
Ringkasan Singkat!
- Nyeri saat menggigit setelah implan gigi berasal dari jaringan sekitarnya.
- Nyeri ringan setelah pemasangan awal masih normal
- Nyeri yang muncul lama setelah implan jadi perlu diwaspadai
- Penyebab tersering adalah gangguan gigitan dan peradangan jaringan
Implan gigi dikenal sebagai solusi pengganti gigi yang paling mendekati gigi asli. Stabil, kuat, dan mampu mengembalikan fungsi kunyah dengan baik. Karena itu, banyak pasien terkejut ketika setelah menjalani perawatan implan, justru muncul rasa ngilu atau nyeri saat menggigit makanan.
Nyeri saat menggigit setelah Implan gigi sebenarnya masih bisa dikategorikan dalam situasi normal, tetapi juga bisa menjadi tanda awal masalah. Kuncinya ada pada waktu munculnya nyeri, intensitasnya, frekuensinya, dan gejala penyerta lainnya.
Baca juga: Mengenal Proses Implan Gigi, Solusi Permanen untuk Gigi Hilang
Penyebab Nyeri Saat Menggigit Setelah Implan Gigi Meski Tanpa Saraf
Berbeda dengan gigi asli, implan terbuat dari titanium dan tidak memiliki saraf. Artinya, rasa nyeri yang Anda rasakan bukan berasal dari implannya sendiri, melainkan dari jaringan pendukung di sekitarnya, seperti gusi (jaringan lunak), tulang alveolar, ligamen dan struktur penyangga, atau komponen mekanis implan. Karena itu, nyeri saat menggigit setelah implan gigi biasanya menandakan adanya tekanan berlebih, peradangan, atau gangguan mekanis pada sistem implan secara keseluruhan. Pada kondisi ideal, setelah proses osseointegration (penyatuan implan dengan tulang) selesai, implan seharusnya terasa nyaman saat digunakan mengunyah makanan apa pun.
Kondisi Normal pada Nyeri Saat Menggigit Setelah Implan Gigi
Pada fase awal setelah pemasangan implan gigi, yang biasanya berlangsung sekitar 1 hingga 2 minggu pertama, rasa tidak nyaman atau nyeri ringan merupakan hal yang normal dan bagian dari proses penyembuhan tubuh. Tubuh sedang beradaptasi dengan keberadaan implan, yang secara teknis merupakan benda asing yang ditanamkan di dalam tulang rahang.
Beberapa keluhan yang masih dianggap wajar pada periode ini meliputi rasa ngilu atau nyeri ringan saat mengunyah makanan keras, sensasi tekanan di area sekitar implan, serta nyeri yang berkurang secara bertahap dari hari ke hari. Selama nyeri saat menggigit setelah implan gigi tidak semakin parah, tidak disertai pembengkakan hebat, dan berlangsung dalam waktu yang relatif singkat, kondisi ini biasanya masih dalam batas normal.
Namun, penting untuk selalu memantau perkembangan kondisi implan gigi sakit saat digigit. Jika nyeri atau gejala lainnya semakin berat, disertai pembengkakan yang tidak kunjung mereda, atau berlangsung lebih lama dari yang diharapkan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter gigi. Meskipun sebagian besar ketidaknyamanan ini bersifat sementara, pemantauan yang baik dan komunikasi dengan profesional medis dapat memastikan proses pemulihan yang lebih cepat dan aman.
Kondisi Tidak Normal pada Nyeri Saat Menggigit Setelah Implan Gigi
Kondisi tidak normal pada nyeri saat menggigit setelah implan gigi lebih membutuhkan perhatian dan penanganan segera dibandingkan dengan kondisi normal. Jika nyeri berlangsung berbulan-bulan setelah pemasangan implan, terasa semakin kuat atau menetap, hanya muncul saat menggigit, atau disertai gejala lain seperti gusi berdarah atau bau mulut, maka kondisi tersebut perlu diperiksa lebih lanjut. Berikut adalah beberapa penyebab paling umum dari nyeri implan gigi yang perlu diwaspadai:
1. Gangguan Gigitan (Occlusal Overload)
Gangguan gigitan atau occlusal overload adalah penyebab nyeri implan yang paling sering terjadi. Jika mahkota implan sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan gigi lainnya, tekanan kunyah akan terfokus pada implan tersebut. Hal ini menyebabkan rasa nyeri yang biasanya muncul saat menggigit makanan tertentu dan hilang ketika tidak digunakan untuk mengunyah. Rasa nyeri ini sering kali terasa seperti tekanan atau “nyut” di satu titik. Jika dibiarkan tanpa penanganan, tekanan berlebih ini dapat merusak jaringan tulang di sekitar implan, memperburuk kondisi implan.
