leukoplakia

Rekap Singkat!

  • Leukoplakia adalah bercak putih di rongga mulut yang tidak dapat dikerok dan tidak tergolong sebagai kondisi lain yang sudah diketahui.
  • Tidak semua leukoplakia bersifat berbahaya, tetapi sebagian termasuk kondisi yang berpotensi berkembang sehingga perlu diperiksakan.
  • Sebagian orang baru menyadari leukoplakia setelah bercak putih di mulut menetap dalam waktu lama tanpa keluhan yang jelas.
  • Bercak yang menetap perlu diperiksakan agar dapat dinilai dan ditangani sebelum berkembang lebih jauh.
  • Pemilihan klinik dan dokter gigi yang berpengalaman berperan penting dalam menilai leukoplakia secara tepat.

Bercak putih di dalam mulut sering kali tidak menimbulkan rasa nyeri sehingga mudah diabaikan. Padahal, kondisi tersebut dapat menjadi tanda leukoplakia, yaitu perubahan pada jaringan mulut yang memerlukan perhatian.

Leukoplakia ditandai dengan bercak putih yang tidak dapat dihilangkan hanya dengan digosok atau dikerok. Karena cenderung menetap, kondisi ini sebaiknya tidak dianggap sebagai sariawan atau iritasi biasa tanpa pemeriksaan lebih lanjut.

Masih banyak orang yang menganggap bercak putih di mulut bukan masalah serius. Padahal, leukoplakia dapat berkaitan dengan kondisi tertentu yang perlu dievaluasi oleh dokter gigi. Oleh karena itu, mengenali ciri-ciri leukoplakia sejak dini penting agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani dengan tepat.

Memahami Leukoplakia dan Cirinya

Leukoplakia adalah bercak atau plak berwarna putih yang muncul di jaringan rongga mulut dan tidak dapat dikerok. Kondisi ini dikategorikan sebagai kelainan yang tidak tergolong sebagai lesi atau kelainan mulut lain yang sudah diketahui.

Bercak ini umumnya tidak menimbulkan rasa sakit sehingga sering tidak disadari. Bercak ini dapat muncul di berbagai area, seperti bagian dalam pipi, gusi, atau lidah.

Karena sifatnya yang menetap, lesi ini berbeda dari bercak putih biasa yang dapat hilang sendiri. Perbedaan inilah yang membuat kondisi ini perlu diperiksakan bila menetap.

Faktor yang Dikaitkan dengan Leukoplakia

Terdapat sejumlah faktor yang sering dikaitkan dengan munculnya kondisi tersebut. Beberapa faktor yang dikaitkan dengan kondisi ini antara lain:

1. Kebiasaan Merokok dan Penggunaan Tembakau

Kebiasaan merokok dan penggunaan tembakau sering dikaitkan dengan munculnya lesi ini. Paparan tembakau dapat memengaruhi jaringan di rongga mulut.

Faktor ini menjadi salah satu yang paling sering disebut. Karena itu, kebiasaan tersebut perlu diperhatikan dalam kaitannya dengan kondisi tersebut.

Baca juga: Gigi Perokok Rentan Memiliki Berbagai Masalah Kesehatan, Ini 7 Dampak Merokok Terhadap Kondisi Gigi dan Mulut!

2. Iritasi Kronis pada Rongga Mulut

Iritasi yang berlangsung lama pada rongga mulut dapat berkaitan dengan kondisi ini. Iritasi ini dapat berasal dari gesekan atau rangsangan tertentu.

Iritasi kronis sering tidak disadari karena berlangsung bertahap. Meski demikian, kondisi ini dapat memengaruhi jaringan mulut dalam jangka panjang.

3. Konsumsi Alkohol

Konsumsi alkohol juga sering dikaitkan dengan munculnya lesi ini. Faktor ini kadang muncul bersamaan dengan kebiasaan lain.

Kombinasi beberapa faktor dapat meningkatkan risiko. Karena itu, faktor-faktor tersebut perlu diperhatikan secara menyeluruh.

Mengapa Leukoplakia Tidak Boleh Diabaikan?

Banyak orang mengabaikan kondisi tersebut karena bercaknya tidak menimbulkan rasa sakit. Padahal, sebagian di antaranya termasuk kondisi yang berpotensi berkembang.

Lesi ini dikenal sebagai salah satu kondisi yang berpotensi mengalami perubahan pada jaringan. Karena itu, bercak yang menetap sebaiknya tidak dianggap remeh.

Meskipun tidak semua kondisi tersebut bersifat berbahaya, penilaian tetap diperlukan. Pemeriksaan membantu memastikan kondisi bercak dan menentukan langkah selanjutnya.

Apa yang Harus Dilakukan Saat Menemukan Bercak Putih di Mulut?

Saat menemukan bercak putih yang menetap dan tidak dapat dikerok, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memeriksakannya ke dokter gigi. Pemeriksaan membantu menilai apakah bercak tersebut merupakan kondisi ini.

Dokter gigi akan menilai kondisi bercak dan, bila diperlukan, menyarankan pemeriksaan lebih lanjut. Penilaian ini membantu menentukan penanganan yang sesuai.

Namun, beberapa kondisi memerlukan perhatian lebih. Bercak yang membesar, mengeras, mengalami perubahan warna, atau disertai luka yang tidak kunjung sembuh sebaiknya segera diperiksakan karena memerlukan penilaian lebih lanjut.

Semakin cepat lesi ini dinilai, semakin mudah menentukan langkah yang tepat. Oleh karena itu, bercak yang menetap sebaiknya tidak ditunda pemeriksaannya.

Kenali Kondisi Ini agar Bisa Dinilai Lebih Awal

Kini Anda sudah memahami bahwa kondisi tersebut merupakan bercak putih di mulut yang menetap dan perlu mendapat perhatian.

Ada beberapa faktor yang dikaitkan dengan kondisi ini, mulai dari kebiasaan merokok, iritasi kronis, hingga konsumsi alkohol.

Yang terpenting adalah mengenali bercak yang menetap dan tidak menunda pemeriksaan agar lesi ini dapat dinilai lebih awal.

Apabila Anda menemukan bercak putih di mulut yang tidak kunjung hilang, konsultasikan kondisi Anda ke Klinik Gigi Damessa.

Tim dokter gigi Damessa siap melakukan pemeriksaan menyeluruh dan memberikan penilaian yang sesuai dengan kondisi Anda. Dengan pemeriksaan yang tepat, kondisi ini dapat dikenali dan ditangani lebih awal.

Referensi

  • Warnakulasuriya, S., Johnson, N. W., & van der Waal, I. (2007). Nomenclature and classification of potentially malignant disorders of the oral mucosa. Journal of Oral Pathology & Medicine, 36(10), 575-580.
  • Oral Leukoplakia. In StatPearls. StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK442013/
  • Lodi, G., Franchini, R., Warnakulasuriya, S., et al. (2016). Interventions for treating oral leukoplakia to prevent oral cancer. Cochrane Database of Systematic Reviews, 7, CD001829.