
Rekap singkat!
- Ketika gusi meradang akibat karang gigi, bakteri dan toksin bisa masuk ke pembuluh darah dan menyebar ke seluruh tubuh termasuk ke jantung.
- Orang yang jarang melakukan scaling, sering merokok, mengidap diabetes, dan punya riwayat penyakit jantung berisiko lebih tinggi mengalami penyakit jantung.
- Pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan rutin scaling, sikat gigi dengan benar, gunakan benang gigi dan mouthwash, dan rutin kontrol ke dokter gigi.
Mungkin selama ini banyak orang berpikir bahwa gigi dan jantung adalah dua bagian tubuh yang terpisah dan tidak saling memengaruhi. Namun, ternyata ada hubungan yang cukup signifikan antara keduanya yang sering kali terabaikan. Salah satu faktor yang dapat menghubungkan kedua organ ini adalah kondisi karang gigi.
Karang gigi yang tidak terjaga dengan baik dapat menyebabkan masalah kesehatan mulut yang serius dan dampaknya bisa memengaruhi kesehatan jantung. Oleh karena itu, yuk pahami alasan kenapa karang gigi ini dapat menjadi penyebab sakit jantung dan apa yang bisa dilakukan untuk mencegah masalah kesehatan yang lebih besar di masa depan.
Apa yang Terjadi Saat Karang Gigi Menumpuk?
Karang gigi atau dental calculus terbentuk dari plak yang menumpuk dan mengeras di permukaan gigi karena tidak dibersihkan dengan baik. Plak ini mengandung ribuan bakteri yang bisa menyebabkan radang gusi hingga penyakit periodontal. Nah, dari sinilah masalah mulai merembet. Ketika gusi meradang, bakteri dan toksin bisa masuk ke pembuluh darah dan menyebar ke seluruh tubuh termasuk ke jantung.
Kondisi ini bukan sekadar teori, lho! Sudah banyak studi yang mengkonfirmasi keterkaitannya. Sebuah studi di Journal of Clinical Periodontology (Tonetti et al., 2022) menemukan bahwa penderita penyakit periodontal berat memiliki risiko dua kali lipat mengalami kejadian kardiovaskular. Penelitian lain di Nature Reviews Cardiology (Lockhart et al., 2023) menjelaskan bahwa infeksi kronis di rongga mulut dapat memicu respons imun sistemik yang mempercepat pembentukan plak di arteri.
Siapa yang Beresiko Tinggi Terkena Risiko Penyakit Jantung?
Berikut adalah beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terhadap masalah kesehatan mulut yang dapat berhubungan dengan kesehatan jantung:
1. Jarang Melakukan Scaling
Salah satu penyebab terbesar terjadinya karang gigi adalah jarang melakukan kunjungan ke dokter gigi untuk scaling. Scaling atau pembersihan gigi secara rutin dapat menghilangkan karang gigi yang menumpuk dan mencegah peradangan gusi. Tanpa perawatan yang tepat, karang gigi dapat berkembang menjadi masalah serius yang pada akhirnya bisa berpengaruh pada kesehatan jantung.
2. Sering Merokok
Merokok adalah kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko penumpukan plak dan karang gigi serta memperburuk peradangan gusi. Nikotin dan bahan kimia lainnya dalam rokok dapat menurunkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi, memperlambat proses penyembuhan gusi, dan meningkatkan risiko penyakit periodontal. Penyakit mulut yang tidak ditangani dapat memengaruhi kondisi jantung, mengingat adanya hubungan antara infeksi gusi dan peningkatan risiko penyakit jantung.
Baca juga: Ketahui Manfaat dan Harga Scaling Gigi untuk Kesehatan Mulut Anda
3. Mengidap Diabetes
Diabetes adalah kondisi sistemik yang dapat memperburuk peradangan gusi dan mempercepat kerusakan jaringan pendukung gigi. Tingginya kadar gula darah pada penderita diabetes dapat mengurangi efektivitas sistem kekebalan tubuh dalam melawan infeksi, termasuk infeksi gusi. Ketika gusi meradang, bakteri dapat masuk ke aliran darah dan meningkatkan risiko masalah kesehatan jantung.
