
Rekap Singkat!
- Pasta gigi yang mengandung fluoride bekerja memperkuat lapisan email, memperlambat pengeroposan, dan membantu menurunkan risiko gigi berlubang.
- Tidak semua kekhawatiran tentang fluoride beralasan, tetapi jumlah yang dipakai anak memang perlu disesuaikan dengan usianya.
- Sebagian orang tua baru menyadari takaran yang tepat setelah mengetahui anak terbiasa menelan pasta giginya.
- Gigi berlubang pada anak perlu segera ditangani agar tidak mengganggu makan, tidur, dan pertumbuhan gigi tetapnya.
Banyak orang tua ragu ketika harus memilih pasta gigi untuk anaknya. Keraguan itu umumnya berpusat pada satu kandungan, yaitu fluoride.
Di satu sisi, pasta gigi yang mengandung fluoride dikenal luas sebagai cara utama mencegah gigi berlubang. Di sisi lain, beredar kekhawatiran mengenai bahaya bila tertelan oleh anak kecil.
Kedua hal tersebut sebenarnya tidak saling bertentangan. Manfaat dan risikonya sangat bergantung pada jumlah yang dipakai. Oleh karena itu, memahami takaran yang tepat menjadi kunci utamanya.
Mengapa Pasta Gigi yang Mengandung Fluoride Dianjurkan untuk Anak
Fluoride merupakan mineral yang berperan dalam proses remineralisasi, yaitu pengembalian mineral pada lapisan gigi yang mulai terkikis. Pada perawatan gigi anak, penggunaannya menjadi salah satu langkah pencegahan yang paling banyak diteliti.
Beberapa alasan mengapa kandungan ini dianjurkan antara lain:
1. Membantu Memperkuat Lapisan Email Gigi
Email adalah lapisan terluar gigi yang setiap hari menghadapi asam dari sisa makanan.
Fluoride membantu membentuk lapisan yang lebih tahan terhadap asam tersebut. Proses ini berlangsung setiap kali gigi bersentuhan dengan pasta gigi yang mengandung fluoride.
Baca juga: 4 Kebiasaan Sederhana untuk Menjaga Gigi Anak Tetap Sehat Sejak Dini
Namun, penguatan ini tidak terjadi hanya dalam sekali pemakaian. Manfaatnya umumnya muncul dari kebiasaan yang dijalankan secara teratur.
2. Menurunkan Risiko Gigi Berlubang
Menyikat gigi dengan pasta gigi yang mengandung fluoride dikenal sebagai cara pencegahan utama di rumah.
Berbagai tinjauan penelitian menunjukkan penggunaannya dapat menurunkan angka gigi berlubang pada anak dibandingkan pasta tanpa kandungan tersebut. Kadar yang lebih tinggi umumnya memberi perlindungan yang lebih besar.
Meskipun demikian, kadar yang lebih tinggi juga perlu diimbangi pengawasan. Pertimbangan ini menjadi dasar mengapa takaran anak dibedakan dari orang dewasa.
3. Bekerja Melalui Kontak Langsung pada Permukaan Gigi
Manfaat utama pasta gigi yang mengandung fluoride berasal dari sentuhannya langsung ke permukaan gigi.
Karena itu, cara menyikat dan lamanya kontak lebih menentukan daripada banyaknya pasta yang dipakai. Pasta dalam jumlah besar tidak membuat perlindungannya bertambah.
Berkumur terlalu banyak setelah menyikat justru dapat mengurangi manfaatnya. Sisa tipis pada permukaan gigi masih berperan setelah menyikat selesai.
Kekhawatiran yang Sering Muncul di Kalangan Orang Tua
Kekhawatiran terbesar umumnya berkaitan dengan fluorosis, yaitu munculnya bercak putih pada gigi tetap akibat asupan fluoride berlebih selama masa pembentukan gigi. Risiko ini memang nyata, tetapi berkaitan dengan jumlah yang tertelan dalam jangka panjang, bukan dengan pemakaian yang terukur.
Sebagian orang tua kemudian memilih pasta gigi tanpa fluoride sama sekali. Padahal, menghindarinya sepenuhnya berarti melepas salah satu perlindungan yang paling terbukti terhadap gigi berlubang.
Selain itu, ada anggapan bahwa gigi susu tidak perlu dijaga karena akan tanggal juga. Padahal, kerusakan pada gigi susu dapat memengaruhi kenyamanan makan dan posisi gigi tetap yang tumbuh setelahnya.
