Gigi Keropos di Usia Muda

Rekap Singkat

  • Gigi keropos adalah kondisi kerusakan gigi yang ditandai dengan melemahnya atau hilangnya struktur mineral email dan dentin akibat asam bakteri.
  • Gigi keropos di usia muda tidak selalu berarti Anda jarang menyikat gigi karena ada banyak faktor lain yang berperan seperti pola makan, kondisi medis, dan genetik.
  • Mulut kering, konsumsi minuman asam berlebih, dan kondisi seperti refluks asam lambung bisa mempercepat proses demineralisasi gigi secara signifikan.
  • Gigi keropos stadium awal masih bisa diperbaiki dengan remineralisasi, tetapi jika sudah membentuk lubang fisik maka perlu penambalan.
  • Deteksi dini adalah kunci karena gigi keropos yang dibiarkan bisa berkembang ke pulpa gigi dan memerlukan perawatan yang jauh lebih kompleks.

Mendapati gigi keropos di usia 20-an atau 30-an sering kali membuat orang merasa malu seolah itu tanda mereka tidak menjaga kebersihan diri. Padahal kenyataannya jauh lebih kompleks dari itu. Banyak faktor di luar kebiasaan menyikat gigi yang berkontribusi pada kondisi ini.

Apa Itu Gigi Keropos?

Gigi keropos atau dalam istilah medis disebut demineralisasi adalah kondisi ketika mineral yang menyusun email gigi larut akibat paparan asam. Asam ini bisa berasal dari aktivitas bakteri yang mengonsumsi gula di dalam mulut, atau dari sumber eksternal seperti makanan dan minuman asam.

Proses ini dimulai dari permukaan email yang terlihat sebagai bercak putih pucat, tanda awal demineralisasi yang belum menjadi lubang fisik. Jika kondisi asam terus berlanjut dan remineralisasi tidak terjadi, email akan semakin melemah dan akhirnya membentuk kavitas atau lubang.

Penyebab Gigi Keropos yang Jarang Disadari

Selain frekuensi menyikat gigi yang kurang, ada beberapa faktor lain yang sering menjadi penyebab utama gigi keropos di usia muda.

1. Konsumsi Minuman Asam

Konsumsi minuman bersoda, minuman olahraga, atau jus buah yang tinggi asam secara rutin bisa menurunkan pH mulut ke level yang melarutkan email gigi, bahkan jika Anda rajin sikat gigi. Yang perlu dicatat adalah minuman bersoda tanpa gula pun tetap memiliki kandungan asam yang tinggi.

2. Mulut Kering (Xerostomia)

Mulut kering atau xerostomia sangat berpengaruh karena air liur memiliki peran krusial dalam 5. menetralisir asam di mulut. Kondisi mulut kering bisa dipicu oleh dehidrasi, obat-obatan tertentu seperti antihistamin, antidepresan, dan beberapa obat tekanan darah, atau kondisi medis tertentu.

3. Refluks Asam Lambung (GERD)

Refluks asam lambung atau GERD menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan dan mulut. Asam lambung memiliki pH yang sangat rendah dan bisa merusak email gigi secara serius, terutama pada gigi belakang dan permukaan dalam gigi.

Baca juga: Penderita Gerd Wajib Tau! 7 Cara Mengatasi Bau Mulut

4. Faktor Genetik

Genetik mempengaruhi ketebalan dan kepadatan email gigi. Beberapa orang secara alami memiliki email yang lebih tipis atau lebih berpori sehingga lebih rentan terhadap demineralisasi dibanding orang lain yang mungkin punya kebiasaan serupa.

5. Gangguan Makan

Gangguan makan seperti bulimia, di mana perilaku muntah berulang memaparkan gigi secara rutin terhadap asam lambung, adalah salah satu penyebab kerusakan email paling parah yang bisa terjadi dalam waktu relatif singkat.

Tanda-tanda Gigi Keropos yang Perlu Diwaspadai

Ada beberapa tanda-tanda gigi keropos yang harus diwaspadai agar tidak menyebabkan masalah yang lebih parah kedepannya. Berikut di antaranya.

1. Bercak Putih Kapur

Bercak putih kapur pada permukaan gigi adalah tanda paling awal dan ini adalah stadium yang masih bisa diperbaiki. Bercak ini sering muncul di dekat garis gusi atau di cekungan permukaan kunyah.

2. Gigi Sensitif

Gigi menjadi lebih sensitif terhadap rangsangan dingin, panas, atau manis karena lapisan dentin yang lebih sensitif mulai terbuka seiring menipisnya email.

3. Kerusakan Lanjutan pada Gigi

Perubahan warna menjadi kekuningan atau kecoklatan, permukaan gigi yang terasa kasar, dan munculnya lubang kecil yang terlihat atau terasa dengan lidah adalah tanda bahwa kerusakan sudah lebih lanjut.

Penanganan Gigi Keropos

Untuk stadium awal yang masih berupa demineralisasi tanpa lubang fisik, aplikasi fluoride topikal oleh dokter gigi bisa membantu proses remineralisasi dan memperkuat kembali email yang melemah.

Jika sudah terbentuk lubang, penambalan adalah langkah yang diperlukan. Semakin kecil lubangnya, semakin sederhana prosedur yang dibutuhkan dan semakin besar jaringan gigi sehat yang bisa dipertahankan.

Mengatasi faktor penyebab adalah bagian terpenting dari perawatan. Jika penyebabnya adalah refluks asam, mengelola kondisi tersebut bersama dokter umum atau dokter spesialis akan membantu mencegah kerusakan lebih lanjut.

Gigi keropos di usia muda bukan semata-mata soal malas sikat gigi. Ada banyak faktor yang bekerja di balik kondisi ini, dan sebagian besar bisa diidentifikasi dan ditangani jika Anda berkonsultasi dengan dokter gigi sedini mungkin.

Di Klinik Gigi Damessa, pemeriksaan menyeluruh akan membantu menemukan penyebab gigi keropos Anda dan menentukan rencana perawatan yang paling tepat, mulai dari remineralisasi hingga penambalan dengan material terkini.

Referensi:

Featherstone JDB. (2004). The continuum of dental caries: evidence for a dynamic disease process. J Dent Res. 83(Spec Iss C):C39-C42.

Zero DT. (1996). Etiology of dental erosion: extrinsic factors. Eur J Oral Sci. 104(2):162-177.