
Rekap singkat!
- Xerostomia atau mulut terasa kering sering dialami oleh lansia dan disebabkan oleh penurunan laju aliran air liur yang dapat berdampak pada kesehatan mulut.
- Penurunan fungsi air liur meningkatkan risiko penyakit mulut, seperti gigi berlubang, erosi gigi, infeksi jamur, dan masalah pengecapan serta bau mulut.
- Meskipun umumnya lebih sering terjadi pada usia lanjut, mulut terasa kering bukanlah hal yang normal, terutama jika disebabkan oleh obat-obatan atau penyakit sistemik.
Halo, Sahabat Damessa! Pernahkah Sahabat mendapatkan keluhan dari orang tua maupun tetangga sekalian bahwa mulut terasa kering seiring bertambahnya usia? Bahwa menelan ludah saja terasa menyusahkan, apalagi untuk makan dengan enak. Kira-kira mulut terasa kering ini normal, nggak, ya? Atau jangan-jangan pertanda dari penyakit lain di tubuh kita yang makin renta? Yuk, kita cari tahu bersama di artikel ini.
Mulut Terasa Kering itu Apa, sih?
Mulut terasa kering, atau dalam dunia medis dikenal dengan sebutan xerostomia, merupakan sensasi subjektif yang dirasakan oleh pasien dan sering dihubungkan dengan laju aliran air liur yang rendah. Prevalensi xerostomia ini mencapai 23% dan paling sering dijumpai pada kelompok usia tua (60 tahun lebih).
Riset juga menunjukkan bahwa xerostomia terjadi pada 5,5% hingga 46% populasi di dunia, dan umum dialami oleh kelompok usia tua. Umur merupakan faktor yang sering dihubungkan dengan xerostomia. Tiap tahunnya kasus xerostomia meningkat sebesar 1.01x, lho! Biasanya kejadian xerostomia ini juga sering diikuti dengan hiposalivasi.
Nah, Sahabat Damessa perlu membedakan ya, antara xerostomia dengan hiposalivasi. Bila xerostomia merupakan sensasi subjektif, hiposalivasi merupakan tanda atau gejala objektif yang terukur. Xerostomia memang berhubungan dengan penurunan fungsi kelenjar air liur dalam tubuh kita, tetapi studi menunjukkan hanya 37% pasien xerostomia yang mengalami hiposalivasi.
Mengapa Air Liur dalam Rongga Mulut Begitu Penting?
Air liur yang berasal dari kelenjar air liur dalam rongga mulut memiliki berbagai macam fungsi yang penting, lho, Sahabat Damessa! Air liur kita ini berfungsi sebagai pelumas pada rongga mulut, melindungi permukaan gigi dan mukosa, memfasilitasi bicara, mengunyah, dan menelan, serta berperan dalam pengecapan dan pencernaan.
Ketika kelenjar air liur ini mengalami penurunan fungsi, maka air liur yang dihasilkan dalam rongga mulut juga menurun sehingga dapat meningkatkan risiko penyakit mulut seperti gigi berlubang, erosi gigi, infeksi jamur, gigi palsu yang terasa kurang pas, serta perubahan pengecapan dan bau mulut. Hal ini mampu berdampak serius pada kualitas hidup dan dapat mengubah cara berbicara, makan, serta menelan.
Baca juga: Berapa Harga Scaling Gigi di Puskesmas? Berikut Kisarannya
Mengapa Xerostomia atau Mulut Kering Dapat Terjadi?
Xerostomia banyak dikaitkan dengan faktor lokal, seperti kesehatan gigi yang buruk dan infeksi mulut, serta penyakit sistemik kronis atau penyakit autoimun, termasuk penyakit Alzheimer, hipertensi, diabetes, sindrom Sjögren, dan artritis reumatoid. Selain itu, penggunaan obat-obatan, efek samping terapi obat, dan terapi radiasi kepala dan leher juga mampu menyebabkan terjadinya xerostomia.
Studi menunjukkan bahwa obat-obatan yang sering menyebabkan terjadinya xerostomia antara lain antasida dan obat-obatan gastrointestinal, obat-obatan psikotropika, serta obat antihipertensi. Selain itu, faktor psikologis seperti depresi, kecemasan, dan stres yang umum terjadi pada lansia juga turut menjadi faktor yang dapat menyebabkan terjadinya xerostomia. Kecemasan dan stres memiliki pengaruh yang signifikan terhadap depresi pada lansia.
Hal ini dikarenakan kecemasan berdampak pada kondisi emosional sehingga seseorang akan mudah gelisah, mengalami perubahan suasana hati, mudah marah, stres, dan mudah tersinggung. Kecemasan yang berkepanjangan dapat menyebabkan seseorang menjadi depresi. Kecemasan dan ketakutan inilah yang dapat memengaruhi laju aliran air liur dalam rongga mulut sehingga mulut terasa kering dan berhubungan dengan terjadinya xerostomia.
Lantas, Normalkah Mulut Terasa Kering di Usia Tua?
Meskipun prevalensi xerostomia meningkat seiring meningkatnya populasi kelompok lanjut usia, usia itu sendiri bukan penyebab langsung dari terjadinya xerostomia. Pada masyarakat lanjut usia yang cenderung menggunakan banyak obat dan memiliki penyakit penyerta yang lebih tinggi dan beragam inilah yang menyebabkan tingginya kasus-kasus xerostomia tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia. Orang lanjut usia umumnya mengalami penurunan dan perubahan laju aliran air liur secara signifikan bila dibandingkan dengan orang yang lebih muda.
Ketika keluhan mulut terasa kering makin sering atau sampai sulit menelan, jangan tunggu lama ya, Sahabat Damessa. Segera periksakan ke Klinik Damessa terdekat, ya! Ikuti juga akun Instagram Damessa di @damessa.dentalclinic untuk informasi menarik lainnya.
Referensi:
- Glick, M., Greenberg, M. S., Lockhart, P. B., & Challacombe, S. J. (2021). Burket’s oral medicine. Hoboken, NJ: Wiley Blackwell.
- Lee, Y. H., Won, J. H., Auh, Q. S., Noh, Y. K., & Lee, S. W. (2024). Prediction of xerostomia in elderly based on clinical characteristics and salivary flow rate with machine learning. Scientific reports, 14(1), 3423. https://doi.org/10.1038/s41598-024-54120-x
- Nagler, R. M., & Hershkovich, O. (2005). Relationships between age, drugs, oral sensorial complaints and Salivary Profile. Archives of Oral Biology, 50(1), 7–16. doi:10.1016/j.archoralbio.2004.07.012
- Talha B, Swarnkar SA. Xerostomia. [Updated 2023 Mar 24]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2025 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK545287/
- Sukmawati, N. F., Ratna Fitri, A., Radithia, D., Parmadiati, A. E., Ayuningtyas, N. F., & Mahdani, F. Y. (2025). Knowledge of xerostomia in the elderly in Rejosari Village, Lamongan Regency, East Java. Indonesian Journal of Dental Medicine, 8(1), 19–24. https://doi.org/10.20473/ijdm.v8i1.2025.19-24
- Sutarjo, F. N., Rinthani, M. F., Brahmanikanya, G. L., Parmadiati, A. E., Radhitia, D., & Mahdani, F. Y. (2023). Common precipitating factors of Xerostomia in elderly. Journal of Health and Allied Sciences NU, 14(01), 011–016. doi:10.1055/s-0043-1762916