Tindakan di Dokter Gigi

Rekap Singkat

  • Tindakan di dokter gigi terdiri dari beberapa tahap, mulai dari pemeriksaan, pencegahan, perawatan, hingga rehabilitasi kesehatan gigi dan mulut.
  • Perawatan di dokter gigi disesuaikan dengan kondisi dan tingkat keparahan masalah pada setiap pasien.
  • Pemeriksaan rutin ke dokter gigi setiap enam bulan penting untuk menjaga kesehatan gigi dan mencegah penyakit mulut.

Apa yang terpikirkan oleh Sahabat Damessa ketika mendengar kata “dokter gigi”? Banyak orang takut pergi ke dokter gigi karena tindakan di dokter gigi itu mengerikan. Hal ini dikarenakan adanya kekhawatiran mengenai tentang rasa sakit dan biaya.

Padahal seharusnya tidak seperti itu, lho, Sahabat Damessa. Dibanding bingung dikarenakan takut dan tidak tahu apa saja serta bagaimana tindakan di kedokteran gigi, kita bahas bersama di artikel Damessa berikut ini, yuk! 

Baca juga: 4 Tips Agar Anak Tidak Takut ke Dokter Gigi

Pemeriksaan dan Penegakan Diagnosis

Ketika Sahabat Damessa datang ke dokter gigi, tindakan di dokter gigi yang pertama kali akan dilakukan kepada Sahabat Damessa adalah anamnesis. Anamnesis adalah suatu proses wawancara antara dokter dengan pasien untuk menggali informasi mengenai riwayat kesehatan pasien.

Anamnesis ini merupakan tahapan yang penting, lho, Sahabat Damessa dikarenakan berkaitan dengan bagaimana dokter maupun dokter gigi menegakkan diagnosis dan menentukan rencana perawatan nantinya. 

Setelah dilakukan anamnesis, nantinya Sahabat Damessa akan diperiksa keadaan ekstraoral dan intraoralnya. Secara sederhana pemeriksaan ekstraoral ini meliputi bagian kepala dan leher, sedangkan pemeriksaan intraoral merupakan pemeriksaan kondisi rongga mulut, Sahabat Damessa. Pada kasus-kasus tertentu, pembuatan foto rontgen juga diperlukan, lho, untuk menunjang pemeriksaan dan menentukan diagnosis yang ada.

Ragam Tindakan di Dokter Gigi

Setelah dokter gigi melakukan wawancara dengan pasien dan melakukan pemeriksaan ekstraoral serta intraoral, dokter gigi akan mulai menjelaskan permasalahan apa saja yang ditemukan di dalam rongga mulut Sahabat Damessa. Kemudian, dokter gigi akan mulai menjelaskan rencana perawatan yang akan dilakukan.

Tindakan di dokter gigi ini juga akan bergantung pada tingkat keparahan penyakit yang ada di rongga mulut, Sahabat Damessa, lho! Jadi tidak disamaratakan untuk semua kasus, Sahabat Damessa. Tindakan-tindakan yang ada di dokter gigi di antaranya:

1. Tindakan Preventif

Dokter gigi memainkan peran yang sangat penting, lho, Sahabat Dameesa dalam pencegahan permasalahan gigi dan mulut. Di klinik, dokter gigi bisa memberikan edukasi bagaimana cara untuk mencegah gigi berlubang, cara merawat supaya gusi tidak mudah berdarah, cara menyikat gigi yang benar, dan masih banyak lagi.

Di samping itu yang termasuk ke dalam tindakan preventif dan dilakukan oleh dokter gigi di klinik di antaranya adalah pengaplikasian fluorida, penambalan pada bagian pit dan fissure gigi, serta scaling atau pembersihan karang gigi.

2. Tindakan Kuratif

Ketika suatu individu sudah terdiagnosis suatu penyakit, misalnya pulpitis irreversible, tindakan kuratif akan dilakukan dengan fokus utama untuk menyembuhkan penyakit dan mencegah keparahan lebih lanjut. Tindakan ini merupakan tahapan yang paling familiar pada masyarakat.

Tahapan yang termasuk dalam tindakan kuratif adalah penambalan atau restorasi pada gigi berlubang, pencabutan (baik sisa akar maupun gigi berlubang besar), perawatan saluran akar, perawatan gusi (seperti kuretase, bedah periodontal), odontektomi (bedah minor untuk mengangkat gigi bungsu), insisi abses, dan masih banyak lagi.

3. Tindakan Rehabilitatif

Setelah suatu individu selesai dengan tindakan kuratif dan memerlukan suatu tindakan rehabilitatif, yakni tindakan yang bertujuan untuk mengembalikan fungsi tubuh yang menurun atau hilang agar pasien dapat kembali beraktivitas secara mandiri semaksimal mungkin, dokter gigi memiliki kompetensi untuk melakukan tindakan ini, lho, Sahabat Damessa.

Tindakan rehabilitatif yang dilakukan di klinik mencakup: pembuatan gigi palsu lepasan, pembuatan gigi jembatan, dan pembuatan mahkota. Bila Sahabat Damessa pergi ke dokter gigi spesialis, tindakan rehabilitatif yang ditawarkan menjadi lebih beragam, seperti pemasangan implant dan pemasangan kawat gigi atau behel.

Lantas, Kapan Kita Perlu ke Dokter Gigi?

Idealnya Sahabat Damessa perlu ke dokter gigi tiap enam bulan sekali, lho! Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan dalam kurun waktu enam bulan bakteri–bakteri dalam rongga mulut sudah tumbuh kembali, juga melindungi dari gigi berlubang, mencegah terbentuknya plak dan bau mulut. Sahabat Damessa tidak perlu menunggu sakit untuk pergi ke dokter gigi.

Di samping itu, bila Sahabat Damessa memang sudah ada keluhan nyeri, bengkak, atau penyakit seperti sariawan yang tidak kunjung sembuh. Jangan ragu, jangan panik, langsung saja pergi ke dokter gigi!

Nah, demikian tadi penjelasan mengenai tindakan di dokter gigi yang akan dilalui oleh setiap pasien. Sahabat Damessa jangan tunggu sakit untuk pergi ke dokter gigi, ya! Setiap tindakan yang dilakukan dokter gigi juga disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien, sehingga tidak semua orang akan mendapatkan perawatan yang sama. Yuk, segera ke Klinik Damessa dan dapatkan pelayanan serta perawatan terbaik dari dokter gigi dan dokter gigi spesialis berpengalaman.

Referensi:

Bramhecha, A., Datta, J., & Balasubramaniam, A. (2023). What preventive strategies do dentists prescribe for dental caries prevention? – A KAP survey. Dental research journal, 20, 51.

Christensen, G. J. (2002). Divisions in Dentistry. A Consumer’s Guide to Dentistry, 9–20. https://doi.org/10.1016/b978-0-323-01483-0.50006-7

Kay E. J. (1999). How often should we go to the dentist?. BMJ (Clinical research ed.), 319(7204), 204–205. https://doi.org/10.1136/bmj.319.7204.204