
Rekap Singkat!
- Sakit kepala kronis yang tidak jelas penyebabnya dapat berkaitan dengan gangguan pada gigi, rahang, atau sendi temporomandibular (TMJ).
- Gangguan sendi rahang (TMJ disorder) dan kebiasaan menggertakkan gigi (bruxism) merupakan dua kondisi yang dapat memicu sakit kepala berulang.
- Nyeri akibat gangguan sendi rahang dapat menjalar ke pelipis, belakang kepala, leher, hingga bahu.
- Pemeriksaan oleh dokter gigi diperlukan untuk mengevaluasi apakah keluhan berkaitan dengan kondisi gigitan maupun sendi rahang.
- Penanganan yang tepat, seperti penggunaan night guard, terapi rahang, atau penyesuaian gigitan, dapat membantu mengurangi keluhan pada pasien tertentu.
Sakit kepala merupakan keluhan yang sangat umum dialami oleh banyak orang. Penyebabnya pun beragam, mulai dari kurang tidur, stres, gangguan neurologis, hingga tekanan darah tinggi. Namun, pada sebagian orang, hasil pemeriksaan medis menunjukkan tidak adanya kelainan yang jelas, sementara sakit kepala tetap muncul berulang.
Dalam kondisi seperti ini, salah satu kemungkinan yang sering tidak disadari adalah adanya gangguan pada gigi, rahang, atau sendi temporomandibular (TMJ). Karena letaknya saling berdekatan dan dihubungkan oleh jaringan otot maupun saraf, masalah pada rahang dapat menimbulkan nyeri yang menjalar hingga ke kepala.
Bagaimana Hubungan Gigi, Rahang, dan Sakit Kepala?
Kepala, wajah, leher, dan rahang merupakan bagian tubuh yang saling terhubung melalui otot, ligamen, dan jaringan saraf. Oleh karena itu, gangguan yang terjadi pada salah satu bagian dapat memengaruhi area lainnya.
Salah satu struktur penting adalah sendi temporomandibular (TMJ), yaitu sendi yang menghubungkan rahang bawah dengan tulang tengkorak. Sendi ini bekerja setiap kali seseorang berbicara, mengunyah, menguap, maupun membuka mulut. Ketika fungsi sendi terganggu, kondisi tersebut dikenal sebagai temporomandibular disorder (TMD) atau gangguan sendi rahang.
Gangguan pada Sendi Rahang yang Dapat Menyebabkan Sakit Kepala
Tidak semua sakit kepala berasal dari masalah pada rahang. Namun, beberapa kondisi berikut diketahui dapat memicu keluhan tersebut.
1. TMJ Disorder (Gangguan Sendi Rahang)
TMJ disorder merupakan gangguan pada fungsi sendi rahang yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti cedera, kebiasaan menggertakkan gigi, posisi gigitan yang kurang seimbang, maupun ketegangan otot akibat stres.
Ketika sendi dan otot di sekitar rahang mengalami ketegangan, nyeri dapat menjalar ke pelipis, dahi, belakang kepala, hingga leher. Pada sebagian pasien, keluhan ini menyerupai sakit kepala tipe tegang (tension-type headache).
2. Bruxism atau Kebiasaan Menggertakkan Gigi
Bruxism adalah kebiasaan menggertakkan atau menggesekkan gigi, terutama saat tidur. Tekanan yang dihasilkan dapat jauh lebih besar dibandingkan tekanan saat mengunyah makanan.
Akibatnya, otot rahang bekerja terus-menerus sepanjang malam sehingga sebagian orang bangun dengan rahang yang terasa pegal, gigi sensitif, dan sakit kepala pada pagi hari. Banyak penderita bruxism baru menyadari kondisinya setelah dokter gigi menemukan keausan gigi atau pasangan mendengar suara gesekan gigi saat tidur.
Apa Saja Tanda Sakit Kepala Berkaitan dengan Masalah Gigi atau Rahang?
Sakit kepala yang berasal dari gangguan rahang biasanya disertai beberapa gejala lain. Anda sebaiknya mempertimbangkan pemeriksaan apabila mengalami kondisi berikut.
1. Sakit Kepala Lebih Sering Muncul Saat Bangun Tidur
Keluhan yang muncul pada pagi hari dapat berkaitan dengan kebiasaan menggertakkan gigi selama tidur.