2. Peradangan Gusi Sekitar Implan (Peri-Implant Mucositis)
Peri-implant mucositis adalah peradangan pada gusi yang mengelilingi implan. Ciri-cirinya meliputi gusi yang tampak merah dan bengkak, mudah berdarah saat disikat, serta rasa ngilu saat menggigit. Pada tahap ini, peradangan masih bersifat reversibel, artinya dapat sembuh dengan penanganan yang tepat seperti pembersihan profesional dan perbaikan kebersihan mulut. Jika tidak segera diatasi, kondisi ini bisa berkembang menjadi lebih serius, mengarah ke peri-implantitis.
3. Infeksi Tulang Sekitar Implan (Peri-Implantitis)
Peri-implantitis adalah kondisi yang lebih serius yang melibatkan infeksi pada tulang di sekitar implan. Gejala dari peri-implantitis meliputi nyeri saat menggigit, bau mulut yang persisten, gusi yang tampak turun, adanya nanah, dan bahkan implan yang terasa goyang. Faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya peri-implantitis meliputi kebersihan mulut yang buruk, merokok, diabetes yang tidak terkontrol, dan riwayat penyakit periodontal. Jika tidak segera ditangani, infeksi ini dapat merusak tulang dan menyebabkan kegagalan implan.
4. Komponen Implan Longgar atau Rusak
Seiring waktu, komponen implan seperti skrup atau mahkota bisa mengalami keausan atau kelonggaran. Hal ini menyebabkan implan tidak stabil saat menerima beban kunyah, yang kemudian mengakibatkan rasa nyeri. Komponen yang longgar atau rusak harus segera diperbaiki untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada implan dan tulang penyangga.
5. Masalah dari Gigi Sebelah Implan
Kadang-kadang, nyeri yang terasa pada implan sebenarnya bukan berasal dari implan itu sendiri, melainkan dari gigi di sebelahnya. Gigi yang mengalami karies dalam, infeksi saraf, atau retakan dapat menyebabkan rasa nyeri yang terasa seolah-olah berasal dari implan. Oleh karena itu, sangat penting untuk memeriksa semua gigi sekitar implan untuk memastikan sumber nyeri yang sebenarnya.
Cara Mencegah Nyeri Saat Menggigit Setelah Implan Gigi
Implan gigi merupakan investasi jangka panjang yang kenyamanannya sangat bergantung pada perawatan harian yang baik dan kontrol rutin yang tepat. Untuk memastikan implan tetap dalam kondisi optimal, ada beberapa langkah pencegahan yang perlu diperhatikan.
Pertama, menjaga kebersihan mulut dengan teknik yang benar sangat penting untuk mencegah infeksi dan peradangan pada gusi serta jaringan sekitar implan. Selain itu, kontrol rutin setiap 3–6 bulan dengan dokter gigi juga diperlukan untuk memantau kondisi implan dan mengidentifikasi masalah sejak dini. Kebiasaan menggigit benda keras harus dihindari karena dapat memberikan tekanan berlebih pada implan, sementara penggunaan night guard sangat dianjurkan bagi mereka yang memiliki kebiasaan menggertakkan gigi atau bruxism saat tidur. Tidak kalah penting, pastikan bahwa mahkota implan dibuat dengan kontrol gigitan yang presisi agar posisi dan tekanan gigitan terjaga dengan baik.
Implan gigi yang sehat seharusnya terasa nyaman seperti gigi asli. Oleh karena itu, nyeri saat menggigit setelah implan gigi tidak boleh diabaikan, meskipun hal tersebut tidak selalu berarti kegagalan implan. Jika nyeri berlangsung atau semakin memburuk, segera konsultasikan dengan dokter gigi untuk evaluasi lebih lanjut.
Jika Anda mengalami keluhan pada implan atau ingin memastikan kondisinya tetap stabil dalam jangka panjang, Klinik Gigi Damessa siap membantu dengan teknologi modern, standar steril tinggi, dan dokter berpengalaman di bidang implan. Kenyamanan dan keamanan Anda adalah prioritas kami.
Referensi:
- Schwarz, Frank, et al. “Peri-Implantitis.” Journal of Periodontology, vol. 89, no. S1, June 2018, pp. S267–S290, https://doi.org/10.1002/jper.16-0350.