lip tie

Rekap Singkat!

  • Lip tie adalah kondisi ketika jaringan penghubung bibir atas dan gusi terasa lebih tebal atau pendek sehingga gerak bibir dapat terbatas.
  • Tidak semua lip tie menimbulkan masalah karena sebagian bayi tetap dapat menyusu dengan baik tanpa keluhan berarti.
  • Sebagian orang tua baru menyadari lip tie setelah muncul kesulitan saat bayi menyusu.
  • Kesulitan menyusu yang menetap perlu diperiksakan agar penyebabnya dapat dinilai dan ditangani dengan tepat.
  • Pemilihan klinik dan dokter gigi yang berpengalaman berperan penting dalam menilai kondisi lip tie.

Proses menyusui tidak selalu berjalan lancar, dan salah satu hal yang kadang berkaitan adalah kondisi pada mulut bayi. Salah satu kondisi tersebut adalah lip tie.

Lip tie berkaitan dengan jaringan yang menghubungkan bibir atas dengan gusi. Kondisi ini dapat memengaruhi gerak bibir pada sebagian bayi.

Tidak sedikit orang tua yang belum mengenal lip tie. Padahal, kondisi ini kadang dikaitkan dengan kesulitan menyusu. Oleh karena itu, penting untuk mengenalinya sejak awal.

Memahami Lip Tie pada Bayi

Lip tie adalah kondisi ketika frenulum, yaitu jaringan yang menghubungkan bibir atas dengan gusi, terasa lebih tebal atau pendek. Kondisi ini dapat membuat gerak bibir atas menjadi lebih terbatas pada sebagian bayi.

Kondisi ini kadang berkaitan dengan kondisi lidah atau jaringan mulut lainnya pada bayi. Keduanya sama-sama dapat memengaruhi proses menyusu, meskipun tidak selalu.

Perlu dipahami bahwa keberadaan kelainan ini tidak selalu menimbulkan masalah. Sebagian bayi dengan kondisi tersebut tetap dapat menyusu dengan baik tanpa keluhan berarti.

Tanda Lip Tie yang Perlu Diperhatikan

Terdapat sejumlah tanda yang kadang dikaitkan dengan kondisi ini pada bayi. Beberapa tanda kelainan ini yang perlu diperhatikan antara lain:

1. Bibir Atas Sulit Terbuka Lebar Saat Menyusu

Salah satu tanda kondisi tersebut adalah bibir atas yang sulit terbuka lebar saat menyusu. Kondisi ini dapat memengaruhi pelekatan mulut bayi pada payudara.

Pelekatan yang kurang optimal kadang membuat proses menyusu terganggu. Meski demikian, tanda ini dapat berbeda pada setiap bayi.

2. Bayi Mudah Lelah atau Rewel Saat Menyusu

Bayi dengan kondisi ini kadang lebih mudah lelah atau rewel saat menyusu. Hal ini dapat berkaitan dengan pelekatan yang kurang optimal.

Kondisi ini kadang membuat waktu menyusu menjadi lebih lama. Bila keluhan menetap, sebaiknya diperiksakan lebih lanjut.

3. Proses Menyusu Terasa Kurang Efektif

Pada sebagian kasus, kelainan ini membuat proses menyusu terasa kurang efektif. Bayi mungkin tampak kesulitan mempertahankan pelekatan.

Kondisi ini dapat memengaruhi kenyamanan saat menyusui. Karena itu, pengamatan pada proses menyusu menjadi penting.

Baca juga: Seberapa Penting Perawatan Gigi Bagi Orang Dewasa dan Anak-anak?

Apakah Semua Lip Tie Perlu Ditangani?

Banyak orang tua langsung merasa khawatir saat mengetahui bayinya memiliki kondisi tersebut. Padahal, tidak semua kondisi ini memerlukan tindakan tertentu.

Bila bayi tetap dapat menyusu dengan baik dan tumbuh normal, kelainan ini tidak selalu menimbulkan masalah. Dalam kondisi ini, pemantauan umumnya sudah memadai.

Namun, bila kondisi tersebut dikaitkan dengan kesulitan menyusu yang menetap, penilaian lebih lanjut diperlukan. Penilaian ini membantu menentukan apakah kondisi perlu ditangani.

Apa yang Harus Dilakukan Saat Bayi Kesulitan Menyusu?

Saat bayi mengalami kesulitan menyusu yang dikaitkan dengan kondisi ini, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah berkonsultasi dengan dokter gigi anak. Penilaian membantu mengetahui penyebab kesulitan menyusu.

Kondisi kelainan ini umumnya dinilai secara menyeluruh, termasuk pengaruhnya terhadap proses menyusu. Penilaian ini membantu menentukan langkah yang sesuai dengan kondisi bayi.

Namun, beberapa kondisi memerlukan perhatian lebih. Bila bayi tampak sulit menyusu, berat badan sulit naik, atau menyusu terganggu secara menetap, sebaiknya segera diperiksakan agar dapat dinilai lebih lanjut.

Semakin cepat kondisi dinilai, semakin mudah menentukan langkah yang tepat. Oleh karena itu, kesulitan menyusu yang menetap sebaiknya tidak diabaikan.

Kenali Kondisi Ini agar Bisa Dinilai Lebih Awal

Kini Anda sudah memahami bahwa kondisi tersebut merupakan kondisi pada jaringan bibir atas yang tidak selalu menimbulkan masalah.

Ada beberapa tanda yang dikaitkan dengan kondisi ini, mulai dari bibir atas yang sulit terbuka lebar, bayi yang mudah lelah, hingga proses menyusu yang kurang efektif.

Yang terpenting adalah mengenali tandanya dan tidak menunda pemeriksaan bila muncul kesulitan menyusu yang menetap.

Apabila Anda mendapati tanda kelainan ini pada bayi atau kesulitan saat menyusui, konsultasikan kondisi Anda ke Klinik Gigi Damessa.

Tim dokter gigi Damessa siap melakukan pemeriksaan dan memberikan penilaian yang sesuai dengan kondisi bayi Anda. Dengan penilaian yang tepat, kondisi ini dapat dikenali dan ditangani lebih awal.

Referensi

  • Kotlow, L. A. (2013). Diagnosing and understanding the maxillary lip-tie as it relates to breastfeeding. Journal of Human Lactation, 29(4), 458-464.
  • Ghaheri, B. A., Cole, M., Fausel, S. C., Chuop, M., & Mace, J. C. (2017). Breastfeeding improvement following tongue-tie and lip-tie release: A prospective cohort study. The Laryngoscope, 127(5), 1217-1223.
  • Pransky, S. M., Lago, D., & Hong, P. (2015). Breastfeeding difficulties and oral cavity anomalies: The influence of posterior ankyloglossia and upper-lip ties. International Journal of Pediatric Otorhinolaryngology, 79(10), 1714-1717.