2. Rahang Terasa Nyeri atau Kaku
Rahang terasa pegal, sulit dibuka lebar, atau tidak nyaman saat mengunyah dapat menjadi tanda adanya gangguan pada sendi temporomandibular.
3. Terdengar Bunyi Klik Saat Membuka Mulut
Bunyi klik, gesekan, atau rasa seperti rahang bergeser ketika membuka dan menutup mulut dapat mengarah pada gangguan fungsi sendi rahang.
4. Gigi Terlihat Aus atau Lebih Sensitif
Keausan gigi yang tidak merata sering ditemukan pada pasien dengan bruxism akibat tekanan berlebih yang terjadi secara berulang.
5. Nyeri Menjalar ke Pelipis, Leher, atau Telinga
Gangguan pada rahang dapat menyebabkan nyeri yang menjalar ke berbagai area di sekitar wajah dan kepala, bahkan menyerupai sakit telinga meskipun tidak terdapat infeksi.
Bagaimana Dokter Menentukan Penyebabnya?
Karena penyebab sakit kepala sangat beragam, pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan sumber keluhan.
Dokter umum atau dokter spesialis saraf dapat mengevaluasi kemungkinan penyebab neurologis maupun penyakit sistemik. Sementara itu, dokter gigi akan memeriksa kondisi gigitan, keausan gigi, fungsi otot rahang, serta kondisi sendi temporomandibular.
Pada beberapa kasus, pemeriksaan penunjang seperti foto panoramik atau pencitraan lain dapat diperlukan untuk membantu menilai kondisi sendi dan struktur rahang secara lebih rinci.
Bagaimana Penanganan Sakit Kepala akibat Gangguan Rahang?
Penanganan akan disesuaikan dengan penyebab yang ditemukan selama pemeriksaan. Beberapa terapi yang dapat dipertimbangkan antara lain sebagai berikut.
1. Night Guard
Night guard merupakan alat pelindung gigi yang digunakan saat tidur untuk membantu mengurangi tekanan akibat bruxism. Alat yang dibuat secara khusus sesuai bentuk gigi pasien umumnya memberikan hasil yang lebih optimal dibandingkan produk siap pakai.
2. Terapi atau Latihan Rahang
Dokter dapat menyarankan latihan rahang maupun terapi tertentu untuk membantu mengurangi ketegangan otot dan memperbaiki fungsi sendi temporomandibular.
3. Penyesuaian Gigitan
Apabila ditemukan gangguan pada hubungan gigitan, dokter gigi dapat melakukan penyesuaian pada permukaan gigi atau restorasi tertentu agar distribusi tekanan kunyah menjadi lebih seimbang.
Baca juga: Pilihan Obat Sakit Gigi Berlubang
Pentingnya Memeriksakan Gigi dan Rahang pada Sakit Kepala yang Berulang
Sakit kepala yang terus berulang tidak selalu berasal dari gangguan neurologis. Pada sebagian kasus, keluhan tersebut dapat berkaitan dengan gangguan pada sendi rahang maupun kebiasaan menggertakkan gigi yang tidak disadari.
Oleh karena itu, apabila hasil pemeriksaan medis tidak menunjukkan penyebab yang jelas tetapi sakit kepala tetap sering muncul, pemeriksaan ke dokter gigi dapat menjadi salah satu langkah untuk mengetahui apakah terdapat masalah pada gigi, gigitan, atau sendi rahang yang memerlukan penanganan.
Jika Anda mengalami sakit kepala berulang yang disertai nyeri rahang, bunyi klik saat membuka mulut, atau kebiasaan menggertakkan gigi saat tidur, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter gigi. Tim dokter gigi di Klinik Gigi Damessa siap membantu mengevaluasi kondisi gigi, rahang, dan sendi temporomandibular secara menyeluruh serta menentukan penanganan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Dengan diagnosis yang tepat, penyebab keluhan dapat diketahui lebih dini sehingga kualitas hidup dan kenyamanan sehari-hari dapat kembali terjaga.
Referensi
- Fernandez-de-las-Penas, C., & Svensson, P. (2016). Myofascial temporomandibular disorder. Current Rheumatology Reviews, 12(1), 40-54.
- Glaros, A. G., et al. (2007). Headaches and temporomandibular disorders. Journal of Orofacial Pain, 21(2), 104-110.
- National Institute of Dental and Craniofacial Research. (2023). TMJ Disorders. NIDCR.