan lebih lanjut, segera konsultasikan dengan dokter gigi di Damessa Family Dental Care. Kami akan memberikan perawatan terbaik untuk memastikan kesehatan gigi bayi Anda. Untuk mendapatkan konten menarik lainnya, Anda juga bisa cek Instagram kami di @damessa.dentalclinic.

Referensi:

  • Bhuva, B., & Ford, P. S. (2021). The management of teething disorder on children. Makassar Dental Journal, 9(3), 573–582.
  • Oana, E., et al. (2022). Eruption timing and sequence of primary teeth in a sample of Romanian children. Diagnostics, 12(3), 606.
  • American Academy of Pediatric Dentistry (AAPD). (2025). Perinatal and infant oral health care: Best practices.
  • Journal of Clinical Pediatric Dentistry. (2025). Teething in infants: A structured review of symptomatology and evidence-based management. JOCPD, 49(1).