4. Punya Riwayat Penyakit Jantung
Individu dengan riwayat penyakit jantung memiliki risiko lebih tinggi terhadap komplikasi kesehatan mulut yang dapat mempengaruhi kesehatan jantung lebih lanjut. Penyakit gusi yang tidak terkontrol dapat memicu peradangan sistemik yang berpotensi memperburuk kondisi jantung. Oleh karena itu, menjaga kesehatan gigi dan gusi sangat penting bagi pemilik riwayat penyakit jantung untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
Jadi, Apa Pencegahan yang Bisa Dilakukan?
Untungnya, hubungan antara mulut dan jantung ini bisa dikendalikan dengan langkah sederhana:
1. Rutin Scaling Setiap 6 Bulan Sekali
Salah satu langkah pencegahan terbaik untuk menjaga kesehatan mulut dan mencegah masalah yang dapat memengaruhi kesehatan jantung adalah dengan melakukan scaling secara rutin setiap 6 bulan sekali di klinik gigi. Scaling membantu menghilangkan karang gigi dan plak yang dapat menyebabkan peradangan gusi, mengurangi risiko infeksi, dan memastikan kesehatan mulut tetap optimal.
2. Sikat Gigi 2 Kali Sehari dengan Pasta Gigi Berfluoride
Menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride adalah kebiasaan dasar yang sangat penting untuk menjaga kebersihan mulut. Fluoride membantu memperkuat enamel gigi dan mencegah kerusakan gigi, sementara menyikat gigi secara rutin dapat menghilangkan plak yang dapat menyebabkan penyakit gusi dan meningkatkan risiko masalah kesehatan jantung.
3. Gunakan Benang Gigi dan Mouthwash Anti Bakteri
Penggunaan benang gigi (dental floss) dan mouthwash antibakteri adalah cara efektif untuk membersihkan area yang sulit dijangkau oleh sikat gigi, seperti sela-sela gigi. Benang gigi membantu menghilangkan sisa makanan dan plak, sementara mouthwash antibakteri membantu mengurangi jumlah bakteri di mulut yang dapat mencegah peradangan gusi dan potensi infeksi yang dapat berdampak pada kesehatan jantung.
4. Kontrol ke Dokter Gigi Secara Berkala
Melakukan kontrol rutin ke dokter gigi sangat penting, terutama bagi pemilik faktor risiko penyakit diabetes atau hipertensi. Pemeriksaan rutin ke klinik gigi memungkinkan dokter gigi untuk mendeteksi masalah kesehatan mulut lebih awal dan memberikan perawatan yang tepat untuk mencegah komplikasi yang dapat memengaruhi kesehatan jantung.
Dengan menjaga kebersihan mulut melalui langkah-langkah ini, kamu tidak hanya mencegah masalah gigi dan gusi, tetapi juga turut melindungi kesehatan jantung dari potensi risiko yang lebih besar.
Mulut bukan hanya “pintu masuk makanan”, tapi juga “jendela kesehatan tubuh”. Karang gigi yang dibiarkan bisa memicu peradangan yang berpengaruh sampai ke organ vital seperti jantung. Jadi, jangan tunggu gusi berdarah baru ke dokter gigi. Mulailah dengan langkah kecil seperti sikat gigi, flossing, dan scaling karena perawatan mulut yang baik adalah investasi untuk kesehatan seluruh tubuh!
Rawat kebersihan mulutmu dengan lebih menyeluruh dan jangan lupa kontrol ke dokter gigi setiap enam bulan sekali di Klinik Damessa! Ikuti juga Instagram @damessa.dentalclinic untuk informasi menarik lainnya.
Referensi:
- Lockhart, P. B., Bolger, A. F., Papapanou, P. N., et al. (2023). Periodontal Disease and Atherosclerotic Vascular Disease: Does the Evidence Support an Independent Association? Nature Reviews Cardiology.
- Tonetti, M. S., Van Dyke, T. E., et al. (2022). Periodontitis and Atherosclerotic Cardiovascular Disease: Consensus Report of the Joint EFP/AAP Workshop. Journal of Clinical Periodontology, 49(S22), 1–10.
- American Heart Association (AHA). (2023). Oral Health and Heart Disease: What’s the Connection?