Seberapa sering rontgen gigi

Ringkasan Singkat!

  • Frekuensi rontgen gigi berbeda pada setiap orang, tergantung kondisi kesehatan gigi dan mulut, usia, serta risiko penyakit gigi.
  • Pada orang dewasa dengan kondisi gigi yang sehat, pemeriksaan rontgen umumnya dilakukan setiap 1 hingga 2 tahun atau sesuai indikasi dokter gigi.
  • Pasien dengan risiko gigi berlubang tinggi, penyakit gusi, atau yang sedang menjalani perawatan tertentu mungkin memerlukan rontgen lebih sering.

Saat menjalani pemeriksaan gigi, tidak sedikit pasien yang bertanya apakah rontgen gigi perlu dilakukan setiap kali kontrol. Sebagian juga merasa khawatir terhadap paparan radiasi, sehingga ragu ketika dokter merekomendasikan pemeriksaan radiografi.

Padahal, rontgen gigi bukan prosedur yang dilakukan secara rutin pada setiap kunjungan. Pemeriksaan ini dilakukan apabila memang diperlukan untuk membantu dokter melihat kondisi yang tidak dapat diamati secara langsung melalui pemeriksaan klinis. Oleh karena itu, frekuensi rontgen gigi dapat berbeda pada setiap pasien.

Mengapa Rontgen Gigi Diperlukan?

Tidak semua masalah gigi dapat terlihat hanya dengan pemeriksaan visual. Beberapa kondisi, seperti gigi berlubang di sela-sela gigi, infeksi pada ujung akar, kehilangan tulang akibat penyakit gusi, hingga posisi gigi yang masih tertanam di dalam rahang memerlukan pemeriksaan radiografi agar dapat terdeteksi dengan lebih akurat.

Melalui hasil rontgen, dokter gigi dapat menentukan diagnosis secara lebih tepat sekaligus menyusun rencana perawatan yang sesuai dengan kondisi pasien.

Seberapa Sering Rontgen Gigi Direkomendasikan?

Frekuensi pemeriksaan rontgen tidak memiliki jadwal yang sama untuk semua orang. Dokter gigi akan mempertimbangkan usia, riwayat kesehatan gigi, risiko terjadinya karies, serta jenis perawatan yang sedang dijalani.

1. Orang Dewasa dengan Risiko Rendah

Pada pasien dewasa yang memiliki kesehatan gigi dan gusi yang baik, tidak sering mengalami gigi berlubang, serta rutin melakukan pemeriksaan, rontgen biasanya cukup dilakukan setiap 1 hingga 2 tahun atau sesuai kebutuhan.

Apabila selama pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda kelainan, dokter mungkin tidak perlu melakukan rontgen pada setiap kunjungan.

2. Pasien dengan Risiko Gigi Berlubang Tinggi

Pasien yang sering mengalami gigi berlubang, memiliki mulut kering (xerostomia), menggunakan alat ortodonti tertentu, atau memiliki kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi gula dapat memerlukan pemeriksaan rontgen lebih sering.

Pemeriksaan ini membantu mendeteksi kerusakan gigi sejak tahap awal sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum kondisinya menjadi lebih berat.

3. Anak-anak

Pada anak-anak, rontgen gigi berperan untuk memantau pertumbuhan gigi permanen, mendeteksi karies di sela-sela gigi, serta mengevaluasi perkembangan rahang.

Karena proses pertumbuhan setiap anak berbeda, dokter gigi akan menentukan waktu pemeriksaan berdasarkan kondisi masing-masing, bukan semata-mata berdasarkan usia.

4. Pasien yang Sedang Menjalani Perawatan Gigi

Pasien yang menjalani perawatan saluran akar, operasi gigi bungsu, pemasangan implan, maupun perawatan penyakit gusi sering kali memerlukan pemeriksaan rontgen sebagai bagian dari evaluasi keberhasilan perawatan.

Pada kondisi ini, pemeriksaan dilakukan untuk memantau proses penyembuhan serta memastikan hasil perawatan berjalan sesuai rencana.

Baca juga: https://damessa.id/blog/cara-membaca-hasil-rontgen-gigi-berlubang/ 

Apakah Radiasi Rontgen Gigi Berbahaya?

Salah satu kekhawatiran yang paling sering muncul adalah paparan radiasi dari rontgen gigi.

Saat ini, sebagian besar klinik menggunakan teknologi rontgen digital yang menghasilkan paparan radiasi jauh lebih rendah dibandingkan sistem konvensional. Selain itu, pemeriksaan juga dilakukan hanya jika terdapat indikasi medis yang jelas sehingga manfaat diagnostik yang diperoleh jauh lebih besar dibandingkan risiko paparannya.

Dokter gigi juga akan menerapkan prinsip As Low As Reasonably Achievable (ALARA), yaitu menggunakan paparan radiasi serendah mungkin untuk memperoleh hasil pemeriksaan yang optimal.

Kapan Rontgen Gigi Tidak Diperlukan?

Rontgen gigi tidak selalu dibutuhkan pada setiap pemeriksaan rutin.

Apabila kondisi gigi dan mulut stabil, tidak terdapat keluhan baru, serta hasil rontgen sebelumnya masih relevan untuk evaluasi, dokter dapat melanjutkan pemeriksaan tanpa melakukan foto rontgen tambahan.

Karena itu, keputusan melakukan rontgen selalu didasarkan pada kebutuhan klinis, bukan sebagai prosedur wajib dalam setiap kunjungan.

Pemeriksaan yang Tepat Membantu Diagnosis Lebih Akurat

Rontgen gigi merupakan pemeriksaan penunjang yang membantu dokter gigi melihat kondisi yang tidak dapat diamati secara langsung. Frekuensi pemeriksaannya bergantung pada kondisi kesehatan gigi dan mulut masing-masing pasien, sehingga tidak semua orang memerlukan rontgen dengan interval yang sama.

Jika dokter gigi merekomendasikan pemeriksaan radiografi, hal tersebut bertujuan untuk membantu menegakkan diagnosis dan menentukan perawatan yang paling sesuai dengan kondisi Anda.

Apabila Anda mengalami keluhan pada gigi dan mulut atau membutuhkan pemeriksaan radiografi untuk mendukung diagnosis, tim dokter gigi di Klinik Gigi Damessa siap membantu melakukan evaluasi secara menyeluruh. Dengan fasilitas rontgen gigi digital dan pemeriksaan yang dilakukan berdasarkan indikasi medis, dokter dapat merencanakan perawatan secara lebih akurat sesuai kebutuhan Anda.

Referensi

  • American Dental Association. (2012). Dental Radiographic Examinations: Recommendations for Patient Selection and Limiting Radiation Exposure. ADA.
  • Ludlow, J. B., et al. (2008). Effective dose of dental CBCT — a meta analysis of published data. Dentomaxillofacial Radiology, 37(1), 44-51.
  • White, S. C., & Pharoah, M. J. (2014). Oral Radiology: Principles and Interpretation (7th ed.). Elsevier.