Takaran Pasta Gigi yang Mengandung Fluoride Sesuai Usia
Langkah pertama yang perlu dilakukan orang tua adalah menyesuaikan jumlah pasta gigi yang mengandung fluoride dengan usia anak. Anjuran umum menyebutkan olesan setipis butir beras untuk anak di bawah tiga tahun dan sebesar biji kacang polong untuk anak usia tiga sampai enam tahun.
Dokter gigi dapat memberikan anjuran yang lebih sesuai berdasarkan risiko gigi berlubang masing-masing anak. Anak dengan riwayat lubang berulang kadang memerlukan pendekatan yang berbeda.
Namun, beberapa keadaan sebaiknya diperiksakan lebih cepat. Bercak putih atau kecokelatan pada gigi, lubang yang terlihat, nyeri saat makan, gusi bengkak, atau anak yang terbiasa menelan pasta giginya perlu dikonsultasikan agar dapat dinilai lebih lanjut.
Semakin awal kebiasaan yang tepat dibentuk, semakin kecil kemungkinan masalah muncul di kemudian hari. Oleh karena itu, pengawasan orang tua tetap diperlukan sampai anak benar-benar mampu menyikat sendiri.
Cara Memakai Pasta Gigi yang Mengandung Fluoride dengan Benar
Aturannya sederhana, tetapi justru bagian sederhana inilah yang paling sering luput ketika anak mulai menyikat gigi sendiri.
Beberapa hal yang dapat diperhatikan antara lain:
1. Sesuaikan Jumlah Pasta dengan Usia Anak
Takaran kecil pasta gigi yang mengandung fluoride sudah cukup untuk memberi perlindungan pada gigi anak. Menambah jumlah pasta tidak membuat giginya lebih terlindungi.
Orang tua sebaiknya yang menuangkan pasta pada sikat. Cara ini membantu menjaga jumlahnya tetap terkendali.
2. Dampingi Anak Saat Menyikat Gigi
Anak usia dini umumnya belum mampu menjangkau seluruh permukaan gigi. Pendampingan membantu memastikan bagian belakang ikut tersikat.
Pendampingan juga membantu mengurangi kemungkinan pasta tertelan. Kebiasaan ini umumnya masih diperlukan hingga usia sekolah awal.
3. Ajarkan Membuang Busa Tanpa Berkumur Berlebihan
Anak perlu dibiasakan membuang busa setelah menyikat gigi. Kebiasaan ini mengurangi jumlah pasta yang tertelan.
Berkumur dengan banyak air justru membilas sisa fluoride yang masih bermanfaat. Membuang busa saja umumnya sudah memadai.
4. Simpan Pasta Gigi di Luar Jangkauan Anak
Rasa manis pada pasta gigi anak membuatnya menarik untuk dicicipi. Menyimpannya di tempat tinggi membantu mencegah pemakaian tanpa pengawasan.
Kemasan sebaiknya ditutup rapat setelah dipakai. Langkah kecil ini membantu menjaga penggunaannya tetap terukur.
Pasta Gigi yang Mengandung Fluoride Aman bila Takarannya Tepat
Pertanyaan yang lebih tepat bukanlah apakah fluoride berbahaya, melainkan berapa banyak yang sebenarnya dibutuhkan gigi anak Anda.
Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, mulai dari takaran sesuai usia, pendampingan saat menyikat, hingga kebiasaan membuang busa setelahnya.
Yang terpenting adalah tidak menghindari pasta gigi yang mengandung fluoride sepenuhnya, tetapi memakainya dalam jumlah yang sesuai.
Apabila Anda ragu menentukan pasta gigi atau menemukan bercak pada gigi anak, konsultasikan kondisi Anda ke Klinik Gigi Damessa.
Tim dokter gigi Damessa siap memeriksa kondisi gigi anak dan memberikan anjuran yang sesuai dengan usianya. Dengan kebiasaan yang tepat sejak dini, gigi anak dapat tumbuh lebih terlindungi.
Referensi
- Walsh, T., Worthington, H. V., Glenny, A. M., Marinho, V. C. C., & Jeroncic, A. (2019). Fluoride toothpastes of different concentrations for preventing dental caries. Cochrane Database of Systematic Reviews, 3, CD007868.
- Marinho, V. C., Higgins, J. P., Sheiham, A., & Logan, S. (2003). Fluoride toothpastes for preventing dental caries in children and adolescents. Cochrane Database of Systematic Reviews, 1, CD002278.
- Wong, M. C., Glenny, A. M., Tsang, B. W., Lo, E. C., Worthington, H. V., & Marinho, V. C. (2010). Topical fluoride as a cause of dental fluorosis in children. Cochrane Database of Systematic Reviews, 1, CD007693.